Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 87. Jangan kemana-mana!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 86


...β€’...


...β€’...


Topan bersama Cahaya hendak masuk ke rumah kembali, namun Bella menghalangi jalan mereka dengan berdiri tepat di hadapan kedua manusia itu dan menatap tajam serta sinis ke arah Cahaya yang saat ini tengah dirangkul oleh Topan alias pria yang masih dicintainya.


"Mau apa sih lu, Bel? Kan gue udah bilang, jangan ganggu gue lagi...!!" bentak Topan emosi.


Bella mengalihkan pandangannya ke arah Topan kemudian tersenyum manis, ia tidak sama sekali mendengarkan setiap ucapan Topan yang ingin mengusirnya atau mengatakan untuk tidak mengganggunya lagi.


"Heh, cepet minggir atau gue bikin hidup lu menderita!" ancam Topan.


"Topan, jangan marah-marah dong sayang! Mending kamu tinggalin dia, terus pergi sama aku!" ucap Bella berusaha bersikap manis pada pria itu.


Topan memalingkan wajahnya dari pandangan Bella yang terus saja berkedip berusaha menggoda pria tersebut, sedangkan Cahaya tampak kebingungan harus apa karena ia sungguh tidak tahu-menahu tentang masalah ini bahkan ia tak kenal siapa wanita yang saat ini ada di hadapannya.


Bella pun memberanikan diri maju ke depan mendekati Topan lalu tanpa ragu berdiri di samping kiri pria tersebut dan menggandeng lengan Topan, tentu saja Topan sangat jengkel pada Bella yang kelakuannya sudah diluar batas normal ini dan langsung saja ia kembali mendorong tubuh Bella.


"Awwhhh..." rintih Bella saat tubuhnya terdorong ke belakang dan jatuh dengan posisi terlentang.


Cahaya yang melihatnya langsung menganga terkejut dengan perlakuan Topan yang menurutnya kasar pada seorang wanita, ia pun menatap wajah Topan dan menegurnya karena merasa kalau Topan sudah keterlaluan pada wanita itu.


"Topan, lu kok kayak gitu sih sama dia?" ujar Cahaya.


"Dia itu pantes digituin, sayang! Orang kayak dia mah gausah dikasihani, nanti kamu kalo udah tau tentang dia pasti juga bakal benci sama dia!" ucap Topan.


"Ya tapi kanβ€”"

__ADS_1


"Ssshhh! Udah cukup, aku tahu yang aku lakuin barusan tuh salah... tapi, aku terpaksa sayang supaya dia gak gangguin aku lagi!" potong Topan.


Cahaya pun terdiam manut pada perkataan Topan walau masih ada rasa jengkel sedikit di tubuhnya saat melihat Bella kesakitan karena ulah Topan, bagaimanapun juga ia adalah seorang wanita dan tak mungkin tega melihat sesama wanita kesakitan.


Sementara Topan juga melirik sekilas ke arah Bella yang masih tampak kesakitan, tak ada sedikitpun rasa belas kasihan di dalam hatinya karena ia tahu kalau Bella pasti hanya drama dan tidak benar-benar merasa kesakitan.


"Yaudah, yuk kita masuk!" ucap Topan tersenyum lalu mengajak gadisnya lanjut berjalan.


Cahaya hanya bisa menurut mengikuti kemauan Topan karena saat ini tubuhnya juga didekap erat oleh Topan tak diberi kelonggaran sedikitpun, walau sejujurnya ia ingin segera pulang apalagi ini sudah hampir Maghrib dan ia belum juga pulang ke rumah.


Sedangkan Bella masih disana tampak jengkel dan kesal pada Topan yang sama sekali tak berbelas kasih kepadanya, padahal ia sudah berakting kesakitan dan menurutnya aktingnya juga sudah lumayan bagus.


"Ish, nyebelin banget si Topan! Terus itu cewek sebenarnya siapanya Topan sih? Sok cantik banget, udah gitu pake segala peduli lagi sama gue!" batin Bella geram sendiri.


Akhirnya Bella memutuskan untuk bangkit dengan menggunakan tangannya sebagai tumpuan, ini kedua kalinya ia terjatuh karena didorong oleh Topan dan tubuhnya juga terasa sakit untuk kali kedua.


"Lihat aja, gue pasti bakal singkirin tuh cewek dan rebut Topan dari dia!" batin Bella.


"Awwhhh..."


Bella berjalan pelan meninggalkan tempat itu untuk menyusul Topan ke dalam rumahnya, ia nampaknya belum kapok untuk mendekati Topan padahal sudah dua kali ia didorong jatuh oleh Topan hingga kesakitan seperti ini.


