
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 270
...β’...
...β’...
Jesslyn langsung bergerak hendak membuka pakaian yang dikenakan Cahaya, namun Cahaya dengan cepat berontak dan berdiri menolak apa yang akan dilakukan Jesslyn padanya.
"Gak, aku gak mau!" bentak Cahaya kesal.
"Kenapa cantik?" tanya Jesslyn tak mengerti.
Cahaya menggeleng sembari menutupi tubuhnya, ia kini berubah menjadi ketakutan. Cahaya sama sekali tak menyangka apa yang terjadi saat ini dengannya, ya karena pakaian itu memang lebih mirip seperti pakaian dinas malam seorang istri yang akan melayani suaminya.
"Ayo cepat pake ini cantik! Kamu udah ditunggu loh sama Ridwan di depan," paksa Jesslyn.
"Gue gak akan pernah mau pake pakaian itu, lagian emang ini pemotretan jenis apa sih? Kenapa gue harus pakai baju yang kayak gitu? Emangnya gak ada baju lain apa, ha?!" ujar Cahaya tegas.
"Aduh sayang, kamu banyak protes deh! Udah ayo buruan dipake ini bajunya, kalau kamu gak mau aku terpaksa nih panggil Ridwan kesini!" ancam Jesslyn.
"Sampai kapanpun gue gak mau pake itu baju, gue mau batalin aja jadi model disini! Mending gue pulang dan gak akan pernah nginjekin kaki disini lagi, dasar kalian fotografer abal-abal! Kalian cuma mau lecehin gue kan?!" bentak Cahaya geram.
"Hah? Kamu bilang apa sih, kan ini emang pemotretan untuk model majalah dewasa. Jadi, ya kamu harus pakai baju ini dong cantik! Kamu gausah pura-pura gitu deh, lagian cuma foto kok gak akan ada pelecehan disini cantik! Kamu percaya deh sama aku, yuk dipake!" ucap Jesslyn.
"Gak! Gue gak mau, dan lu gak bisa paksa gue!" ujar Cahaya.
Gadis itu hendak meninggalkan ruangan tersebut karena kesal, namun Jesslyn mencekal lengannya dari belakang dan menahan Cahaya disana.
"Tunggu, jangan keluar!" ucap Jesslyn.
"Ish, lepasin gue! Gue gak mau jadi model beginian, dasar fotografer abal-abal!" ucap Cahaya berontak dan berhasil lepas setelah mendorong Jesslyn hingga terhuyung ke belakang.
Mendengar suara keributan dari dalam kamar rias, tentu saja Ridwan serta ketiga teman prianya langsung menuju ke depan kamar itu.
__ADS_1
TOK TOK TOK...
"Hey, Jesslyn! Ada apa di dalam ha?" tanya Ridwan.
Jesslyn pun memanfaatkan munculnya Ridwan untuk membuat Cahaya tetap disana.
"Ridwan, model lu bandel nih! Masa dia gak mau pake baju yang udah gue siapin!" teriak Jesslyn.
"Apa??" Ridwan terkejut mendengarnya.
Ceklek...
Tanpa basa-basi, Ridwan beserta ketiga temannya menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar itu. Ya kini Cahaya berada disana dan dikelilingi oleh orang-orang yang berniat jahat padanya.
"Cahaya, kenapa kamu gak mau pakai baju itu?" tanya Ridwan dengan nada lembut.
"Jelas gue gak mau lah! Ini pakaian jenis apa? Gue gak mau ya kalau gue harus jadi model majalah dewasa, lu yang bener aja dong!" bentak Cahaya.
"Loh emang Lyodra gak kasih tau ke lu, kalau gue ini emang fotografer majalah dewasa?" ujar Ridwan.
"Enggak, dia gak ada bilang apa-apa. Dia cuma kasih tau ke gue kalo lu itu butuh model, dan dia gak cerita ke gue tentang ini semua! Pokoknya sekarang gue gak mau jadi model lu, gue milih mundur dan keluar dari sini!" ucap Cahaya.
"Hah? Lu ngancem gue?" ujar Cahaya.
