Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 219. Ajak pulang


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 218


...•...


...•...


Topan yang baru keluar dari cafe itu, terus mencari dimana keberadaan Cahaya sang kekasih yang tadi ia lihat saat di dalam cafe. Topan penasaran dan ingin tahu apakah benar kalau Cahaya ada disana, apalagi kebetulan ia sedang ingin bicara dengan Cahaya jika memang benar kalau yang tadi ia lihat itu adalah Cahaya sang kekasih tercintanya.


Akan tetapi, Topan tak kunjung dapat menemukan Cahaya atau tanda-tanda kedua teman gadisnya itu berada disana. Padahal Topan sudah berulang kali celingak-celinguk mencari keberadaan sang kekasih dan berharap kalau ia bisa bertemu dengan Cahaya walau belum pasti semua itu, Topan tampak kesal dan jengkel karena kehilangan jejak dari sang pacar.


"Duh, pacar gue kemana ya? Masa sih tadi gue salah lihat? Kan gak mungkin, emang bener kok kalo itu Cahaya dan gue gak salah lihat! Tapi, kenapa bisa secepat itu dia pergi dari sini?" gumam Topan heran.


Disaat Topan sedang terdiam garuk-garuk hidung di dekat parkiran cafe, tiba-tiba saja ia melihat sosok gadis yang sedari tadi ia cari itu dari jarak yang tak jauh darinya saat ini. Topan pun tersenyum karena benar ternyata kalau Cahaya belum pergi dan ia masih bisa menemuinya, ia langsung bergerak maju untuk mendekati Cahaya dan berbicara dengannya.


"Ayo Cahaya, masuk ke mobil!"


"Iya, buruan kita balik deh!"


Terdengar samar-samar suara dari Mawar dan Melani alias teman Cahaya di telinga Topan, ya pria itu memang tak bisa jelas mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Namun, Topan tetap terus berjalan ke arah Cahaya sambil senyum-senyum dan sudah tidak sabar untuk segera bicara berdua dengan sang kekasih yang sangat ia cintai tersebut.


"Cahaya!" teriak Topan memanggil kekasihnya sambil mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Sontak Cahaya langsung terkejut dan menoleh ke asal suara tersebut, ia kaget lantaran ada Topan disana tengah berjalan menuju ke arahnya sambil tersenyum manis. Sedangkan Mawar serta Melani tampak menepuk jidat sambil saling pandang bingung harus apa, padahal mereka sudah susah payah agar Cahaya tak bertemu dengan Topan.


"Eh Topan, kamu kok bisa ada disini? Baru dateng atau gimana?" tanya Cahaya heran.


"Iya pacar, aku emang kesini buat nongkrong bentar tadi. Ya kebetulan udah lumayan lama sih, justru aku juga heran kenapa kamu bisa disini? Secara ini kan udah malem ya, kok kamu masih keluyuran di luar rumah begini sih pacar?" ucap Topan.


"Eee iya nih, aku tadi diajakin nonton film sama mereka berdua. Terus pas jalan pulang, tiba-tiba Mawar malah ngerasa haus dan ngajakin mampir ke cafe ini dulu buat minum!" ucap Cahaya.


"Ohh, tapi papa kamu tau?" tanya Topan.


"Umm, tadi sih aku udah izin mau pergi sama teman aku ini ke papa. Tapi, aku gak bilang kalau aku akan sampe malam begini!" jawab Cahaya.


"Duh, kalo papa kamu marah gimana? Bukannya om Hendra itu paling gak suka ya kalo kamu keluar malam kayak gini? Waktu itu aja aku mau izin bawa kamu main malam, eh dilarang sama papa kamu! Katanya itu bahaya buat kamu, karena kamu kan seorang wanita!" ucap Topan cemas.


"Ya itu dia, makanya aku mau langsung pulang ke rumah! Maaf ya Topan, aku gak bisa lama-lama ladenin kamu disini! Aku harus segera pulang sebelum papa marah!" ucap Cahaya.


