Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 22. Siapa Topan?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 21


...•...


...•...


TOK TOK TOK...


Cahaya mengetuk pintu kelasnya dengan perasaan takut, tentunya ia yakin betul gurunya akan memarahinya nanti karena sekarang sudah hampir pukul 7 dan ia baru sampai disana.


"Duh semoga gue gak dimarahin deh, moga-moga aja Bu Neneng lagi bolong hatinya jadi dia bersikap lembut sama gue terus izinin gue masuk!" batin Cahaya berharap-harap cemas.


Sementara Topan juga telah berhasil menyusul gadis itu walau tampak ngos-ngosan karena harus mengejarnya cukup jauh, ia langsung membungkuk bertumpu pada lututnya karena kelelahan sambil mengatur nafasnya yang tak karuan itu.


"Hah... hah... akhirnya sampe juga, capek banget ternyata ya naik tangga begitu!" ujar Topan.


"Ish, lu ngapain lagi sih ngikutin gue sampe sini? Bukannya pulang sono, lagian kan katanya lu ada kuliah pagi!" ujar Cahaya malah kesal.


"Yaelah malah marah-marah, masih mending gue mau bantuin lu buat masuk kesini tadi! Harusnya lu makasih sama gue, udah berapa kali tuh gue bantuin lu terus! Eh ini malah tetep aja marah-marah mulu, cewek macam apa sih lu?" ujar Topan.


"Nyenyenye... nolongin kok diungkit-ungkit, gak ikhlas mah gausah bantu!" cibir Cahaya.


"Yeh nih cewek ngeselin banget! Belum aja lu gue coblos pake paku pemilu!" ucap Topan.


Ceklek...


Mendengar suara pintu dibuka, Cahaya langsung tersenyum menghilangkan wajah juteknya apalagi saat melihat Bu Neneng berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Loh? Cahaya, kamu baru dateng?" ujar Bu Neneng.


"Iya bu, dia telat gara-gara saya tadi! Tolong bolehin Cahaya masuk ya bu, kasian loh dia kalo sampe ketinggalan pelajaran..." ucap Topan tersenyum.


"Oh iya iya boleh dong, ayo masuk aja! Kalau kamu mau juga ibu bakal ulang lagi materi yang tadi udah sempet ibu jelasin ke murid lain, yuk sini masuk!" ucap bu Neneng langsung bersikap ramah.


Cahaya pun kembali dibuat terheran-heran dengan perbuatan Topan itu, ia tak habis pikir semua guru bisa tunduk pada lelaki tersebut. Namun, Cahaya tak mau ambil pusing dan memilih masuk bersama gurunya itu.


"Eh eh, kok kamu masih pake celana panjang sih? Emangnya gak bawa rok seragam?" ujar Bu Neneng menahan Cahaya yang ingin masuk.


"Oh iya, maaf Bu saya lupa! Tapi saya bawa roknya kok di tas, sebentar ya Bu saya ganti dulu di toilet!" ujar Cahaya baru menyadari itu.


"Iya gak apa-apa kok," ucap Bu Neneng tersenyum.


Cahaya pun langsung buru-buru pergi ke toilet untuk mengganti celananya dengan rok seragam sekolah, sementara Topan hanya senyum-senyum saja disana bersama Bu Neneng juga.


"Oh ya Bu, Cahaya itu pacar saya! Jadi tolong ya Bu, jangan marahin dia apalagi sampai ngehukum dia! Pasti ibu gak mau kan kalau saya laporin ke papa saya dan nantinya ibu bakal dipecat?" ujar Topan.


"Iya nak Topan, tenang aja!" ucap Bu Neneng gugup.


"Yasudah Bu, saya pergi dulu ya! Ingat, jangan marahi apalagi hukum Cahaya! Kalau memang dia salah, peringati aja baik-baik dan lapor ke saya!" ucap Topan.


"Iya, nak Topan! Pasti saya bakal begitu!" ucap Bu Neneng nyengir.


