
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 104
...•...
...•...
Topan sampai di rumahnya bersama mama serta papanya setelah semalaman berada di rumah sakit karena harus menjalani perawatan, sungguh naas baginya karena ternyata disana sudah ada Bella yang tengah berdiri menunggu kedatangannya.
Tentu saja Topan langsung merasa malas begitu melihat sosok Bella disana, bahkan rasanya ia lebih baik kembali ke rumah sakit daripada harus meladeni Bella yang tidak jelas itu disana, tapi apa boleh buat karena ia sudah terlanjur sampai jadi tak mungkin jika Topan kembali lagi ke rumah sakit.
"Topan, kamu kenapa?" ucap Bella yang syok saat melihat Topan muncul dengan kursi roda.
"Loh, dia siapa Topan?" tanya Sergie (papa Topan) kepada putranya saat melihat Bella.
"Eee... kenalin om, saya Bella teman dekatnya Topan di kampus sekaligus mantan pacarnya!" jawab Bella mengenalkan diri sembari menjulurkan tangan.
"Ohh, ya salam kenal!" ucap Sergie.
Bella pun tersenyum sembari menatap Topan yang sedari tadi hanya diam karena malas, ia terus berusaha mengambil hati orang tua Topan agar anaknya juga mau berbicara lagi dengannya, walau nampaknya Eun-Kyung juga tak suka dengan Bella.
"Yasudah, Topan harus istirahat sekarang! Dia ini baru keluar dari rumah sakit, jadi tolong kamu ngertiin dia ya!" ucap Eun-Kyung.
"Oh, emang Topan kenapa tante?" tanya Bella.
"Dia luka-luka, kemarin Topan itu dihajar sama orang-orang gak dikenal pas dia lagi di jalan! Kamu lihat sendiri kan, banyak perban di tubuh Topan?" jawab Eun-Kyung dengan raut malas.
"Aduh, saya boleh bantu rawat Topan gak tante? Saya khawatir banget sama dia, tante gausah khawatir saya ini ahli kok!" ucap Bella.
"Gak perlu, nanti malah ngerepotin kamu! Biar Topan, tante sama om aja yang rawat! Kamu sebaiknya pulang aja ya, soalnya Topan harus istirahat dan belum bisa banyak gerak dulu!" ucap Eun-Kyung.
__ADS_1
"Iya benar, maaf ya Bella! Tapi, memang benar Topan ini belum bisa seperti dulu!" sahut Sergie.
Mendengar ucapan orangtuanya serta melihat raut wajah Bella yang kesal, Topan pun merasa puas dan ingin sekali rasanya ia tertawa terbahak-bahak disana karena Bella gagal melancarkan aksinya, sungguh ia tak bisa lagi menahan tawa.
Akhirnya Bella yang sebenarnya ingin sekali menemani Topan sekaligus mengambil hati mama papanya terpaksa harus pulang dan pergi dari sana, tak mungkin jika ia memaksa untuk tetap disana karena pasti Eun-Kyung serta Sergie akan emosi.
"Eee... yaudah gapapa, kalo gitu aku pamit ya om, tante?" ucap Bella tersenyum lalu mencium tangan Eun-Kyung serta Sergie.
"Iya, maaf ya Bella!" ucap Sergie.
"Gapapa om, Topan aku pulang ya?" ucap Bella.
Namun, Topan tak sama sekali menggubris ucapan Bella yang ditujukan untuknya, ia sungguh malas untuk sekedar menatap atau bahkan membalas perkataan Bella yang membuatnya stress itu.
"Permisi..."
Bella dengan perasaan kesal berjalan pergi menuju mobilnya yang terparkir di dekat mobil Topan, ia masih terus memandang Topan dari belakang berharap pria itu mau menatapnya walau sekilas, namun nyatanya Topan tetap membuang muka dan tak mau melihat ke arahnya.
"Kali ini mungkin aku gagal ambil hati orang tua Topan, tapi lain kali pasti aku berhasil untuk deketin kamu lagi!" batin Bella sembari memasuki mobilnya.
