
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 56
...•...
...•...
Cahaya dengan sangat terpaksa akhirnya manut mengikuti kemana orang-orang itu membawanya pergi, kondisinya saat ini sudah sangat lemas sehingga tak mungkin baginya untuk terus berlari dan kabur dari mereka. Apalagi seragam serta jaketnya kini penuh tanah merah akibat terperosok ke jurang tadi dan telapak tangannya juga mengalami sedikit luka, ya Cahaya benar-benar kacau saat ini karena habis terkena musibah.
Mereka semua berada di dalam mobil jeep yang datang menjemput sesuai permintaan pemimpin mereka yang saat ini juga duduk di samping Cahaya, pria itu terus memegangi tangan Cahaya berjaga-jaga agar gadis itu tidak kabur dan nanti malah menyusahkan mereka lagi. Walau Cahaya juga sudah berjanji tidak akan kabur lagi, itu karena ia tidak kuat untuk berlari dengan kondisi seperti sekarang.
Ada 3 orang yang bersama Cahaya saat ini, 2 pria duduk di depan dan salah satunya adalah sang supir sedangkan yang satu lagi yakni pria yang terkena patokan ular ketika di hutan tadi dan kakinya sudah diobati oleh teman-temannya.
"Kenapa kalian gak mau kasih tau gue, siapa bos kalian? Emang apa salahnya sih tinggal nyebut aja?" tanya Cahaya menatap pria di sampingnya.
Bukannya menjawab, pria itu malah menyodorkan tangannya ke arah Cahaya sembari menyunggingkan senyum di wajahnya. Tentu Cahaya tak mengerti apa maksud pria itu mengulurkan tangan ke arahnya, padahal sebelumnya ia tidak mengajaknya berkenalan atau apapun itu.
"Lu kenapa dah?" tanya Cahaya heran.
"Kenalin nama gue Faisal, jadi lu gak perlu tanya-tanya lagi!" ucap pria itu memperkenalkan diri.
"Ohh, tapi kan yang gue tanyain itu siapa bos lu! Kenapa malah lu yang ngenalin diri coba?" ujar Cahaya terheran-heran.
"Ya karena nama bos gue gak boleh disebut, jadi mending gue sebutin nama gue aja kan? Udah lah lu tenang aja, bos gue bukan orang jahat kok! Percaya deh sama gue, kalo dia jahat gak mungkin tadi dia nyuruh kita buat selamatin lu dari jurang!" ucap Faisal meyakinkan Cahaya.
Cahaya hanya diam sembari memalingkan wajahnya ke arah lain, ia melihat keluar jendela dan ia baru sadar kalau jalan ini sudah memasuki luar kota.
__ADS_1
"Heh, sebenarnya lu mau bawa gue kemana sih? Kenapa sampe keluar kota segala??" tanya Cahaya.
"Udah diem aja, gausah banyak tanya deh!" ujar Faisal.
"Ish, awas ya kalo lu berani macem-macem sama gue!" ancam Cahaya.
Faisal hanya tersenyum tipis memandang wajah gadis itu dari samping, ia terpesona pada kecantikan Cahaya dan mungkin kalau bukan karena bosnya pasti ia sudah mendekati Cahaya untuk dijadikan istri simpanannya.
Tak lama kemudian, mobil mereka berhenti di depan sebuah tempat kecantikan yang lumayan mewah. Sontak Cahaya menganga melihatnya dan masih tak mengerti mengapa Faisal membawanya kesini, ia menatap wajah Faisal dengan penuh penasaran.
"Ngapain lu bawa gue kesini? Emangnya bos lu ada di dalam sana? Oh atau bos lu itu bencong yang suka ada di tempat-tempat kayak gini??" tanya Cahaya.
"Bukan, bos gue yang minta kita bawa lu kesini buat didandanin dulu! Lagian lu aja kotor begini, rasanya gak pantes kalo langsung ketemu sama bos gue! Udah yuk kita turun dan rapihin tubuh lu, supaya bos gue nanti makin kesemsem sama lu!" ucap Faisal.