"Bagus,"


Topan pun pergi dari sana kembali ke bawah tanpa berpamitan lebih dulu kepada Cahaya, ia rasa itu tak perlu karena takut nantinya malah terjadi keributan lagi diantara mereka. Topan sebenarnya memang menyukai Cahaya dan tertarik pada gadis itu, akan tetapi sikap Cahaya yang jutek dan galak itu membuatnya harus berpikir dua kali sebelum mendekati wanita tersebut apalagi menjadikannya pacar.


Sementara Cahaya kini telah selesai mengganti celananya dengan rok, namun ia masih berada di toilet membasuh wajahnya dengan air dari keran wastafel. Entah mengapa Cahaya terus kepikiran tentang Topan, ia bingung mengapa pria tersebut bisa kenal dengan para guru di sekolah ini dan yang paling penting mengapa Topan bisa membuat guru-guru killer di sekolahnya itu takluk.


"Sebenarnya siapa sih dia? Apa hubungannya dengan sekolah ini? Kenapa guru-guru tadi kelihatan nurut banget sama dia? Haish, ngapain sih gue harus mikirin dia? Mungkin aja Bu Widi, Bu Neneng sama pak Adi tadi begitu karena takut ngeliat muka si cowok ngeselin yang serem itu!" batin Cahaya.


Setelah puas membasuh mukanya, Cahaya pun berniat kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran Bu Neneng walau sebenarnya ia juga tidak tertarik dengan pelajaran sejarah yang diajarkan Bu Neneng tersebut. Baginya, pelajaran sejarah adalah mata pelajaran paling membosankan yang pernah ia pelajari sebelum-sebelumnya.


__ADS_1



Cahaya kembali ke kelasnya dan merasa heran karena sudah tidak ada Topan disana, ia celingak-celinguk sampai tak sadar kalau Bu Neneng memperhatikan dirinya dari dalam kelas karena kelihatan lewat jendela. Bu Neneng pun keluar menemui Cahaya yang terlihat kebingungan.


"Cahaya!" panggil Bu Neneng.


Sontak Cahaya terkejut lalu reflek menoleh ke asal suara yang memanggilnya, ia langsung tersenyum lebar menatap Bu Neneng kemudian menghampirinya.


"Iya Bu," ucap Cahaya pelan.


"Sudah ganti celananya?" tanya Bu Neneng kini jadi lebih kalem kepada Cahaya.


"Iya sudah Bu," jawab Cahaya.


"Kamu lagi cari siapa? Ohh pasti nak Topan ya?" ujar Bu Neneng.


"Eh eee..."


"Dia tadi udah pulang, buru-buru katanya harus ke kampus! Yuk kamu masuk ke dalam, kita belajar!" ucap Bu Neneng.


"Iya Bu,"


Cahaya serta Bu Neneng pun masuk ke kelas, tampak murid-murid yang sudah berada disana memasang raut wajah bingung karena bagaimana mungkin Cahaya yang telat hampir setengah jam diperbolehkan masuk ke kelas oleh Bu Neneng.


"Nah baik anak-anak, karena Cahaya baru datang jadi ibu akan mengulang kembali materi yang tadi! Oh ya ibu juga minta bantuan kamu, Salma! Silahkan maju ke depan dan jelaskan materi yang tadi ibu sampaikan supaya Cahaya bisa mengerti juga!" ucap Bu Neneng memanggil seorang murid wanita untuk maju menjelaskan materi.


"Baik, Bu!" ucap Salma lalu bangkit dan maju ke depan membawa buku catatannya.


Sementara Cahaya sudah duduk di kursinya sambil senyum-senyum puas karena baru kali ini ia diperlakukan baik oleh guru di kelas, ya memang ini semua berkat Topan tadi.


"GG juga si cowok sombong itu, bisa bikin Bu Neneng jadi baik sama gue! Padahal kemarin-kemarin gue selalu dimarahin sama dia, tapi gue masih bingung siapa sih Topan itu?" batin Cahaya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2