Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 295. Balik lagi


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 294


...•...


...•...


Cahaya masuk ke kelasnya, lalu duduk di bangku seperti biasa. Ia melambai ke arah depan sambil tersenyum menatap sosok Topan sang kekasih yang masih berdiri disana.


Sontak Mawar alias temannya merasa iri melihat kemesraan Cahaya dengan Topan, apalagi pria itu sampai rela mengantar gadisnya ke depan kelas tanpa rasa malu sedikitpun.


"Ish, lu sama kak Topan udah kayak suami-istri deh makin romantis aja! Gue jadi iri, kapan ya gue bisa dapetin pacar kayak kak Topan?" ujar Mawar.


"Hahaha, sabar War! Gue juga butuh waktu lama buat bisa terima Topan jadi pacar gue, mungkin jodoh lu sekarang lagi dijagain sama orang kali. Atau malah dia belum lahir, jadi sabar aja menunggu! Kalo udah waktunya, pasti dia bakal hadir buat lu!" ucap Cahaya.


"Belum lahir gigi lu! Berarti jodoh gue masih jadi janin gitu? Lu pikir gue cewek apaan?!" ujar Mawar.


"Ahaha, marah-marah mulu ih!" ucap Cahaya.


"Eh ya, lu udah ngerjain tugas seni yang dikasih Bu Muti belum?" tanya Mawar.


"Hah? Emang ada tugas, ya?" Cahaya terkejut.


"Yeh nih anak malah mendadak pikun! Ya ada lah Cahaya, makanya jangan kebanyakan pacaran kan jadi pikun tuh! Bu Muti kan ngasih tugas Minggu kemarin buat dikumpul sekarang," jelas Mawar.


"Duh, gue baru inget! Lu udah ngerjain?" ujar Cahaya.


"Ya belum lah! Makanya gue nanya lu, maksud hati gue kan pengen nyontek sama lu Aya!" ucap Mawar.


"Gimana mau nyontek ke gue? Orang gue aja belum ngerjain!" ujar Cahaya.


"Ya kan tadinya, ish dasar Maemunah!" ujar Mawar.


"Hehe, terus gimana dong nih?" tanya Cahaya.


"Gue gak tahu sama lu, tapi gue mah mau cari contekan ke sekeliling kelas! Siapa tahu ada murid rajin yang udah ngerjain, bye!" jawab Mawar.

__ADS_1


Mawar langsung bangkit dari duduknya, lalu mencari contekan dengan cara bertanya pada seluruh murid di kelasnya.


Sementara Cahaya hanya terduduk di tempatnya sambil mengamati pergerakan Mawar.


"Gue gak perlu panik, pasti gak bakal dimarahin sama Bu Muti! Mana berani dia marah-marah sama gue? Kalau emang berani begitu, ya gue tinggal laporan sama Topan!" gumam Cahaya dalam hati.


Cahaya pun santai-santai saja di tempat duduknya, ia merebahkan wajahnya di meja beralaskan jaket.


"Woi!"


Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan keras dari arah dekat yang menyebabkan Cahaya terkejut dan terbangun dari tidurnya.


Gadis itu membuka mata, mendongak menatap wajah pria yang sedang melihat ke arahnya.


"Apaan sih? Lu siapa coba?" tanya Cahaya sembari mengucek-ngucek matanya.


Pria itu geleng-geleng kepala melihat reaksi Cahaya.


Cupp!


Barulah ketika pria itu mengecup pipinya, Cahaya langsung sepenuhnya tersadar dan mengetahui itu adalah Topan kekasihnya.


"Pa-pacar?"


Cahaya pun merasa canggung dan seketika itu juga memalingkan wajahnya yang memerah.


"Ka-kamu kok balik lagi?" tanya Cahaya heran.


Topan tersenyum, lalu menarik kursi agar ia bisa duduk di dekat gadisnya. Ia meraih satu tangan Cahaya dan menggenggamnya.


Terlihat banyak pasang mata yang memperhatikan mereka di kelas tersebut, ya apalagi saat ini sudah banyak murid yang masuk ke dalam kelas.


"Aku masih ngeliatin kamu loh daritadi, eh didiemin malah tidur bukannya belajar!" ujar Topan.