"Hah?? Buat apa coba gue harus dandan segala? Lagian gue gak biasa didandanin begitu, gue gak mau ah gak suka!" ujar Cahaya menolak.
"Yaelah cuma sedikit kok, ayo cepet!" paksa Faisal.
Mereka langsung masuk kesana untuk mempercantik tampilan Cahaya sebelum nantinya akan dibawa bertemu bersama Topan di suatu tempat, begitu masuk mata Cahaya langsung terbelalak melihat keindahan di dalam sana.
Seorang wanita datang menghampiri mereka memberi sambutan sekaligus menanyakan hendak diberi pelayanan apa disana.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanyanya.
"Ya, tolong kalian percantik gadis ini dan berikan dia pakaian terbaik disini! Ingat, hasilnya harus perfect dan tidak boleh mengecewakan!" ucap Faisal.
"Baik pak, mari mbak....!!" ucap wanita itu.
Cahaya pun pergi mengikuti wanita itu untuk mulai dirias di dalam sana, sedangkan Faisal menunggu diluar sembari mengabari bosnya.
Bos, saya sudah membawa Cahaya ke tempat kecantikan yang bos suruh! Sekarang dia lagi didandani disana, saya yakin bos pasti akan terpukau begitu melihat hasilnya nanti!
Itulah pesan yang dikirim Faisal ke nomor Topan, setelahnya ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana lalu bersandar disana.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Topan yang tengah menyetir mobil dalam perjalanan menuju lokasi yang sudah ia siapkan untuk menyambut Cahaya tiba-tiba merasa heran karena mobil di belakangnya seperti sedang mengikuti dirinya. Ia pun coba memastikan dengan memakai trik belok kanan tiga kali dan belok kiri sekali, hal itu agar ia tahu kalau mobil di belakang benar-benar mengikutinya atau hanya kebetulan saja arah jalannya sama.
Tliingg...
Namun, malah ponselnya berdering yang membuat ia harus berhenti sejenak ke pinggir jalan dan ternyata mobil di belakangnya tetap lewat begitu saja maka Topan pun berpikir kalau mobil itu tidak sedang mengikutinya.
Faisal : Bos, saya sudah membawa Cahaya ke tempat kecantikan yang bos suruh! Sekarang dia lagi didandani disana, saya yakin bos pasti akan terpukau begitu melihat hasilnya nanti!
Setelah membaca pesan dari Faisal, Topan tampak tersenyum tak sabar menanti pertemuannya dengan Cahaya walau ia khawatir gadis itu nantinya akan marah begitu mengetahui dirinyalah yang sudah menyuruh Faisal dkk untuk menculiknya.
"Baguslah, Cahaya pasti bakal cantik banget abis didandanin di tempat itu! Kali ini gue harus bisa bikin dia klepek-klepek sama gue, karena cuma dengan cara itu gue bikin Bella menjauh!" ucapnya.
Topan pun kembali lanjut melajukan mobilnya dan menyimpan ponselnya, ia juga lega karena mobil yang dianggap mengikutinya itu ternyata hanya salah sangka saja dan kini ia bisa pergi dengan santai tanpa khawatir sedang diikuti atau apa.
🌺
Sementara dari sisi lain, Bella tampak kesal pada supir taksinya karena gagal mengikuti mobil Topan dengan benar dan sekarang mereka malah mengarah ke arah yang tak diketahui.
"Pak, kenapa sih bapak gak ikutan berhenti tadi? Kalo gini kan kita jadi ketinggalan jejak mobil tadi!" ujar Bella kesal.
"Maaf non, abisnya kalo kita berhenti juga nanti dia bakal curiga lagi diikutin non!" ucap supirnya.
"Ish dasar gak becus! Udah ah sekarang kita pulang aja ke rumah, saya gak selera lagi buat ngikutin mobil pacar saya itu!" ucap Bella ngambek.
"Baik, non!"
Akhirnya sang supir mengarahkan mobilnya menuju rumah Bella sesuai kemauan gadis itu, tampak Bella sangat kesal dan bete karena gagal mengikuti mobil Topan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1