
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 24
...•...
...•...
Balapan antara Bram dengan Topan berlangsung sengit, mobil keduanya hanya berjarak beberapa senti saja sehingga masih sulit memastikan siapakah yang akan memenangkan balapan kali ini. Skill mengemudi Bram sudah meningkat pesat sejak terakhir kali ia balapan dengan Topan, kali ini mobilnya memimpin sedikit dari mobil Topan. Bram pun tersenyum penuh kepuasan melihat mobil Topan ada di belakangnya, bau-bau kemenangan sudah tercium di hidungnya walau trek masih panjang.
"Hahaha, rasakan itu Topan! Lu gak akan bisa kalahin gue kali ini dan Bella akan sepenuhnya jadi milik gue!" ujar Bram tertawa keras di dalam mobilnya.
Karena kurang fokus melihat ke jalan, Bram hampir saja menabrak sebuah gerobak bakso yang hendak menyebrang jalan. Untungnya ia berhasil dengan cepat menghindar, akan tetapi pedagang bakso itu terkejut sehingga kehilangan kendali dan gerobaknya pun jatuh sampai seluruh dagangannya tumpah.
Bram yang mengetahui itu sama sekali tidak perduli, ia terus memacu mobilnya menjauh dari si pedagang yang masih berteriak kesal itu. Bram kini sudah semakin menjauh dari Topan, ia terus tertawa-tawa merasa puas walau ada seorang bapak-bapak tua yang sedang kesusahan di belakang sana.
Saat mobil Topan hendak melewati jalan yang sama, tiba-tiba ia menginjak rem dengan cepat sehingga mobilnya ngepot kayak di film-film. Topan pun turun dari mobil saat melihat seorang bapak tengah kesusahan mengangkat gerobaknya, ia berinisiatif membantu bapak itu tanpa perduli tertinggal jauh dari Bram dalam balapan tersebut.
"Pak, bapak gapapa?" tanya Topan cemas.
"Saya gapapa, mas! Tapi, ini dagangan saya tumpah semua gara-gara ulah mobil tadi! Pasti dia teman masnya kan? Saya gak mau tau mas, saya minta uang ganti rugi karena semua dagangan saya jadi berantakan kayak gini! Gak mungkin ada lagi yang mau beli bakso saya kalau begini, emang dasar anak zaman sekarang sukanya kebut-kebutan di jalan! Mentang-mentang punya mobil bagus, seenaknya sendiri di jalanan!" ujar bapak itu kesal.
__ADS_1
Topan memandang kasihan ke arah bapak itu, gimanapun juga ia memiliki sifat kepedulian yang tinggi apalagi terhadap seorang bapak-bapak. Topan pun mengambil dompetnya dari saku celana belakang, ia mengeluarkan sejumlah uang dari dalam sana untuk diberikan kepada bapak itu.
"Eee pak, ini saya ada uang buat ganti rugi atas perbuatan teman saya tadi! Memang gak seberapa, tapi semoga ini cukup untuk mengganti rugi semua kerusakan yang teman saya perbuat! Mohon diterima ya, pak!" ucap Topan dengan suara lembut memberikan uang berjumlah 1 juta pada bapak itu.
"Alhamdulillah, ternyata masih ada orang baik seperti kamu nak! Terimakasih ya, ini sudah lebih dari cukup untuk mengganti semua kerugian saya! Tapi tolong lain kali jangan diulangi perbuatan seperti tadi, itu bukan hanya membahayakan orang lain tapi diri kita sendiri juga nak!" ucap bapak itu tampak lebih lega.
"Iya, pak! Saya janji kok gak akan mengulangi perbuatan tadi lagi... eee yaudah pak, kalo gitu saya izin permisi dulu ya! Bapak bisa kan dorong gerobaknya sendiri sampe ke rumah?" ucap Topan.
"Bisa kok, nak! Sekali lagi terimakasih!" ucap bapak itu.
"Sama-sama, pak!" ucap Topan tersenyum.
Topan pun kembali ke mobilnya dengan perasaan kecewa karena akibat perbuatan Bram ia harus menanggung biaya kerugian bapak tadi, selain itu ia juga pastinya akan mengalami kekalahan dari Bram.
