Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 216. Adik Topan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 215


...•...


...•...


Topan pulang ke rumah sesudah selesai bicara dengan Calissa, Topan masih kebingungan lantaran ucapan gadis itu yang mengarah pada ancaman untuk Cahaya serta dirinya. Namun, Topan coba untuk tidak ambil pusing atas ucapan Calissa yang seperti itu, karena menurutnya Calissa hanya asal bicara dan tak mungkin berani melakukan apapun.


Disaat Topan masuk ke dalam rumahnya dan hendak menaiki tangga menuju kamar, ia tak sengaja melihat Eun-Kyung alias mamanya sedang duduk di sofa sambil menangis sesenggukan. Topan pun heran karena tak biasanya sang mama menangis seperti itu disana, apalagi sekarang masih siang dan seharusnya Eun-Kyung juga sedang syuting di lokasi.


"Mama kenapa ya? Kok bisa sampai nangis kayak gitu?" gumam Topan dalam hati.


Akhirnya karena rasa penasaran yang teramat sangat, membuat Topan memilih untuk mendekati mamanya di depan sana dan bertanya langsung pada Eun-Kyung. Ya sebagai anak yang baik hati dan penyayang pada sang mama, tentu Topan tak tega melihat mama kandungnya menangis seperti itu apalagi sudah menghabiskan sekotak tisu.


"Mah, mama kenapa?" tanya Topan dengan nada yang lembut serta perhatian sambil menatap wajah sang mama lalu duduk di samping Eun-Kyung dan memegang dua pundak wanita itu.


"Eh Topan, kamu udah pulang?" ucap Eun-Kyung.


"Iya mah, sekarang mama jelasin ke aku ya! Mama ini kenapa nangis kayak gini? Aku kaget loh lihatnya, ada masalah apa sih mah?" ucap Topan cemas.


"Gapapa kok sayang, mama cuma lagi sedih aja! Kamu istirahat gih sana di kamar, kamu kan pasti capek abis dari luar! Gausah khawatir sama mama, mama baik-baik aja kok!" ucap Eun-Kyung.

__ADS_1


"Mana bisa gitu, mah? Aku ini cemas banget loh sama mama, kan gak biasanya mama begini! Ayolah mah, cerita aja sama aku!" ucap Topan.


"Kamu ini anak yang baik Topan, mama beruntung bisa punya anak seperti kamu! Seharusnya selama ini mama gak cuek sama kamu, maafin mama ya karena jarang kasih perhatian ke kamu! Mama benar-benar nyesel banget!" ucap Eun-Kyung.


"Emang apa yang bikin mama sampai sedih kayak gini sih, mah?" tanya Topan penasaran.


"Mama kepikiran sama papa kamu, mama kecewa banget sama papa kamu itu! Karena papa kamu udah bohongin mama selama ini!" jawab Eun-Kyung.


"Bohong? Soal apa mah?" tanya Topan.


"Eee ini masalah adik kamu, dia yang dulu sempat bikin keributan di keluarga kita! Mama kan marah banget sama papa kamu dulu, sekarang karena dia juga mama nangis sayang!" ucap Eun-Kyung.


"Adik? Loh emang dia masih ada sekarang? Kan papa udah bawa dia pergi, mah!" ucap Topan heran.


"Iya sayang, itu dia yang bikin mama kesal banget sama papa kamu! Karena ternyata papa kamu bohong sama mama, dia itu gak singkirin adik kamu! Justru papa kamu selama ini ngerawat dia sampai bisa jadi dewasa!" jelas Eun-Kyung.


"Iya kamu benar, dan kamu tau gak siapa adik kamu itu sebenarnya?" ucap Eun-Kyung menahan air mata yang ingin tumpah.


"Si-siapa emang mah?" tanya Topan.


Eun-Kyung mengambil nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan Topan, ia sendiri juga sebenarnya masih belum percaya kalau Wulan adalah anak dari suaminya. Padahal selama ini ia dan Wulan sudah cukup dekat seperti ibu dan anak pada umumnya, namun kenyataan pahit harus diterima olehnya karena Wulan adalah anak tirinya.


"Wulan!" jawab Eun-Kyung sambil menatap wajah putranya dengan mata berkaca-kaca.


Topan langsung terkejut bukan main mendengar jawaban dari sang mama.


...•••...


Disisi lain, Cahaya masih tampak gusar di atas ranjang kamarnya sembari memeluk guling dengan posisi tengkurap menanti pesan atau telpon dari Topan sang kekasih. Ya sudah cukup lama memang Cahaya menunggu kabar dari sang kekasih karena ia sangat cemas, namun hingga kini ia tak kunjung mendapat kabar dari Topan yang sudah pulang.

__ADS_1


Cahaya pun hanya uring-uringan tidak jelas di atas ranjangnya sambil memegangi ponsel, wajahnya juga terus ditekuk tanda kalau ia sangat bete pada Topan yang masih tak memberi kabar padanya. Ya entah mengapa saat ini Cahaya menjadi sangat bucin dan khawatir pada kekasihnya, padahal dulu ia dengan Topan itu saling ribut dan sering sekali bertengkar.


"Huft, Topan ini kemana sih? Masa iya harus gue duluan yang mulai ngechat buat tanyain kabar dia? Tengsin dong gue, harusnya kan dia yang chat gue dan kasih kabar!" gumam Cahaya cemberut.


Tliingg...


Tak lama kemudian, ponsel Cahaya berdering singkat tanda ada pesan yang masuk kesana. Mendengar itu membuat Cahaya langsung senang dan berharap itu adalah pesan dari Topan, ia pun menyalakaqn ponselnya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan ke nomornya barusan sekaligus membaca isi pesan tersebut.


"Yah ternyata dari Mawar, gue kira si Topan yang sms gue barusan!" gumam Cahaya sedih.


Ya Cahaya sangat kecewa lantaran pesan yang masuk barusan adalah dari Mawar sahabatnya, bukan dari Topan sang kekasih seperti yang ia harapkan sedari tadi. Namun, Cahaya tetap membaca isi pesan dari Mawar tersebut karena ia penasaran apa yang dikirimkan oleh Mawar ke nomornya itu dan ia juga ingin tahu.


✉️Mawar : Halo Cahaya! Lu sekarang lagi dimana nih? Bisa gak kita main bareng ke mall sambil nonton film yang lagi viral itu? Kalau bisa atau gak bisa, kabarin ya Aya!


Setelah membaca isi pesan tersebut, Cahaya langsung gembira dan seketika ia lupa kalau sedang menunggu pesan dari Topan. Ya Cahaya pun segera membalas pesan Mawar dan mengatakan kalau ia bisa dan mau pergi bersama gadis itu menonton film yang sedang viral, apalagi Cahaya memang cukup jarang melakukan kegiatan tersebut.


"Maaf deh Topan! Aku udah males nungguin kamu mulu daritadi, jadi mending aku pergi aja sama Mawar deh! Abisnya sampe sekarang kamu juga belum kasih kabar ke aku sih!" ucap Cahaya kesal.


Akhirnya Cahaya bangkit dari ranjangnya dan hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum bergegas menuju mall bersama Mawar nantinya. Ya Cahaya sudah tidak sabar ingin segera pergi jalan-jalan bersama temannya tersebut, karena sudah cukup lama mereka tidak jalan bersama sejak Cahaya memiliki pacar.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya dari arah luar, ya Cahaya yang hendak membuka baju pun mengurungkan niatnya dan terpaksa berjalan sejenak ke arah pintu untuk mengecek siapa yang datang kesana.


"Siapa...??" tanya Cahaya berteriak sambil berjalan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2