Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 128. Telat 10 menit


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 127


...•...


...•...


Cahaya turun dari mobil dan menemui pria tersebut, ia menghentikan langkahnya tepat di hadapan pria itu sambil menatapnya dari jarak dekat dengan kedua tangan ia lipat di dada, matanya menjurus ke arah tubuh si pria mulai dari atas sampai bawah.


Sementara pria itu juga melakukan hal yang sama seperti Cahaya, ia melipat tangan di dada sembari sedikit merunduk menatap wajah Cahaya dengan masih tertutupi helm, tentunya ia sengaja membuat Cahaya penasaran dan ingin mencari tau.


"Buka helm lu!" pinta Cahaya.


Pria itu manggut-manggut sembari melangkah mundur menjauhi Cahaya, ia pun mulai membuka pengait helm di kepalanya untuk menunjukkan wajah tampannya pada Cahaya, dan dalam sekejap pria tersebut telah membuka helmnya.


Cahaya yang memang sudah menebaknya, tak terkejut sama sekali saat melihat kalau pria dibalik helm itu adalah Topan. Justru Cahaya malah tersenyum gembira karena dapat bertemu kembali dengan pria yang ia rindukan tersebut.


Topan mengibaskan rambutnya yang berantakan akibat helm lalu merapihkan nya kembali, ia menaruh helmnya pada stang motor lalu mendekat ke arah Cahaya sambil tersenyum, tampak sekali raut kegembiraan terpancar di wajahnya saat ini.


"Hai, apa kabar?" ucap Topan terlalu kaku.


"Ngapain sih? Baru tadi pagi lu temuin gue bilang selamat tinggal dan kasih gelang ini ke gue, eh sekarang malah udah dateng lagi." ujar Cahaya.


"Entahlah, aku juga gak ngerti kenapa malah jadi kayak gini. Aku gak bisa lupain kamu dan jauh-jauh dari kamu, aku selalu aja kepikiran tentang kamu!" ucap Topan tersenyum.


"Oh ya? Pantes aja lu tiba-tiba muncul disini, ternyata ada yang kangen sama gue...." ujar Cahaya.


"Hahaha, ya begitulah. Aku cuma mau lihat kamu sebentar aja kok, abis itu kamu boleh pergi dan aku gak akan kejar kamu lagi!" ucap Topan.


"Terserah lu aja, tapi gue mau kasih tau satu hal sama lu. Sekarang gue udah punya bodyguard, bokap gue yang sewa buat jagain gue!" ucap Cahaya.


"Bodyguard? Waw keren, berarti aku gak bisa macam-macam dong sama kamu?" ujar Topan.

__ADS_1


"Dih, emangnya lu mau ngapain sama gue? Jangan mikir yang enggak-enggak ya! Nanti gue bakal perintahin mereka buat hajar lu, mereka tuh badannya gede-gede beda jauh sama lu deh!" ucap Cahaya.


"Hahaha, aku bercanda kok. Yakali aku mau apa-apain kamu, aku kan sayang sama kamu!" ucap Topan tersenyum manis.


"Hilih gombal! Kalau emang lu sayang sama gue, gak ada tuh cerita kayak tadi pagi. Pake acara perpisahan segala terus kasih gelang ini ke gue, dipikir gue bakal sedih kali." ujar Cahaya.


"Emangnya kamu gak sedih?" tanya Topan heran.


"Ya jelas enggak lah, ngapain juga gue sedih? Gue tuh gak perduli tentang lu, mau lu pergi atau kemana kek tetep aja gak ngaruh di kehidupan gue!" jawab Cahaya sambil memalingkan wajahnya.


"Oh gitu, tapi kok tadi kelihatan kayak seneng banget pas lihat aku disini?" tanya Topan memancing.


"Hah? Siapa yang seneng? Ngaco aja kalo ngomong! Orang gue biasa aja kok, itu mah perasaan lu aja kali yang lihat gue seneng!" ujar Cahaya.


"Hahaha, iyain aja deh biar kamu puas!" ucap Topan.


"Apaan sih? Udah ah gue harus pulang, nanti kalo bokap gue tau dia bisa marah! Minggir lu, jangan halangin jalan gue!" ucap Cahaya.


"Iya iya, aku juga udah puas kok!" ucap Topan.