Sementara Topan tentu dibawa masuk ke dalam rumah oleh mama serta papanya, ia terlihat gembira karena Bella sudah pulang dari sana dan tak bisa lagi mengganggunya disana.
Disisi lain, Cahaya & Mawar juga baru selesai sarapan dan tampak kekenyangan karena makanan yang dibuat ibu dari Mawar sangat lezat, bahkan mereka sampai ketagihan dan ingin makan lagi dan lagi walau sudah kenyang seperti ini.
"Masakan ibu lu enak banget, gak salah gue milih nginep disini!" ucap Cahaya.
"Yeh pikiran lu makan lu dasar!" ujar Mawar.
"Emang serius enak loh, beda banget sama masakan orang-orang di luar! Tapi tetep masih enakan masakan ibu gue, karena jadi yang paling lezat sedunia menurut gue!" ucap Cahaya.
"Hilih, kalo gitu menurut gue masakan ibu gue yang paling lezat sedunia!" ucap Mawar.
Disaat mereka tengah asyik berbincang sambil tertawa, tiba-tiba muncul sang ibu dari Mawar yang baru kembali dari peternakan ayam miliknya di samping rumah itu, rupanya ia hendak menemui Cahaya yang merupakan tamu disana.
"Eh kalian udah pada disini, gimana sarapannya enak gak?" ucap Venda alias ibu Mawar.
"Enak banget Bu, si Cahaya aja sampe ketagihan begitu!" jawab Mawar sembari tertawa.
__ADS_1
"Yang bener?" tanya Venda.
"Bener kok tante, masakan tante emang enak banget!" jawab Cahaya.
"Tuh kan, tapi emang semua masakan dibilang enak kok sama Cahaya! Dia kan tukang makan jadi apa aja juga dimakan sama dia, mau enak atau gak enak!" ujar Mawar sambil tertawa lagi.
"Ish, mana ada begitu!" ujar Cahaya.
"Hahaha, oh ya Cahaya... kamu nginep disini udah bilang sama papa kamu apa belum?" tanya Venda.
"Eee...."
Cahaya terlihat bingung menjawabnya, ia khawatir kalau mengatakan yang sejujurnya pasti Venda akan menyuruhnya mengabari papanya atau bahkan ia bisa disuruh pulang, sesekali ia juga menatap ke arah Mawar seperti meminta bantuannya.
Akan tetapi, Mawar yang juga tidak mengetahui apa alasan Cahaya sebenarnya menginap disana tentu tak bisa membantu apa-apa, yang ia tahu Cahaya hanya ingin menginap saja untuk sekedar main dan tak tahu jika Cahaya sebenarnya kabur.
"Kenapa, Cahaya?" tanya Venda penasaran.
"Gapapa tante, aku udah bilang kok sama papa! Makanya aku bisa nginep disini, kalo gak pasti papa gak bakal izinin aku!" jawab Cahaya tersenyum.
"Ohh, ya baguslah!" ucap Venda.
"Iya tuh Bu, gak mungkin si Aya boleh nginep di rumah kita kalo gak bilang dulu sama bokap nya! Dia kan putri kesayangan papanya, jadi kalo mau kemana-mana pasti harus bilang dulu!" ledek Mawar.
"Apaan sih lu?!" ujar Cahaya.
"Hahaha, yasudah kalo gitu tante ke belakang dulu ya? Kalian seneng-seneng aja dulu mumpung libur, kalo butuh apa-apa tinggal panggil tante!" ucap Venda.
"Iya tante,"
Venda pun pergi ke belakang meninggalkan dua gadis itu disana, walau hari libur ia masih sangat sibuk mengurus peternakan termasuk penjualan serta penasaran bersama suaminya.
Sementara Mawar kini penasaran pada sikap Cahaya yang terlihat bingung tadi saat menjawab pertanyaan dari ibunya, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Cahaya darinya.
"Aya, lu sebenarnya kesini karena apa sih?" tanya Mawar penasaran.
"Eee... gue tuh...."
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...