
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 129
...•...
...•...
Topan sudah selesai melakukan syuting iklan bersama Wulan hari ini, mereka saling pandang dan tersenyum satu sama lain karena puas setelah hasil syuting itu dianggap memuaskan, bahkan Topan tak henti-hentinya menatap gadis di sampingnya itu.
Tak lama kemudian, Eun-Kyung datang dari arah luar menghampiri putranya secara tiba-tiba dan mengucapkan selamat pada mereka atas keberhasilan melakukan syuting iklan itu, Eun-Kyung merasa bangga pada Topan putranya tersebut.
"Ya ampun, Topan! Kamu bener-bener waw, keren banget tau!" ujar Eun-Kyung.
Kedatangan Eun-Kyung pun membuyarkan momen tatap-tatapan antara Topan dengan Wulan, mereka kini jadi salah tingkah sendiri dan reflek membuang muka karena malu, sedangkan Eun-Kyung tampak senang melihat putranya tadi tengah memandang wajah Wulan dan begitupun sebaliknya.
"Aduh aduh, ternyata udah selesai syuting juga kalian masih suka pandang-pandang ya? Duh mama jadi ngerasa bersalah nih udah ganggu kalian," ucap Eun-Kyung.
"Eh gak kok mah, mana ada mama ganggu? Lagian kan proses syutingnya udah kelar, tadi kita tuh masih kebawa suasana aja. Aslinya mah gak ada apa-apa lah, mah! Ya kan Wulan?" ucap Topan.
"Ah iya, tante. Maafin aku ya, tadi aku terlalu kebawa jadinya masih terus tatap muka kamu!" ucap Wulan.
"Gapapa kok, aku kan juga masih kebawa tadi. Lagian emang wajah kamu indah sih, cocok banget buat iklanin produk kecantikan kayak gini!" ucap Topan secara tidak sadar memuji Wulan.
Sontak Eun-Kyung semakin dibuat senang karena kedekatan antara putranya dengan Wulan itu, apalagi saat Topan memuji Wulan dan membuat gadis itu salah tingkah seketika, Eun-Kyung memang sangat berharap mereka berdua bisa dekat.
"Aw aw, bener banget yang dibilang Topan. Kamu itu emang cantik loh, Wulan!" ucap Eun-Kyung.
"Tante bisa aja, semua cewek kan emang cantik gak ada yang ganteng." ujar Wulan sambil nyengir.
__ADS_1
"Hahaha, bukan itu maksud tante. Tapi, kamu tuh cantiknya luar biasa lebih dari wanita-wanita yang lain!" ucap Eun-Kyung menjelaskan.
"Makasih tante," ucap Wulan tersenyum malu.
Topan hanya senyum-senyum saat ini mendengar obrolan antara mamanya dengan Wulan, ia bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Topan pun memilih berdiri untuk pamit pada mamanya karena ia ingin pulang sekarang juga.
"Mah, aku pulang sekarang ya?" ucap Topan.
"Loh kok pulang? Udah kamu disini aja, ngobrol dulu sama Wulan biar makin akrab!" ucap Eun-Kyung melarang Topan untuk pulang.
"Iya, aku masih ada urusan lain, mah!" ucap Topan.
"Ah urusan apa sih? Paling juga kamu mau ngumpul kan sama temen-temen kamu, mending kamu disini temenin Wulan tuh!" ucap Eun-Kyung.
Topan pun melirik ke arah Wulan dan tersenyum. Ia akhirnya terpaksa tidak jadi pulang lantaran mamanya terus saja memaksa agar ia tetap disana bersama Wulan, walau sebenarnya ia sangat tidak ingin berada disana terus-menerus.
"Eee tante, gapapa kalo Topan pengen pulang. Lagian aku kan masih harus syuting lagi, kalo Topan temenin aku nanti dia bosen!" ucap Wulan.
"Nah bener tuh, aku pasti bosen mah! Jadi mending aku pulang aja, ya?" ucap Topan.
"Kamu ini daritadi pengen pulang terus! Yaudah lah, terserah kamu aja! Mama gak bisa lagi tahan kamu disini, karena Wulan juga udah minta kamu pulang!" ucap Eun-Kyung pasrah.
