
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 80
...•...
...•...
Bel telah berbunyi dan saat pulang pun telah tiba, ya kini Cahaya juga sudah bergerak menuju parkiran untuk mengambil motornya setelah ia selesai mengganti roknya dengan celana panjang kesukaannya yang selalu ia bawa ketika pergi sekolah karena tak mungkin ia naik motor itu dengan mengenakan rok takutnya robek.
Akan tetapi, Cahaya dibuat bingung terheran-heran karena di parkiran motornya tidak ada dan tentunya ia sangat cemas serta panik khawatir kalau motornya hilang atau mungkin diambil orang yang tak bertanggung jawab saat ia tengah belajar di kelas. Tentu Cahaya tak mau kehilangan motor kesayangannya itu, apalagi motor tersebut merupakan hadiah ulang tahun dari papanya.
"Duh, motor gue mana ya...??" gumam Cahaya kebingungan sembari celingak-celinguk dan gigit jari.
Ia terus berusaha mencari dan menemukan motornya, tetapi tidak berhasil ditemukan padahal sudah satu tempat parkiran itu ia telusuri dan hasilnya tetap saja nihil tidak ada motornya dimana pun ia mencari.
"Heh, lu lihat motor gue gak?" tanya Cahaya pada seorang pria yang baru datang ke parkiran.
"Wah gak tuh, kak!" jawabnya.
"Haduh, kemana lagi ya gue harus cari motor gue? Mana itu satu-satunya lagi, papa pasti bakal marah banget kalau motornya hilang..." ujar Cahaya meracau panik sembari jambak rambut sendiri.
Cahaya sungguh kalut dan panik saat ini karena motornya tidak ada dimana-mana, ia tidak tahu lagi harus bagaimana jika sampai papanya tahu soal ini dan pastinya ia akan dimarahi habis-habisan bahkan lebih parahnya mungkin saja kalau ia akan dihukum oleh papanya yang kejam dan galak itu.
"Ehem..."
Tiba-tiba ada suara deheman seorang pria dari belakangnya, Cahaya pun reflek menoleh ke belakang untuk mengecek siapakah yang ada disana karena seingatnya tadi tidak ada siapapun lagi selain dirinya dan adek kelas yang sudah cabut.
Matanya terbelalak melihat sosok pria tinggi disertai perban yang menutupi hampir setengah wajahnya kini berdiri di hadapannya, menatap dirinya dengan penuh ketulusan serta senyum tipis yang ditunjukan olehnya membuat Cahaya terdiam tak bergerak.
__ADS_1
"Cari motor kamu, ya?" tanya pria itu.
"Lu ngapain sih disini? Gak capek apa kejar-kejar gue terus kayak gini? Gue aja capek loh tiap hari ketemu sama lu mulu!" ujar Cahaya ketus.
Ya memang sudah jelas pria tersebut adalah Topan yang tiba-tiba nongol di sekolah itu tepatnya di belakang Cahaya, tentu gadis itu sangat tidak menyukai kehadirannya disana karena dianggap sangat mengganggu ketenteraman dirinya.
"Gue kan pacar lu, jadi gak ada salahnya dong kalo gue deketin lu terus??" ucap Topan semakin mendekatkan dirinya ke Cahaya.
"Ya, kemarin emang lu masih jadi pacar gue! Tapi, mulai sekarang udah bukan karena gue mau kita putus!" ucap Cahaya tegas.
"Hahaha, gak bisa gitu dong! Atas dasar apa lu putusin gue? Ingat ya Cahaya, kalo putus itu kedua belah pihak harus saling menyetujui! Gak boleh main asal jeblak aja bilang putus satu pihak, intinya kita masih pacaran sampai detik ini...!!" ucap Topan.
"Haish... yaudah sekarang lu mau apa dari gue, ha? Uang? Gue belum punya buat bayar utang-utang gue sama lu, tenang aja gue masih berusaha kok!" ucap Cahaya masih ketus.
"Bukan itu, sayangku! Makanya kamu tenangin diri dulu dong, jangan kebawa emosi!" ucap Topan.