Topan pun meminggirkan motornya memberi jalan untuk mobil Cahaya agar bisa lewat, ya tentu saja Cahaya langsung masuk kembali ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan pulang bersama kedua bodyguard yang setia menunggunya.




Naas baginya, karena ia malah bertemu dengan Calissa alias mama mudanya di dalam sana. Ia pun tampak malas sekali harus meladeni Calissa, namun ia tetap berpura-pura tersenyum dan bersikap ramah kepada wanita tersebut saat ini.


"Sore, mama!" ucap Cahaya tersenyum.


"Iya sore juga, kamu kok baru pulang sekarang sih Cahaya? Ini telat sepuluh menit loh dari waktu seharusnya kamu pulang," ucap Calissa.


"Hah? Masa sih, mah?" tanya Cahaya.


"Iya, kamu kan pulang sekolah jam tiga sore. Terus perjalanan dari sekolah kamu ke rumah itu memakan waktu dua puluh menit, ya paling lama setengah jam deh kalau misal ada macet atau apa. Jadi, kamu harusnya sampai rumah itu jam setengah empat sore! Ini udah jam setengah empat lebih sepuluh loh, eh sekarang sebelas!" ucap Calissa.


"Waw perhitungan mama jago juga, ya? Sampai segala waktu aku pulang sekolah dihitung juga, keren banget sih mamaku ini!" ujar Cahaya.


"Ya iya dong, aku kan emang jago kalau masalah hitung menghitung kayak gini. Makanya sekarang aku tanya lagi sama kamu, mampir kemana dulu sih tadi di jalan?" ucap Calissa.

__ADS_1


"Gak kemana-mana kok, aku tetep stay di dalam mobil. Mungkin aku bisa telat sepuluh menit, itu karena macetnya dua puluh menit tadi, mah!" ujar Cahaya tersenyum.


"Loh emang macet tadi?" tanya Calissa.


"Umm, enggak sih. Jalannya lancar aja tadi, udah ya mah aku mau ke kamar dulu ganti baju! Gerah nih abis dari luar, mama pasti juga ngerti lah." ucap Cahaya senyum-senyum.


Calissa merasa jengkel dengan kelakuan Cahaya yang sudah membohonginya, namun ia hanya bisa diam tak melakukan apapun. Cahaya pun berjalan melewati mama mudanya itu lalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya di atas sana.


"Haish, itu anak masih aja ngeselin! Gue tanya aja deh sama si Tio bodyguard hak bener itu!" gumam Calissa kesal.


Calissa berjalan keluar rumah menemui Tio serta Jaber yang sedang beristirahat di depan sambil kipas-kipas dan menikmati secangkir kopi buatan bik Minah serta gorengan hangat, mereka mungkin kecapekan sehabis mengantar Cahaya.


"Hey, kalian!" ujar Calissa.


Sontak kedua pria bertubuh kekar itu langsung berdiri membungkuk sedikit saat melihat Calissa datang kesana, mereka kompak menaruh tangan di depan lalu bertanya ada apakah Calissa sampai datang menemui mereka saat ini.


"Ada apa, nyonya?" tanya Tio.


"Tadi di jalan, Cahaya ada mampir ke suatu tempat gak atau ketemu siapa gitu?" ucap Calissa.


"Eee ada sih nyonya, tapi itu juga karena ada anak muda naik motor yang cegat mobil kita. Awalnya saya sama Jaber mau turun temuin pemuda itu, tapi non Cahaya ngelarang dan pengen dia sendiri yang temuin pemuda itu!" ucap Tio.


"Pemuda?" tanya Calissa.


"Iya nyonya," jawab Tio.


Calissa pun memiliki perasaan kalau pemuda yang dimaksud Tio barusan adalah Topan, dan ia memilih untuk memperlihatkan foto Topan kepada Tio untuk bertanya sekaligus memastikan.


"Nah, apa pemuda itu seperti ini?" tanya Calissa sembari menunjukkan foto Topan di hp nya.


"Iya bener nyonya, tadi dia sempat buka helm dan wajahnya persis banget kayak di foto ini!" jawab Tio dengan yakin.


"Oke, makasih!"


Calissa tersenyum, ia kembali memiliki senjata untuk membuat Hendra suaminya marah pada Cahaya.


"Masih berani dia temuin Topan, lihat aja gue bakal laporin ini ke mas Hendra!" batin Calissa.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2