Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 258. Pertunangan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 257


...•...


...•...


"Hah? Tumben banget papa jam segini belum pulang, kira-kira ada urusan apa ya?" ucap Cahaya heran.


"Gapapa Cahaya, justru bagus kan buat kamu? Jadinya kamu gak perlu takut lagi dimarahin sama papa kamu, karena pulangnya terlambat!" ucap Topan memegang pundak gadisnya.


"Eh iya ya, kamu benar pacar!" ucap Cahaya tersenyum.


"Ehem ehem..."


Tiba-tiba muncul suara deheman dari arah belakang mereka, yang membuat keduanya terkejut lalu menoleh untuk memastikan siapa itu. Topan dan Cahaya makin syok saat melihat sosok pria dewasa tengah berdiri disana menatap mereka.


Ya pria dewasa itu ialah Hendra alias papa Cahaya yang baru datang disana, sontak Cahaya pun tampak gugup saat melihat papanya ada disana dan tengah menatap ke arahnya juga Topan. Namun, Topan berusaha mencairkan suasana sekaligus membuat Cahaya tidak panik, ya pria itu menghampiri Hendra kemudian mencium tangan calon mertuanya itu.


"Eh om, baru pulang nih?" ucap Topan bersikap ramah pada Hendra.


"Iya, ini kalian juga pada baru sampe? Kok malam banget sih, emangnya acara makan malamnya itu lama ya?" tanya Hendra penasaran.


"Eee iya om, maaf ya kalau saya bawa Cahaya nya kelamaan! Soalnya tadi papa mama saya itu masih mau ngobrol sama Cahaya, tapi saya pastikan kok Cahaya baik-baik aja dan gak kenapa-napa! Om kan juga lihat sendiri nih, Cahaya masih sama seperti sebelumnya!" ucap Topan tersenyum.


"Iya saya tau, saya kan juga cuma nanya. Lagian saya senang kok kalau memang Cahaya ini diterima di keluarga kamu Topan, padahal papa kamu itu kan pengusaha terkenal yang kaya raya!" ucap Hendra.

__ADS_1


"Ya begitulah om, kalau memang sudah jodoh pasti apapun rintangannya bisa kita lewati! Buktinya saya juga bisa dapat restu dari om kan buat deketin Cahaya, padahal dulu itu saya harus bersusah payah buat berduaan sama Cahaya!" ucap Topan.


"Hahaha, kamu benar juga! Duh, om kalau ingat-ingat kejadian itu bawaannya pengen ketawa mulu! Bisa-bisanya om percaya omongan Calissa, padahal kamu itu orang baik Topan!" ucap Hendra.


Topan dan Cahaya pun tersenyum bersamaan, mereka saling menatap dan merasa bahagia.


"Yasudah, ini udah malam. Kamu masuk gih Cahaya, terus tidur! Besok kan kamu harus sekolah, kalau kesiangan gimana hayo?" ucap Hendra.


"Oh iya, yaudah pah aku masuk dulu ya? Pacar, aku ke dalam duluan ya? Makasih atas hari ini, besok kita ketemu lagi oke!" ucap Cahaya.


"Iya pacar, selamat malam dan mimpi indah ya!" ucap Topan mengusap wajah gadisnya.


Cahaya mengangguk pelan, lalu ia pun masuk ke dalam bersama bik Minah yang sedari tadi masih ada di depan pintu menyaksikan momen mereka saling berbincang-bincang.


Sementara Topan masih bersama Hendra di depan pintu, mereka saling berbicara sejenak dengan santai disana. Hendra nampaknya ingin menanyakan keseriusan Topan menjalin hubungan dengan putrinya itu, ia khawatir Topan hanya bermain-main dengan Cahaya dan tidak serius.


"Topan, om mau bicara sebentar sama kamu!" ucap Hendra dengan wajah seriusnya.


"Eee bicara apa ya, om?" tanya Topan gugup.


"Baik om!"


Topan dan Hendra duduk berdampingan pada dua buah kursi yang tersedia di depan sana.


"Jadi, ada apa ya om?" tanya Topan penasaran.