Disisi lain, Eun-Kyung alias mama Topan telah selesai syuting untuk hari ini dan bersiap pulang ke rumah walau sekarang baru habis Maghrib tidak seperti biasanya yang selalu pulang malam bahkan sampai tengah malam.


Wanita itu pun menghampiri teman-temannya termasuk Wulan si artis cantik yang ingin sekali ia jodohkan pada putranya yakni Topan, disana ia meminta Wulan untuk mau ikut bersamanya pulang ke rumah karena kebetulan dia juga sudah menyelesaikan syuting.


"Wulan!" ucap Eun-Kyung memanggil gadis itu.


"Eh iya tante, kenapa?" tanya Wulan terkejut karena Eun-Kyung datang tiba-tiba kesana.


"Ini loh, tante mau ajak kamu main ke rumah tante! Kamu juga udah selesai kan syutingnya?" ucap Eun-Kyung yang kini duduk di samping gadis itu.


"Ohh, iya sih kebetulan nih udah kelar... tapi, dalam rangka apa ya tante ajak aku ke rumah tante? Maksud aku, tumben gitu ngedadak kayak gini gak bilang dari kemarin atau sebelum-sebelumnya gitu!" ucap Wulan keheranan.


"Gak dalam rangka apa-apa sih, tante cuma mau ajak kamu makan malam bareng aja disana! Ya tapi itu kalau kamunya mau dan gak ada kesibukan lain, kalo gak bisa juga gapapa..." ucap Eun-Kyung.


"Umm... ya bisa sih, tan! Yaudah aku ikut sama tante deh, sekali-sekali aku main ke rumah orang Korea!" ucap Wulan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hahaha, bisa aja kamu ah!" ucap Eun-Kyung tersipu.


Ternyata Wulan mau diajak oleh Eun-Kyung ke rumahnya untuk makan malam sekaligus dikenalkan pada Topan, ya Eun-Kyung sangat berharap Wulan bisa menjadi menantunya dan menikah dengan Topan anak lelaki semata wayangnya itu.


"Aku harus kabarin Topan dulu, kasih tau supaya dia gak main keluar malam ini... ya ya, Topan kan suka banget main diluar setiap malam!" batin Eun-Kyung.


"Eee... Wulan!" ucap Eun-Kyung.


"Ya tante, kenapa?" tanya Wulan.


"Gak kenapa-napa, tante mau kesana dulu ambil handphone! Kamu tunggu aja di depan ya, nanti kita sama-sama pulangnya...!!" ucap Eun-Kyung.


"Ohh, oke tan!"


Eun-Kyung pun pergi dari sana untuk mengambil tas serta barang-barang miliknya yang lain, tujuan utamanya memang menghubungi Topan agar pria itu tidak bepergian kemana-mana malam ini karena ia akan membawa Wulan ke rumahnya.


πŸ“ž"Halo, Topan!" ucap Eun-Kyung.


πŸ“ž"Iya, mah! Ada apa?" tanya Topan.


πŸ“ž"Kamu lagi dimana sekarang, sayang?" ucap Eun-Kyung dengan nada lembut tak biasa.


πŸ“ž"Eee... di mobil nih, mah! Emangnya kenapa?" ujar Topan terheran-heran.


πŸ“ž"Nah, kalo gitu kamu pulang sekarang dan jangan kemana-mana sampe mama dateng!" titah Eun-Kyung.


πŸ“ž"Hah? Mama kan pulangnya tengah malam, aku bosen dong mah kalo disuruh nunggu mama di rumah! Aku main dulu ya, mah? Nanti kalo udah mendekati jam pulang mama, baru deh aku bakal pulang ke rumah!" ucap Topan.


πŸ“ž"Aduh, gak gitu sayang!" ujar Eun-Kyung.


πŸ“ž"Lah, terus gimana mah? Kan emang bener mama kalo pulang tuh tengah malam terus, aku ini gak bisa diem di rumah aja selama itu!" ucap Topan.


πŸ“ž"Khusus hari ini mama pulang cepet, ini juga mama udah dalam perjalanan pulang! Kamu pulang sekarang ya, tunggu mama sampe!" ujar Eun-Kyung.


Wanita itu langsung menutup teleponnya setelah dirasa cukup memberitahu putranya untuk tidak pergi kemana-mana, ia pun membereskan semua barang-barang miliknya lalu keluar menyusul Wulan yang sudah lebih dulu pergi.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2