"Iya, intinya kamu harus mau jadi model saya kalau gak ingin sesuatu yang buruk terjadi ke kamu! Ayo cepat ganti pakaian kamu, kita akan mulai pemotretan sebentar lagi!" ucap Ridwan.
"Gue gak mau!" teriak Cahaya.
Gadis itu hendak kabur dari sana, namun ketiga pria teman Ridwan langsung mengepungnya dan menghalangi jalan keluar, sehingga Cahaya tidak bisa pergi kemana-mana. Ya Ridwan pun juga ikut menghampiri Cahaya sambil tersenyum smirk dan berhenti tepat di depan wajah gadis itu.
"Cahaya, kamu itu cantik dan tubuh kamu juga seksi. Kamu model yang sesuai untuk saya, jadi kamu harus ikut prosesi ini!" ucap Ridwan.
"Ogah! Gue gak mau cari uang dari beginian, mending lu cari model lain aja!" ucap Cahaya.
Ridwan langsung mencengkeram lengan Cahaya dengan kuat dan menatapnya tajam, gadis itu tak bisa bergerak banyak karena lengannya dicengkeram sangat kuat.
"Kamu gak bisa kemana-mana! Ikuti pemotretan ini, kalau kamu mau selamat!" ucap Ridwan.
Gadis itu meringis menahan sakit pada lengannya, lalu Ridwan memerintahkan Jesslyn untuk membantu membuka pakaian Cahaya. Sedangkan ketiga pria yang lain pun turut membantu Ridwan menenangkan Cahaya, sampai akhirnya Cahaya bisa duduk seperti semula dengan tenang.
"Saya dan yang lain tunggu di luar, cepat Jesslyn jangan membuang waktu!" ucap Ridwan.
__ADS_1
"Baik bos!" ucap Jesslyn.
Jesslyn pun mulai mendandani Cahaya dan mengganti pakaian gadis itu, ya Cahaya hanya bisa pasrah sembari menangis meratapi nasibnya.
"Gini amat nasib gue! Niat mau cari duit sendiri, malah kejebak di tempat beginian!" batinnya.
β’
β’
Sementara Ridwan mendapat telpon dari Lyodra dan ia pun mengangkatnya disana, sembari menunggu Cahaya siap untuk ia foto nantinya.
π"Halo Lyodra! Ada apa?" tanya Ridwan.
π"Halo Wan! Gimana nih, Cahaya udah ada sama lu kan? Dia udah tau belum soal pemotretan bodong yang lu lakuin?" ujar Lyodra sangat antusias.
π"Iya, dia barusan aja tau. Dia langsung histeris dan pengen kabur dari sini, tapi tenang aja karena gue sama anak buah gue berhasil tahan Cahaya disini!" ucap Ridwan menjelaskan.
π"Hahaha, bagus deh! Lakuin itu semua dengan lancar dan gak boleh sampe gagal! Lu bebas mau apain aja tuh cewek!" ucap Lyodra.
π"Siap!" ucap Ridwan.
π"Yaudah, selamat bersenang-senang Ridwan! Jangan lupa foto sama videonya nanti kirim ke gue ya, gue punya rencana lain yang lebih hot dan pasti bisa bikin cewek itu sengsara!" ucap Lyodra.
π"Oke siap, tenang aja!" ucap Ridwan tersenyum.
Tuuutttt...
Telpon pun terputus, kini Ridwan meminta seluruh anak buahnya bersiap-siap menyambut Cahaya yang sebentar lagi akan keluar. Ya tak lupa juga Ridwan menaburkan beberapa bunga mawar merah di atas ranjang yang akan menjadi alas bagi Cahaya nantinya untuk berpose.
"Bos, lu yakin ini aman dan kita gak bakal ketahuan sama pihak hotel?" tanya Michael sedikit ketakutan.
"Lu tenang aja! Kita bukan cuma sekali dua kali ngelakuin ini kan? Gak akan mungkin ada pihak hotel yang tau soal ini, asal lu gak ember!" jawab Ridwan meyakinkan anak buahnya.
"Oke bos!" ucap Michael.
"Yaudah, ayo siap-siap!" ujar Ridwan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1