"Begini, om itu cuma mau tau aja dari kamu. Kira-kira kamu memang sudah serius menjalin hubungan dengan anak saya, Cahaya? Ini bukan apa-apa ya, om takut aja kamu mempermainkan perasaan Cahaya!" ucap Hendra melontarkan pertanyaan pada Topan.


"Waduh, kalau soal itu om gak perlu khawatir! Saya ini cinta mati sama Cahaya, bahkan sejak pertama kali bertemu dengan Cahaya saya langsung ingin segera melamar dia! Kalau bisa nih om, saya pengen ikat Cahaya dulu dalam sebuah pertunangan supaya menghindari terjadinya sesuatu hal buruk di lain hari nanti!" ucap Topan dengan tegas.


"Pertunangan? Kamu sudah bicara ini sebelumnya dengan Cahaya?" tanya Hendra.


"Umm, belum om. Tapi, saya mau minta persetujuan om dulu, apa saya boleh tunangan dengan Cahaya dalam waktu dekat ini?" ucap Topan meminta izin.

__ADS_1


Hendra terdiam kemudian menatap wajah Topan.


"Saya sih terserah Cahaya aja, kalau dia bersedia ya kenapa saya tidak?" ucap Hendra.


Topan tersenyum senang, karena ia telah mendapat restu dari calon mertuanya itu.




Keesokan paginya, Topan sudah rapih dan bersiap untuk mengantar Cahaya ke sekolahnya. Ya kali ini Topan tak mau kesiangan lagi seperti kemarin dan memberi kesempatan bagi Robi untuk mendekati gadisnya itu, itulah sebabnya hari ini Topan menyetel alarm dengan volume yang keras sampai tetangga sebelah pada ikut bangun juga karena kaget.


Topan pun keluar kamar, lalu turun ke bawah menemui papa mamanya yang sudah lebih dulu ada di meja makan dan tengah sarapan pagi. Ya biarpun ini adalah bulan Ramadhan yang mana setiap umat muslim di penjuru dunia melaksanakan ibadah puasa, namun Topan sekeluarga tidak karena mereka beda keyakinan.


"Morning pah, mah!" ucap Topan menyapa kedua orangtuanya lalu duduk di kursi yang kosong.


"Eh Topan, morning too sayang! Bagus kamu udah bangun pagi-pagi gini, jangan sampai kayak kemarin lagi loh ya! Kasihan Cahaya nanti kalau dia gak diantar sama kamu!" ucap Eun-Kyung.


"Iya Topan, sebagai lelaki yang baik dan bertanggung jawab kamu itu harus jemput Cahaya setiap pagi di depan rumahnya dan antar dia ke sekolah! Papa yakin deh pasti Cahaya makin klepek-klepek sama kamu, karena dia ngerasa kamu itu benar-benar perhatian sama dia!" sahut Sergie.


"Iya mah, pah. Aku juga udah tahu kok, ini makanya aku bangun lebih pagi hari ini!" ucap Topan.


"Ya baguslah!" ujar Eun-Kyung.


"Oh ya mah, pah. Semalam aku udah bilang minta izin gitu ke om Hendra papanya Cahaya, aku bilang kalau aku pengen ajak Cahaya tunangan dulu dan katanya om Hendra itu ngikut aja sama kemauan Cahaya. Nanti aku coba tanya ke Cahaya langsung, kalau misal Cahaya setuju aku langsung aja kali ya mah tunangan sama dia?" ucap Topan.


"Wah ide bagus tuh Topan! Papa setuju banget sih, kamu memang harus cepat-cepat ajak Cahaya tunangan dan lamar dia! Papa juga udah sreg kok sama gadis itu, dia selain cantik sopan banget!" ucap Sergie bersemangat.


"Benar tuh, mama juga setuju! Udah kamu langsung atur aja acara pertunangannya, soal biaya biar papa kamu yang urus!" sahut Eun-Kyung.


"Iya, kamu gausah khawatir Topan! Kita adakan acara pertunangan yang mewah!" ucap Sergie.


Topan pun tersenyum mendengar perkataan mama dan papanya itu, ia semakin tidak sabar untuk segera bertunangan dengan Cahaya nanti.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2