Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 185. Pulang dengan Topan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 184


...•...


...•...


Sesudah selesai berdoa di depan makam sang mama, kini Cahaya serta Hendra dan Topan pun pergi keluar dari pemakaman tersebut dengan masing-masing wajah sedih mereka. Hendra tak kuasa menahan air matanya yang masih saja terus ingin menetes keluar, bahkan Hendra sampai menggunakan tisu untuk membantunya menahan air mata yang ingin keluar tersebut.


Sementara Cahaya juga tak kalah sedihnya dengan sang papa, namun ia masih berusaha kuat walau hatinya sangat sedih dan berharap kalau mamanya masih bisa hadir disana menemaninya. Cahaya terus mengalungkan tangannya di sela-sela lengan sang papa yang sedang menangis, ia juga mengusap lengan papanya sembari menenangkan Hendra agar tidak terus-terusan menangis seperti ini.


"Pah, udah ya! Aku yakin mama pasti maafin papa! Karena mama itu kan orang yang baik, mama juga bukan pendendam." ucap Cahaya.


"Iya Cahaya, tapi tetap aja papa merasa bersalah sekali atas kepergian mama kamu ini. Harusnya dulu papa gak egois dan tetap setia sama mama kamu, pasti ini gak akan terjadi, sayang!" ujar Hendra.


"Pah, ini udah takdir! Aku juga pengen mama masih hidup dan ada disini sama kita, tapi itu semua kan gak mungkin!" ucap Cahaya.

__ADS_1


Hendra menoleh ke arah wajah Cahaya dengan kondisi muka yang dipenuhi air mata, ia mengusap puncak kepala putrinya lalu mengecup kening Cahaya dengan lembut. Hendra langsung memeluk tubuh Cahaya begitu saja di hadapan Topan dan kembali mengeluarkan air mata di bahu putrinya, Hendra memang benar-benar bersedih saat ini.


"Maafkan papa, Cahaya! Maafkan papa! Karena keegoisan papa dan sikap papa yang tidak pernah puas ini, kamu jadi kehilangan sosok mama yang kamu sayangi di dalam hidup kamu!" ucap Hendra.


"Udah pah, gapapa. Papa jangan nangis dan salahin diri papa terus-terusan dong! Aku juga udah ikhlas kok dengan kepergian mama, ini semua kan takdir dari Tuhan dan kita gak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya dengan ikhlas!" ucap Cahaya.


"Kamu benar, Cahaya! Tapi, papa kayaknya butuh waktu untuk bisa lepas dari rasa bersalah ini. Karena papa emang banyak sekali salah sama mama kamu itu, mulai dari kamu kecil sampai sudah sebesar ini papa selalu bikin sakit hati mama kamu." ucap Hendra sembari memegang dua pundak putrinya dan menatapnya dengan air mata yang masih menggenang membasahi pipinya.


Cahaya pun tampak kasihan melihat papanya yang benar-benar sedih dengan semua yang sudah dia lakukan selama ini pada mamanya, memang awalnya Cahaya juga kesal dan marah pada sang papa karena sudah membuat mamanya meninggal dan sering sakit hati, namun sekarang ini ia sadar kalau papanya itu sebenarnya masih sayang dan cinta pada mamanya. Hanya saja kehadiran Calissa merusak semua itu dan membuat papanya jadi bersikap seperti itu pada mamanya, bahkan juga dirinya.


"Eee yasudah, papa sekarang mau temuin pengacara andalan keluarga kita untuk mengurus perceraian papa dengan Calissa. Kamu pulangnya bareng Topan aja, ya?" ucap Hendra sembari mengusap rambut putrinya dengan lembut.


"Iya pah," ucap Cahaya pelan sembari melirik ke arah Topan sekilas dan tersenyum.


"Topan, om titip Cahaya sama kamu! Om harap kamu bisa jagain Cahaya dan antar dia sampai ke apartemen dengan selamat, kalau Cahaya sampai kenapa-napa, om akan cari kamu!" ucap Hendra.