"Yaudah jawab, lu mau apa dateng kesini sekarang?" ujar Cahaya.
Topan mendekatkan tubuhnya ke arah Cahaya lalu meraih tangan mulus kekasihnya dan menggenggam erat dengan kedua tangannya, Cahaya berusaha berontak tapi tenaganya kalah kuat dengan Topan yang sudah terlanjur menggenggam bahkan menarik Cahaya ke dekapan tubuhnya.
"Aku mau ajak kamu nonton balapan di sirkuit, mau kan?" ucap Topan tersenyum.
"Gak bisa, gue harus cari motor gue—"
"Motor lu ada sama gue!" potong Topan.
"Hah? Dimana??" ujar Cahaya kaget.
"Iya, udah aman kok sama gue! Sekarang lu ikut aja ya bareng gue ke sirkuit, kita sama-sama nonton balapan disana! Gue tahu kok lu pasti juga gak pengen ketinggalan, yuk mau ya!" ucap Topan.
"Umm... tapi gue belum beli tiketnya!" ucap Cahaya.
"Hahaha, tenang aja Cahaya! Semuanya udah gue siapin kok, lu tinggal ikut aja ayo sama gue!" ucap Topan sembari tertawa kecil.
Akhirnya Cahaya mau ikut bersama Topan karena ia juga tak mau ketinggalan balapan tersebut, Cahaya mengangguk tanda setuju kemudian Topan pun langsung membawanya menuju mobil yang sudah terparkir di depan sekolah dan siap melaju.
__ADS_1
•
•
Mereka berdua kini telah sampai di lokasi balap motor yang sebentar lagi akan dimulai, Cahaya cukup kaget karena Topan malah ikut memasuki sirkuit bersama para pembalap lainnya dan juga telah memakai pakaian yang sama dengan pembalap disana serta berjalan ke motor masing-masing.
Tentu Cahaya yang kini duduk di tempat penonton sangat terkejut karena tak menyangka kalau Topan juga mengikuti balapan ini, yang ia tahu Topan adalah penyuka mobil dan ia sama sekali tak tahu kalau Topan juga bisa mengendarai motor.
"Topan udah gila apa gimana sih? Dia kan anak mobil, ngapain coba ikutan balap motor?" ujar Cahaya terheran-heran.
Tiba-tiba saja suara riuh muncul dari arah sampingnya yang membuat Cahaya menoleh untuk memastikan siapa mereka, rupanya geng spider alias teman Topan juga ikut datang kesana menonton sekaligus mendukung Topan balapan.
"Woah! Ayo Top, lu pasti bisa...!!"
"Go go go, Topan...!!"
Cahaya merasa risih karena tergabung dengan rombongan pria tersebut, ia ingin pergi namun pria-pria itu memanggilnya dan menghalangi Cahaya agar tak pergi dari tempat itu.
"Aya, mau kemana?" ujar Guntur.
"Hah? Darimana lu tahu nama gue??" tanya Cahaya heran menatap penasaran.
"Hahaha, tau dari Topan dong!" jawab Guntur.
"Iya, udah duduk lagi nonton si Topan balapan! Dia bakal bikin lu terkejut deh..!!" sahut Beri.
"Emang Topan bisa naik motor?" tanya Cahaya.
"Hahaha, ya gak tahu sih! Udah makanya lu tonton aja kalo penasaran, nanti juga tahu sendiri si Topan bisa atau enggak naik motor!" jawab Guntur.
Akhirnya Cahaya memutuskan untuk duduk kembali disana dan menonton Topan yang akan memulai balapannya, walau sesungguhnya ia sangat malas tetapi entah mengapa rasa penasaran mengalahkan segalanya karena ingin tahu apa Topan bisa memenangkan balapan atau tidak.
"Wohooo....!!"
Teriakan riuh dari penonton bermunculan disaat lampu hijau telah dinyalakan dan para pembalap melaju menggunakan motor mereka masing-masing, tampak Topan tertinggal dari yang lainnya hingga membuat Cahaya spontan tertawa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...