
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 85
...•...
...•...
"Cahaya, ayo kita mak—"
Ucapan Topan terhenti lantaran yang ia lihat di sofa saat ini bukanlah Cahaya kekasihnya melainkan Bella sang mantan yang sudah duduk disana dengan posisi paha terbuka sengaja hendak menggoda lelaki tersebut, namun Topan bukan tipe pria yang gampang tergoda dengan tubuh seorang mantan.
Bukannya bersikap manis dan romantis seperti yang diharapkan Bella, Topan justru tampak marah serta emosi pada wanita itu dan menanyakan dimana Cahaya saat ini lalu mengapa bisa sampai ada Bella di dalam rumah itu padahal sebelumnya hanya Cahaya lah perempuan yang ia bawa kesana.
"Heh, ngapain lu disini? Mana Cahaya??" ujar Topan.
Bella malah tersenyum kemudian bangkit dari tempat duduknya menghampiri Topan yang sedang berdiri disana, ia tanpa rasa malu langsung melingkarkan tangannya pada area leher Topan dan menempelkan tubuhnya berusaha menggoda pria itu.
"Gausah coba-coba goda gue!" bentak Topan sembari menyingkirkan tangan Bella dari tubuhnya.
"Ish, kamu kok kasar sih sama aku?" ucap Bella berpura-pura kesakitan.
"Jangan drama deh! Cepet kasih tau gue, apa yang udah lu lakuin sama Cahaya?" ujar Topan.
"Cahaya siapa sih, Topan? Kamu juga ngapain mikirin dia? Kan disini ada aku yang bisa selalu nemenin kamu, kapanpun kamu mau... jadi udah lah kamu jangan pikirin cewek lain terus!" ucap Bella.
"Bel, jangan main-main sama gue!" bentak Topan.
Topan terlihat sangat emosi pada wanita itu sampai ia menatap tajam ke arah Bella dengan mata menyala dan amarah yang sudah menggebu-gebu, bahkan mungkin saja ia bisa melakukan sesuatu yang buruk pada Bella.
__ADS_1
"Iya iya, cewek yang tadi disini tuh udah pulang! Dah sekarang lu gausah cari dia lagi, mending sama gue aja ya kan!" ucap Bella tersenyum.
"Pulang? Gue gak percaya sama kata-kata lu, pasti lu yang udah usir dia kan?" ujar Topan emosi.
"Apa sih, Topan? Ngapain juga aku usir dia? Orang beneran kok, dia yang mau pulang sendiri!" ucap Bella masih tetap berusaha menggoda Topan.
Topan geleng-geleng kepala lalu berlari keluar rumahnya untuk mencari Cahaya, ia benar-benar khawatir pada gadisnya itu karena tak mau kalau Cahaya sampai salah paham dengan Bella dan berpikiran jika Topan adalah pria tidak benar.
Sementara Bella juga berusaha mengejar Topan untuk mencegahnya pergi menemui Cahaya, ia ingin Topan tetap disana bersamanya dan menikmati hari-hari bersama ia. Bella tidak suka jika Topan lebih dekat pada wanita lain selain dirinya.
"Topan, tunggu!" ucap Bella mencengkeram lengan pria itu berusaha menahannya.
Akan tetapi, dengan cepat Topan langsung menyingkirkan tangan Bella dari lengannya dan lanjut berjalan keluar untuk menemukan Cahaya karena ia yakin kalau Cahaya tidak akan pulang tanpa berpamitan dahulu dengannya.
Bella pun bertambah emosi serta tidak suka karena Topan jadi bersikap seperti itu padanya, padahal ia sudah sangat bahagia ketika Topan mulai perhatian padanya sebelum ini tapi sekarang pria itu malah mencari-cari wanita lain.
"Gimana caranya ya bikin Topan klepek-klepek lagi sama gue? Sialan emang tuh cewek, dia pake pelet apa sih sampe Topan kayak gitu?" batin Bella.