"Baguslah, kalau begitu papa pergi dulu ya sayang? Kamu hati-hati di jalan, jangan lupa kalo udah sampe apartemen langsung kasih kabar ke papa! Supaya papa gak khawatir lagi sama kamu, oke?" ucap Hendra sembari mengusap puncak kepala Cahaya.


"Iya pah, papa juga hati-hati ya!" ucap Cahaya.


Hendra tersenyum sembari terus mengusap puncak kepala putri tersayangnya itu, lalu ia pun menarik tengkuk Cahaya ke dekatnya dan mengecup kening putrinya itu dengan lembut. Hendra merasa sangat senang karena ia dapat berkumpul kembali dengan Cahaya tanpa ada perselisihan diantara mereka, apalagi saat ini tidak ada Calissa lagi yang bisa mengacaukan hubungan mereka tersebut.


"Yasudah, papa pergi dulu ya?" ucap Hendra pamit pada Cahaya. "Topan, om pergi dulu!" sambungnya sembari menoleh ke arah Topan.

__ADS_1


"Iya pah/om." ucap Cahaya dan Topan bersamaan, lalu mencium punggung tangan Hendra secara bergantian disana.


Setelahnya, Hendra pun pergi dari sana meninggalkan putrinya bersama dengan Topan untuk menuju ke tempat ia akan menemui pengacara yang sering diandalkannya. Hendra ingin perceraiannya dengan Calissa dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan, ia juga tidak mau Calissa terus saja mengeruk kekayaan yang seharusnya diwariskan kepada Cahaya selaku putrinya.


Sementara Cahaya dan Topan masih tetap disana berduaan, tampak Topan berjalan ke dekat Cahaya yang masih memandangi mobil papanya itu dan memeluk Cahaya dari samping. Tindakan Topan itu membuat Cahaya terkejut dan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan kaget, namun Cahaya tidak berontak ataupun marah-marah karena ia juga sedang butuh pelukan dari seseorang seperti ini.


"Kamu gausah sedih lagi ya! Sekarang semua masalah yang terjadi di dalam keluarga kamu udah selesai, biang masalahnya juga udah gak kelihatan sekarang. Jadi, kamu bisa hidup tenang tanpa takut akan adanya gangguan dari Calissa!" ucap Topan.


"Iya, makasih ya Topan! Gue gak nyangka lu rela lakuin semua ini demi gue, bahkan lu sampai nyelidikin Calissa sendirian dan langsung ungkapin itu semua ke papa." ucap Cahaya.


"Sama-sama. Sebenarnya aku cuma gak mau kamu sedih-sedih terus kayak kemarin, makanya aku bertekad lakuin apapun demi kamu dan supaya kamu juga enggak sedih lagi! Sekarang kamu senyum ya pacar, dan jangan takut lagi! Karena aku akan selalu ada di samping kamu untuk jagain kamu dari segala macam bahaya!" ucap Topan.


"Ahaha, bisa aja lu! Yaudah, sekarang anterin gue balik ke apartemen dong!" ucap Cahaya.


"Oke pacar! Eh tapi, kamu emang gak mau jalan dulu gitu sama aku menikmati hari Minggu yang indah ini? Kita kan sekarang udah berduaan, masa iya aku cuma nganterin kamu doang? Kan lebih asyik gitu kalo kita jalan-jalan dulu, ya nggak?" ucap Topan.


"Hmm, boleh deh. Tapi, gue mau ganti baju dulu lah! Kan kita abis pada dari makam nyokap gue, lu mending juga pulang dulu terus mandi! Baru nanti lu jemput lagi gue di apartemen," ucap Cahaya.


"Ya oke deh, aku nurut aja sama kamu!" ucap Topan.


"Yaudah yuk!" ucap Cahaya.


Topan mengangguk kemudian menggandeng tangan Cahaya dan membawa gadis itu ke dalam mobilnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2