Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 109. Dimarahin


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 108


...•...


...•...


Tliingg....


💌Topan : Aku baik kok, kenapa? Kamu pasti khawatir ya karena aku gak muncul kemarin? Cie yang mulai cemas sama pacar....


Cahaya langsung tersenyum membaca pesan dari Topan dan seketika wajahnya memerah karena pesan tersebut, ya ia memang benar mencemaskan kondisi Topan sebelumnya, namun sekarang ia sedikit lega karena Topan ternyata baik-baik saja.


Dengan cepat Cahaya mengetik balasan pesan untuk Topan masih sambil tersenyum.


Hendra sang papa melihat senyum di wajah putrinya, ia pun penasaran mengapa Cahaya sampai senyum-senyum begitu saat mendapat pesan di ponselnya, sedangkan Calissa masih sibuk memilih alat makeup kesukaannya.


Hendra langsung menghampiri putrinya di depan sana, lalu mengejutkan Cahaya dari belakang sembari memegang kedua pundak gadis itu.


"Papa?" ucap Cahaya terkejut.


"Papa ngapain??" tanya Cahaya penasaran.


"Kamu kenapa, kok senyum-senyum sendiri?" ucap Hendra tersenyum kecil.


"Ah gapapa, pah!" ucap Cahaya gugup.


Cahaya pun langsung menyembunyikan ponselnya karena tak mau sang papa melihat kalau ia sedang chattingan dengan Topan, itu pasti akan membuat Hendra sangat marah dan mungkin saja merampas paksa handphone milik Cahaya.


"Kenapa kamu sembunyiin hp kamu di belakang tubuh kamu?" tanya Hendra penasaran.


Pertanyaan Hendra membuat Cahaya makin gemetar kebingungan, ia tak tahu harus menjawab apa pada papanya apalagi sekarang di ponselnya sedang tertera ketikan balasan untuk Topan yang belum sempat ia selesaikan.


"Eee...."


"Pasti Cahaya lagi chattingan sama Topan, mas!" potong Calissa yang tiba-tiba datang kesana.


Sontak Cahaya dibuat kaget saat melihat kedatangan Calissa yang langsung berkata seperti itu sembari melingkarkan tangan pada suaminya, Calissa juga terus saja menekan Cahaya dengan menghasut Hendra soal Topan.

__ADS_1


"Topan?" tanya Hendra kebingungan.


"Iya mas, aku yakin banget Cahaya bisa senyum-senyum begitu karena Topan! Ya kan, Aya?" jawab Calissa tersenyum licik.


"Benar begitu, Aya?" tanya Hendra pada Cahaya.


Cahaya yang bingung hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia heran bagaimana cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan kedua orang itu. Apalagi Calissa terus saja memanas-manasi Hendra membuat Cahaya semakin tak berkutik.


"Pah, ini privasi aku! Harusnya papa gak perlu kepo dong sama privasi aku!" ucap Cahaya tegas.


"Sejak kapan kamu jadi main rahasia begini sama papa?" tanya Hendra.


"Emang kenapa sih, pah? Aku kan berhak juga punya privasi, gak ada yang salah kan?" ucap Cahaya.


"Udah benar itu mas, Cahaya pasti lagi chattingan sama Topan yang bikin dia sampe senyum-senyum begitu! Makanya dia gak berani bilang ke kamu mas, karena dia takut kamu marahin dia!" serobot Calissa.


"Lu apaan sih? Gausah sok tahu deh jadi orang!" bentak Cahaya pada Calissa.


"Aya! Jangan bicara seperti itu pada Calissa, papa gak akan pernah maafin kamu kalau kamu masih bersikap begitu!" ujar Hendra emosi.


"Abisnya dia ngeselin, pah!" ujar Cahaya kesal.


"Apa salahku, Cahaya?" tanya Calissa.


"Cahaya!"


Hendra yang sudah sangat emosi langsung mencengkeram tangan Cahaya dan membawa gadis itu keluar dari tempat tersebut.


Cahaya berusaha memberontak melepaskan diri dari cengkeraman papanya, tetapi ia tidak berhasil karena tenaga Hendra sangat kuat dibawa pengaruh amarahnya. Cahaya pun dibawa keluar dan barulah ia dilepaskan oleh Hendra ketika disana.