"Pacar, aku tuh gak tidur! Aku cuma meremin mata sebentar, lagian belum bel juga. Aku harus belajar apa kalo gak ada gurunya kan?" ucap Cahaya mengelak dari tuduhan Topan.


"Pinter banget kamu ngeles nya!" ujar Topan.


Cahaya menunduk malu karena sedari tadi ia ditatap oleh banyak orang disana.


"Ih ini Topan kenapa balik lagi sih?!" batinnya geram.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Robi menentang keras rencana Calissa yang ingin mencelakakan Cahaya. Pria itu tak setuju jika Calissa berbuat macam-macam pada Cahaya, menurutnya hal itu sama sekali tak manusiawi.


"Gue gak setuju sama rencana gila lu! Maksudnya apa sih pake tabrak-tabrak kayak gitu? Emangnya gak ada cara lain apa?" ujar Robi.


"Hadeh, nih anak kayaknya udah mulai kepelet sama Cahaya! Kalo lu gak setuju dan nentang rencana gue, yaudah lu boleh pergi kok sana! Gue gak butuh orang lemah kayak lu, lagian lu tuh harusnya sadar diri karena gak mungkin Cahaya mau sama lu!" ucap Calissa santai.


"Heh! Gue bicara begini bukan karena gue suka Cahaya, tapi karena gue manusiawi!" ujar Robi.


"Hahaha, sok manusiawi! Dengar ya, gue ini udah mikirin matang-matang rencananya dan gue yakin rencana ini bakal berhasil! Cahaya pasti bisa kita bunuh di tempat, karena Andre emang ahli dalam hal beginian! Ya kan sayang?" ujar Calissa.


"Iya dong, kamu bisa andalin aku!" ucap Andre.


Robi masih tetap bersikeras menentang rencana Calissa tersebut, bahkan ia sampai berani mengancam mereka semua.


"Gue tetap gak setuju! Mending kalian pikirin cara lain deh buat singkirin Cahaya dari Topan, jangan pake kayak gitu segala! Gue bakal laporin kalian ke polisi, kalo kalian tetap kekeuh!" ujar Robi.


"Ohh, udah berani lu sekarang sama kita? Mau ngelawan kita dan jadi penghianat, ha?" ujar Calissa.


Calissa bangkit dari duduknya emosi dan menatap tajam ke arah Robi, Andre pun juga mengikuti Calissa dan berdiri di samping wanita itu.


"Gue cuma gak mau kalian ngebunuh orang!" ucap Robi geleng-geleng kepala.


"Gausah sok baik deh lu! Kita ini sama-sama orang jahat, kita bebas ngelakuin apa aja yang kita mau! Kalau emang lu udah gak mau ikut sama kita, yaudah pergi aja sana!" ujar Calissa.


Robi terdiam sejenak memikirkan itu.


"Gak! Gue gak boleh pergi dari sini, gue harus tetap ikut sama mereka! Kalau gue pergi, bisa-bisa Cahaya bakal jadi korban! Gue bakal terus disini dan cari cara buat gagalin rencana mereka!" batinnya.


Robi kembali menatap Calissa sambil menghela nafas.


"Oke! Gue tetap disini gabung sama kalian, gue gak akan jadi penghianat atau apalah itu! Maafin sikap gue yang tadi, gue gak bermaksud nentang lu Calissa!" ucap Robi.


"Bagus! Yaudah duduk!" ucap Calissa.


Robi menurut kemudian duduk di kursinya, begitupun dengan Calissa serta Andre.


"Kita bakal bahas kelanjutannya, dimana lu Robi harus berhasil bikin Cahaya sama Topan berantem! Supaya ketika kita mengincar gadis itu, gak ada Topan yang bisa nolong dia!" ucap Calissa.


"Itu soal gampang, gue juga lagi berusaha buat bikin perpecahan diantara mereka!" ucap Robi.


"Nah, gue sama Andre akan terus pantau keadaan Cahaya. Sementara kalian bertiga, bantu Robi untuk memanas-manasi Cahaya!" ucap Calissa.


"Baik!" ucap mereka serempak.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2