•
•
Ya benar saja itu memang mobil Bram yang lebih dulu sampai garis finish dibanding Topan, Bram pun resmi dinyatakan sebagai pemenang balapan kali ini mengalahkan Topan. Ia langsung disambut dengan kegembiraan dari para teman-temannya disana, semua orang tak menyangka jika Bram bisa menang.
"Tur, si Topan kemana ya? Masa dia sampe tertinggal jauh banget dari Bram sih?" tanya Beri.
"Itu dia yang gue bingungin, pasti terjadi sesuatu di jalan tadi! Gak mungkin Bram bisa menang dan si Topan ketinggalan jauh kayak gini kalo dia gak berbuat curang, kita harus selidiki ini!" ucap Guntur.
"Eh bro, itu dia si Topan!" ujar Ega menunjuk ke arah sebuah mobil yang hendak datang kesana.
Ya itu juga benar mobil Topan, ia melaju dengan sangat lambat sebelum akhirnya berhenti tepat di dekat teman-temannya berkumpul. Topan langsung turun dari mobil dengan wajah biasa-biasa saja seperti tak ada penyesalan apapun yang ia rasakan, hal itu membuat Guntur dan yang lainnya heran.
__ADS_1
"Eh, Pan! Kok lu bisa kalah sejauh ini sih?" tanya Guntur mendekati Topan sambil menepuk pundaknya.
"Ya gue kan juga manusia, wajar dong kalo kalah! Yang namanya balapan itu ada menang sama kalahnya, kalo menang terus malah gak seru dong! Sekali-kali lah gue biarin mereka seneng karena berhasil kalahin gue, dah tenang aja!" jawab Topan dengan santai sambil tersenyum.
"Tapi lu gak kenapa-napa kan, Pan?" tanya Beri.
"Ya enggak lah, kan lu lihat sendiri nih gue baik-baik aja gak ada luka sedikitpun! Pertandingan kali ini gue emang murni kalah guys, jangan mikir yang enggak-enggak jatuhnya fitnah!" jawab Topan.
Bram bersama teman-temannya langsung berjalan menghampiri Topan serta anak spider, mereka tampak bahagia karena berhasil memenangkan balapan kali ini.
"Hahaha, lu lihat sendiri kan Topan? Gue disini yang jadi pemenangnya dan lu cuma seorang pecundang, itu artinya semua perjanjian yang udah kita buat harus lu laksanakan! Besok lu harus mengakui kekalahan lu dari gue di hadapan semua mahasiswa kampus, selain itu lu juga harus jauh-jauh dari Bella karena mulai sekarang dia resmi punya gue!" ucap Bram sambil tersenyum menyeringai.
"Heh, maksud lu apa bawa-bawa Bella? Di dalam perjanjian tuh gak ada nama Bella, gak usah ngada-ngada deh lu!" ujar Guntur kesal.
"Tau lu, lagian baru menang sekali aja udah belagu! Kalo mau kita tanding ulang di sirkuit, jangan di tempat kayak gini!" saut Beri.
"Hahaha, kalian tanya aja sendiri ke Topan perjanjian lainnya yang udah dia setujui sebelum memulai balapan tadi! Untuk soal tanding ulang, gua rasa itu gak perlu deh karena udah pasti kita disini tau siapa pemenangnya! Ya gue lah gak mungkin si Topan yang pecundang itu...." ujar Bram.
Sontak Guntur dan yang lainnya langsung menatap wajah Topan secara bersamaan, sementara Bram beserta teman-temannya pergi dari sana dengan mobil mereka. Guntur pun mulai mencecar Topan dengan berbagai pertanyaan mengenai perjanjian yang disepakati olehnya dan Bram.
"Pan, beneran lu udah jadiin Bella bahan taruhan?" tanya Guntur penasaran.
Topan hanya mengangguk pelan sebagai jawaban iya, tentu saja Guntur dan yang lainnya langsung menepuk jidat merasa tidak percaya kalau Topan bisa sampai melakukan itu pada Bella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1