Akhirnya Topan mencium tangan mamanya lalu juga bersalaman dengan Wulan disana, ia pun pergi menuju tempat parkir motornya lalu pulang ke rumah sesuai kemauan dirinya, ia sangat senang karena bisa terlepas dari mamanya dan juga Wulan.
...•••...
Disisi lain, Cahaya mengejar Calissa yang berjalan cepat menuruni tangga menuju ruang bawah. Cahaya sangat khawatir kalau nantinya Calissa akan melaporkan dirinya kepada sang papa, ia tidak mau masalah ini akan menjadi semakin rumit.
Cahaya pun terpaksa mengejar-ngejar Calissa lalu memohon-mohon pada wanita itu, semuanya ia lakukan dengan terpaksa agar Hendra tidak mengetahui tentang ini, ia berhasil menahan Calissa saat turun dari tangga dengan mencekal lengannya.
"Tunggu, mah!" ujar Cahaya panik.
"Kenapa sih, Aya?" tanya Calissa menoleh kesal.
"Mama jangan laporin ini ke papa, ya! Aku gak mau papa makin marah sama aku, tolong dong mah!" ucap Cahaya merengek pada Calissa.
__ADS_1
"Gak bisa, aku harus kasih tau ini ke mas Hendra! Supaya dia tau kelakuan kamu yang masih aja nekat ketemu sama Topan di luar!" ucap Calissa tegas.
"Duh, jangan dong mah! Aku janji deh gak akan begitu lagi, tolong ya mah!" ucap Cahaya memelas.
Calissa terdiam memandangi wajah Cahaya dengan raut kesenengan, ia memiliki ide untuk memanfaatkan kesempatan ini agar bisa menjadikan Cahaya sebagai alatnya, ia tersenyum lalu mendekat ke arah Cahaya dan berbicara sesuatu.
"Oke, aku gak akan bilang ke mas Hendra. Tapi, ada satu syarat!" ucap Calissa tersenyum licik.
"Syarat apa, mah?" tanya Cahaya bingung.
"Kamu harus nurut sama aku, dan kamu juga gak boleh membangkang dari kata-kata aku!" jawab Calissa menjelaskan.
"Hah?" Cahaya terkejut bukan main mendengar syarat yang diminta oleh Calissa.
"Mama gak salah bicara? Kenapa syaratnya harus begitu?" tanya Cahaya masih tak percaya sekaligus kaget dengan ucapan Calissa tadi.
"Ya enggak dong, emang aku maunya begitu. Kalau kamu gak mau, yaudah gampang!" ujar Calissa.
"Duh, jangan dong mah! Oke deh iya, aku ikutin syarat dari mama itu! Tapi, mama bener ya jangan lapor ke papa soal ini?" ucap Cahaya terpaksa nurut.
"Iya aku janji, asal kamu juga terus nurut sama aku dan gak membangkang!" ucap Calissa.
Cahaya manggut-manggut setuju. Ia terpaksa harus mengikuti kemauan Calissa mama mudanya itu karena tak ada pilihan lain, tentu saja ia tidak ingin melakukan itu jika saja Calissa tak mengancam dirinya untuk melaporkan itu ke papanya.
Calissa pun senyum-senyum gembira karena berhasil membuat Cahaya tunduk padanya, ia kali ini bisa menyetir Cahaya untuk patuh dan mengikuti kemauan dirinya, ia juga langsung mengatakan pada Cahaya permintaan pertama yang harus dituruti dia.
"Nah Cahaya, yang pertama harus kamu lakuin adalah pijitin kaki aku! Pegel banget nih soalnya, tadi aku harus berdiri dua jam lebih di lokasi syuting." ucap Calissa.
"Hah? Kalo mama pegel atau capek, mending sewa tukang pijit aja mah! Aku gak jago kalo soal itu, nanti yang ada mama makin pegel lagi!" ucap Cahaya.
"Hey, kan tadi aku udah bilang jangan bangkang! Lakuin aja semua yang aku minta, aku mau kamu pijitin kaki aku sekarang juga!" ujar Calissa.
"Huft, iya deh...."
Cahaya mendengus pasrah, ia pun terpaksa melakukan kemauan Calissa agar tidak terjadi masalah selanjutnya yang bisa membuat hubungan ia dengan Topan makin renggang, Cahaya langsung mengikuti Calissa ke kamarnya untuk mulai pijat.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...