
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 292
...β’...
...β’...
Saat kembali ke kamarnya, Cahaya baru sadar jika ponsel miliknya tidak ada disana.
Ia pun kebingungan mencari kesana-kemari, namun tidak menemukan apapun. Padahal seingatnya ia sudah menaruh ponsel itu di kamar, walau ia tidak terlalu yakin dengan itu.
"Duh, hp gue mana ya...??"
Karena tak menemukannya di kamar maupun tas sekolah miliknya, Cahaya memutuskan untuk pergi keluar mencari di sekitaran rumah.
"Barangkali aja ada di luar, tapi perasaan gue gak bawa hp tadi pas temuin Robi. Ah gapapa deh, gue coba cari aja dulu siapa tau ada! Lagian kemana sih lu hp, pake ilang-ilangan segala!" gumamnya.
Disaat Cahaya tengah sibuk mencari-cari ponselnya di sekeliling rumah, tiba-tiba bik Atun muncul menghampiri Cahaya sembari membawa kain pel.
"Misi non, maaf ganggu!" ucap bik Atun.
"Eh bik, kenapa?" tanya Cahaya bingung.
"Anu loh non, ada telpon dari mas Topan di ruang keluarga. Katanya mau bicara sama non Aya," jawab bik Atun.
"Ohh, iya bik makasih ya!" ucap Cahaya.
"Iya non, sama-sama. Kalo gitu bibik permisi lagi ya, non?" ucap bik Atun.
"Iya bik,"
Bik Atun pun pergi melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Cahaya masih terdiam disana bingung mencari dimana ponselnya.
"Pacar pasti nelpon lewat telpon rumah karena dia gak bisa hubungin nomor gue, haish ini kemana sih hp gue ya? Kenapa bisa tiba-tiba hilang kayak gini?" gumamnya.
Akhirnya Cahaya melangkah menuju ruang keluarga untuk mengangkat telpon dari Topan.
π"Halo pacar!" ucap Cahaya.
π"Hey, kok lama sih pacar? Terus kenapa hp kamu aku telponin gak nyambung-nyambung sih? Kamu blok nomor aku ya, atau gimana?" tanya Topan.
__ADS_1
π"Hah? Eee enggak kok, yakali aku blok kamu! Aku juga bingung hp aku dimana!" jawab Cahaya.
π"Lah kok bingung? Masa hp sendiri gak tahu ada dimana? Kamu jangan bohong deh sama aku sayang, bilang aja kamu marah kan sama aku! Pake segala pura-pura begitu, emangnya kamu pikir aku anak kecil apa?" geram Topan.
π"Gak gitu pacar, aku gak marah kok sama kamu! Emang beneran hp aku gak tahu ada dimana, ini aku aja lagi sibuk nyari! Kamu percaya dong sama aku pacar, hp aku ilang!" jelas Cahaya.
π"Halah, aku gak percaya!" ujar Topan.
π"Ish, ini beneran pacar! Kamu kenapa gak percaya sih sama aku?" ucap Cahaya.
π"Kalo emang bener, yaudah kamu temuin aku sekarang di cafe pelita jaya! Kalau kamu gak datang, artinya kamu bohong dan aku marah sama kamu pacar!" ujar Topan.
π"Hah?? Ta-tapi..."
Tuuutttt...
Ucapan Cahaya belum sempat terselesaikan, karena Topan sudah lebih dulu mematikan teleponnya.
"Haish, kok dimatiin sih?" geram Cahaya.
Cahaya pun langsung panik karena ia tak ingin Topan kekasihnya itu marah, padahal memang benar ia sendiri saja tidak tahu dimana hp miliknya itu berada saat ini.
Akhirnya Cahaya memilih kembali ke kamar dan bersiap-siap menemui Topan di cafe, tentu ia tak mau jika nantinya Topan marah atau menganggap dirinya bohong dan terjadi masalah yang lebih besar diantara mereka hanya karena hp hilang.
"Topan kok jadi gak percayaan gitu ya sama gue?" gumam Cahaya kebingungan.
Ya gadis itu ingin membuat kekasihnya terkesima dan tidak jadi marah-marah lagi.
"Haha, pasti Topan gak bisa marah sama gue nanti! Lagian emang bener kok hp gue gak ada, sialan emang tuh hp bikin masalah aja! Semoga Topan bisa percaya sama kata-kata gue!" ucap Cahaya.