Akhirnya tanpa berlama-lama lagi, Bella pun pergi keluar juga mengejar Topan berusaha agar pria itu tidak jadi mencari Cahaya dan tetap berduaan dengannya di dalam rumah yang besarnya seperti istana negara itu.
•
•
Akan tetapi, ia belum bisa menemukan Cahaya disana dan tidak ada tanda-tanda kalau gadis tersebut memang belum pulang dan sedang bermain-main di halaman rumahnya.
"Cahaya, kamu kemana sih sayang? Apa kamu marah sama aku?" batin Topan panik.
Tak lama kemudian, seseorang malah melingkarkan tangannya pada sela-sela lengan Topan dan membenamkan wajahnya di bahu pria tersebut sembari mengelus lembut dada bidang Topan serta naik sampai ke wajah.
"Kamu gak perlu panik, sayang! Aku kan ada disini, lupain aja cewek itu dan tetap disini sama aku!" ucap wanita yang tak lain adalah Bella.
Sontak Topan bertambah emosi pada Bella yang kelakuannya sudah diluar kendali itu, ia mengepalkan kedua tangannya yang terlihat bergetar lalu dengan tenaga penuh ia mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh ke bawah.
"Jangan pernah deketin gue lagi atau lu bakal dapetin masalah besar, Bella!" bentak Topan.
__ADS_1
Topan pun pergi dari sana meninggalkan Bella yang sedang tersungkur disana, ia tidak memiliki sedikitpun rasa belas kasihan pada wanita yang sekarang sudah menjadi mantannya bahkan sangat menyebalkan itu.
Bella terdiam sembari membuang muka tak perduli dengan apa yang dikatakan Topan, ia langsung bangkit membersihkan semua kotoran yang menempel pada tubuhnya lalu kembali mengejar Topan yang sudah pergi lebih dulu.
Topan terus mengelilingi area rumahnya sendiri demi mencari Cahaya gadisnya yang menghilang entah kemana itu dan malah digantikan oleh Bella, ia sungguh khawatir pada Cahaya sekaligus takut kalau Cahaya akan kembali marah padanya karena Bella.
Sampai pada akhirnya, Topan melihat seorang gadis cantik yang tengah berbicara dengan salah seorang pekerja di rumahnya yaitu pak Tedy yang merupakan tukang kebun disana atau yang biasa membersihkan seluruh area taman serta mengurus peliharaan.
"Itu Cahaya..." batin Topan.
Tanpa basa-basi lagi, Topan pun maju menghampiri mereka berdua dengan senyum tersimpul di bibirnya karena ternyata benar bahwa Cahaya belum pulang dari rumahnya dan ia juga senang gadisnya mulai akrab dengan para pekerja di rumahnya.
"Hey, Aya!" ucap Topan menyapa gadis itu.
Sontak wanita yang memang benar adalah Cahaya langsung menoleh ke asal suara, ia terkejut melihat Topan ada disana padahal sebelumnya pria itu tak terlihat sama sekali di sekitar sana.
"Topan? Kok lu disini sih?" tanya Cahaya heran.
"Hahaha, harusnya aku yang nanya sayang! Kamu ngapain disini, terus kenapa gak bilang aku dulu?" ucap Topan tersenyum.
"Ohh, gue cuma lagi lihat-lihat taman rumah lu aja! Kebetulan juga ketemu sama pak Tedy disini, gue sekalian belajar cara ngerawat tanaman deh!" ucap Cahaya menjelaskan.
"Waw bagus deh, tapi emang kamu suka sama tanaman juga?" tanya Topan.
"Umm... gak terlalu sih, tapi sekarang jadi lumayan tambah suka sejak pak Tedy ngajarin semua tentang tanaman-tanaman ini!" jawab Cahaya.
"Yaudah, sekarang kita makan yuk! Bik Leni udah selesai siapin makanan buat kita, kasihan tuh dia udah nunggu!" ucap Topan.
"Iya,"
Mereka pun berpamitan pada pak Tedy untuk kembali ke dalam rumah, tanpa rasa ragu Topan merangkul gadisnya dan memaksa Cahaya untuk tetap diam dan tidak memberontak.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1