"Eee tapi aku kan sama Mawar dan Melani, kalau aku bareng kamu terus mereka sama siapa dong?" tanya Cahaya tidak enak pada dua temannya.


"Gapapa, udah lu pulang aja sama kak Topan! Kita kan bisa pulang berdua, ya nggak Mel?" ucap Mawar mengikut Melani di sampingnya.


"Iya bener!" ucap Melani nyengir.


"Tuh kan, mereka udah setuju! Yuk kamu ikut aja sama aku pacar!" ucap Topan tersenyum.


"Eee ya-yaudah deh," ucap Cahaya gugup.


Topan pun mendekati Cahaya lalu menggenggam tangan gadis itu, ia pamit pada kedua gadis disana alias teman Cahaya untuk membawa Cahaya pulang ke rumahnya. Begitupun dengan Cahaya yang juga pamit serta berterima kasih pada temannya karena sudah mengajaknya jalan, ya Cahaya jadi terhibur dengan ajakan dari dua gadis tersebut tadi.


❤️

__ADS_1


Singkat cerita, kini Cahaya sudah berada di dalam mobil Topan alias sang kekasih. Ia sesekali menatap wajah Topan dari samping dan kembali membuang muka begitu Topan menoleh balik ke arahnya, Cahaya sebenarnya masih menyimpan rasa kesal pada Topan karena tadi tidak memberi kabar padanya setelah pulang dari rumahnya.


"Pacar, kamu kenapa sih? Kok daritadi nengok terus buang muka gitu? Ada sesuatu yang pengen kamu sampein ke aku pacar?" tanya Topan penasaran.


"Eh eee gak ada kok, a-aku cuma pegel aja kalo diem dan gak tolah-toleh begini!" jawab Cahaya bohong.


"Ohh, udah gausah bohong kali pacar! Bilang aja langsung ke aku, apa yang kamu pengen bicarakan sama aku sayang?! Kamu gausah takut, aku ini kan laki-laki yang baik dan penyayang! Jadi, aku gak akan marahin kamu pacar!" ucap Topan tersenyum.


"Umm, aku kesel sama kamu!" ucap Cahaya.


"Hah? Kok kesel? Emang aku bikin kesalahan apa sama kamu pacar, sampai kamu kesel gitu sama aku?" tanya Topan terheran-heran.


"Ya kesel lah! Abisnya tadi siang kamu gak kasih kabar apa-apa ke aku, mentang-mentang udah selesai makan bareng terus gak mau ngechat pacarnya gitu?!" ujar Cahaya cemberut.


"Ohh, jadi kamu kesel karena itu? Maaf ya pacar, aku tadi sebenarnya pengen banget kasih kabar ke kamu! Tapi, di jalan pulang aku dicegat sama Calissa!" ucap Topan coba menjelaskan pada Cahaya.


"Calissa? Ka-kamu ngapain aja sama wanita itu? Apa kamu...." ucap Cahaya menggantung.


"Hey, jangan mikir yang enggak-enggak dulu! Aku itu dicegat sama mobilnya Calissa, terus dia ajak aku buat ngobrol berdua di taman! Tapi, aku gak mau kok sebenarnya berurusan sama dia lagi! Ya cuma itu dia, Calissa nya maksa-maksa aku!" ucap Topan.


"Halah bohong! Bilang aja kalau kamu masih cinta sama Calissa, terus kamu—"


"Ssshhh! Jangan bicara begitu pacar! Aku kan udah bilang sama kamu, aku ini tulus cinta sama kamu dan cuma kamu yang aku cintai pacar!" potong Topan sambil menaruh telunjuk pada bibir Cahaya.


Sontak Cahaya terdiam ketika ditatap seperti itu oleh Topan dari jarak dekat, apalagi Topan juga masih menempelkan telunjuknya di bibir Cahaya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2