Cahaya segera mengambil tasnya, lalu keluar dari kamar untuk meminta supirnya mengantar ia ke tempat janjian dengan Topan.
β’
β’
Singkat cerita, Cahaya sudah sampai di lokasi ia janjian ketemu dengan Topan. Namun, belum ada tanda-tanda pria itu disana sehingga Cahaya pun memilih duduk saja menunggu lebih dulu.
Gadis itu terus celingak-celinguk, mencari apakah Topan sudah datang atau belum.
"Duh, Topan mana sih?" gumamnya kebingungan.
Tiba-tiba saja, seseorang menutup matanya dari belakang dengan dua tangan dan membuat Cahaya terkejut lalu reflek berteriak.
"Aaa lu siapa? Jangan macem-macem!" ujar Cahaya.
"Hahaha..."
__ADS_1
Justru suara tawa yang muncul dari arah belakang gadis itu, sontak Cahaya bertambah kaget plus penasaran ingin tahu siapa yang menutup matanya tersebut.
"Hey pacar!"
Disaat pria itu melepas tangannya dari mata Cahaya, gadis itu pun terkejut karena ternyata yang menutup matanya adalah Topan alias kekasihnya.
"Haish, kamu apaan sih? Ngagetin aja tau!" ujar Cahaya sambil menghela nafas.
Topan tertawa kecil, kemudian duduk di samping Cahaya sembari menggenggam tangan gadis itu.
"Hahaha, maaf sayang! Aku suka aja ngagetin kamu kayak gitu, soalnya reaksi kamu tuh gemesin banget sih sayang!" ujar Topan nyengir.
"Ish, dasar ngeselin!" cibir Cahaya.
"Iya iya, aku minta maaf ya! Terus, kenapa sih kamu blok nomor aku pacar?" ujar Topan.
"Hah? Aku gak ngeblok!" ucap Cahaya.
"Yaelah masih ngeles aja! Padahal udah jelas kamu blok nomor aku, buktinya aku chat kamu cuma ceklis satu. Terus aku telpon juga gak bisa-bisa, kenapa sih sayang kamu kayak gitu ke aku?" ujar Topan.
"Apaan sih? Udah aku bilang, aku gak ngeblok kamu pacar! Hp aku tuh hilang, kamu percaya dong sama aku pacar!" jelas Cahaya.
"Ah alasan aja kamu! Kalau emang aku ada salah sama kamu, udah bilang aja pacar! Biar supaya aku tau apa kesalahan aku dan aku bisa langsung minta maaf sama kamu, jangan malah main blok nomor aku kayak gini dong!" ujar Topan.
"Ish, kamu tuh ngeselin banget sih! Aku gak blok nomor kamu pacar!" ucap Cahaya kesal.
Melihat ekspresi Cahaya yang sudah sangat kesal, Topan pun menghentikan aktingnya dan merangkul Cahaya dari samping sambil tersenyum mengusap puncak kepala gadisnya.
"Iya iya, aku bercanda kok!" ucap Topan lembut.
"Hah? Maksudnya?" tanya Cahaya heran.
Topan senyum-senyum, kemudian mengambil sesuatu dari saku celananya. Ia menunjukkan sebuah barang yang tak lain adalah hp milik Cahaya di hadapan gadis itu.
Sontak Cahaya menganga begitu mendapati ponselnya ada di tangan Topan.
"I-itu kan hp aku, kok ada di kamu?" tanya Cahaya.
"Hahaha, iya sebenarnya ini tadi ketinggalan di mobil aku pas abis anterin kamu pulang. Aku sengaja gak balikin supaya bisa kerjain kamu," jelas Topan.
"Hah? Ish, dasar nyebelin! Aku udah panik banget tau nyariin hp aku, apalagi kamu tadi marah-marah sama aku dan ngira aku blok nomor kamu! Ah kamu mah bercandanya gak lucu!" ujar Cahaya ngambek.
"Eee iya iya, aku minta maaf ya sayang! Jangan ngambek dong!" bujuk Topan.
Cahaya cemberut, namun Topan langsung memeluk serta mencubit pipi gadisnya sampai Cahaya merasa tersipu dan akhirnya mau tersenyum.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...