Sedangkan Calissa masih tetap di dalam toko kosmetik dan tersenyum puas, ia berhasil membuat Hendra marah kepada Cahaya.


...•••...


Disisi lain, Topan tidak bisa tidur karena ia belum mendapat balasan dari Cahaya untuk pesannya sebelum ini.


Topan pun penasaran dan mengecek ponselnya untuk mengetahui apakah Cahaya sudah membaca pesan darinya atau belum, ternyata Cahaya memang telah membaca dan terlihat tengah mengetik balasan untuknya.


Topan tersenyum melihat itu, ia menantikan apa sekiranya balasan dari Cahaya ke handphonenya sembari terus memandang layar ponsel.


"Kok lama banget sih?"


Topan yang heran hanya bisa menunggu dan menunggu sampai balasan dari Cahaya itu masuk ke ponselnya.


Akan tetapi, hingga 10 menit balasan tersebut tak kunjung masuk juga dan setelah dilihat kembali oleh Topan ternyata Cahaya sudah berhenti mengetik.

__ADS_1


Tentu saja Topan terheran-heran karena pesan balasan Cahaya tak sama sekali masuk ke handphonenya, namun Cahaya sudah tidak lagi mengetik pesan untuknya. Topan hanya bisa garuk-garuk kepala karena kebingungan.


Akhirnya Topan yang bingung memilih untuk menaruh ponselnya di atas meja dan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang, ia sedikit cemas memikirkan Cahaya karena gadis itu tidak jadi mengetik balasan untuknya.


"Kira-kira Cahaya kenapa ya? Kok dia gak jadi bales pesan dari gue??" gumam Topan kebingungan.


Ceklek....


Tak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka dari luar dan ternyata itu Eun-Kyung yang kembali membawa cemilan untuk Topan sesuai kemauan putranya itu.


"Tadaaa!! Nih mama udah bawain pisang coklat buat kamu, masih panas loh!" ucap Eun-Kyung.


"Ya ampun mah, ngagetin aja sih! Aku kira tadi siapa yang tiba-tiba dateng ke kamarku, lagian mama kenapa gak ketuk pintu dulu sih?" ujar Topan kaget sembari mengelus dadanya.


"Hahaha, iya iya maaf! Udah nih makan pisang coklatnya, supaya mulut kamu gak pahit!" ucap Eun-Kyung meletakkan piring itu di atas meja.


"Iya mah, makasih!" ucap Topan.


Topan pun bangkit bersandar pada sandaran kasur lalu mengambil satu pisang coklat itu dan memakannya, wajahnya masih terlihat murung karena memikirkan Cahaya yang hingga kini belum juga membalas pesan darinya.


Sementara Eun-Kyung duduk diam di samping putranya menatap wajah Topan itu dan penasaran mengapa Topan terlihat tak bertenaga, bahkan untuk memakan pisang coklat itu saja Topan butuh waktu 10 menit untuk menghabiskannya.


"Topan, kamu kenapa?" tanya Eun-Kyung sembari mengusap wajah putranya.


"Aku gapapa mah, cuma agak lemes aja!" jawab Topan tersenyum sambil menatap mamanya.


"Kalo gitu abis ini kamu istirahat, ya? Jangan kebanyakan main hp dulu, tubuh kamu itu butuh istirahat yang cukup!" ucap Eun-Kyung.


"Iya mah,"


"Gimana aku bisa istirahat mah? Tiap kali aku pejamin mata, selalu aja wajah Cahaya itu terbayang di pikiran aku!" batin Topan.


Eun-Kyung tak yakin kalau Topan baik-baik saja, karena ia melihat jelas raut wajah Topan menandakan kalau pria tersebut tengah memikirkan sesuatu, walau Eun-Kyung tak tahu apa yang sedang dipikirkan putranya tersebut.


"Udah mah, aku makan satu aja!" ucap Topan.


"Yaudah, nih minum!" ucap Eun-Kyung menyodorkan gelas berisi air kepada putranya.


"Makasih mah!"


Topan meminum air tersebut dan menghabiskannya, barulah ia kembali merebahkan tubuh lalu terpejam dengan merasakan usapan tangan mamanya pada bagian wajahnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2