
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 254
...•...
...•...
Akhirnya tanpa basa-basi lagi, Topan dan Cahaya keluar dari mobil lalu pergi menuju ke dalam rumah Topan yang mana Sergie serta Eun-Kyung sudah menunggu kedatangan mereka. Terlihat Topan sangat erat menggenggam tangan gadisnya seakan ia tak mau Cahaya kemana-mana, sedangkan Cahaya sendiri masih tampak gugup saat ini.
Keduanya sudah berdiri tepat di depan pintu yang masih tertutup, Topan menghentikan langkah sejenak lalu menatap wajah gadisnya yang terus saja menunduk karena gugup. Topan menarik dagu gadis itu dengan telunjuknya, lalu ia memegang wajah Cahaya mengenakan dua telapak tangannya dan ia pun bergerak maju mendekati Cahaya.
"Kamu kok masih gugup aja sih sayang? Aku kan udah bilang tadi sama kamu, jangan khawatir ada aku disini yang bakal lindungin kamu! Aku juga yakin papa pasti terima kamu kok!" ucap Topan.
"Tetap aja pacar, aku belum bisa hilangin kegugupan di dalam hati aku! Karena kan ini kali pertamanya aku ketemu sama papa kamu, kalau sama tante Eun kan aku udah pernah ketemu sebelumnya walau cuma sekali dan sebentar!" ucap Cahaya cemas.
"Tenang sayang! Papaku gak galak kok, ya kecuali kamu mau main-main sama aku!" ucap Topan.
"Dih, mana ada gitu?!" cibir Cahaya.
"Hahaha, yaudah ayo masuk pacar! Aku mohon sama kamu, hilangin rasa gugup itu! Coba deh kamu tarik nafas terus buang secara perlahan, mungkin kamu bisa lebih tenang pacar!" saran Topan.
"Iya deh, aku coba dulu!" ucap Cahaya manggut-manggut setuju.
Cahaya pun melakukan apa yang Topan katakan tadi, ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan perlahan. Cahaya melakukan itu berulang kali sampai akhirnya ia berhasil tenang dan tidak lagi merasa gugup, ya kini suasana hatinya sudah mulai tenang walau masih ada sedikit kekhawatiran di dalam hatinya yang paling dalam.
"Gimana pacar?" tanya Topan tersenyum.
__ADS_1
"Udah mendingan kok, sekarang aku gak terlalu panik lagi kayak tadi! Yuk aku udah siap nih buat ketemu sama papa kamu!" jawab Cahaya.
"Nah gitu dong, kalau kamu senyum kayak gini kan aku jadi semakin sayang sama kamu! Yaudah, kita gandengan lagi ya masuk ke dalamnya?" ucap Topan melepas tangannya dari wajah Cahaya.
"Iya," ucap Cahaya mengangguk pelan.
Lalu, Topan pun meraih kembali satu tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. Barulah mereka maju perlahan membuka pintu dan mulai melangkah masuk ke dalam rumah yang besarnya tak terkira itu, membuat Cahaya lagi-lagi terperangah.
Disaat mereka sedang melangkah, tiba-tiba bik Leni muncul dari dalam dan menemui mereka.
"Eh den Topan, neng Aya udah dateng. Kebetulan den, itu tuan sama nyonya sudah nunggu di meja makan! Terus makanan sama minumannya juga udah bibik siapin, jadi den Topan sama neng Aya tinggal langsung kesana aja!" ucap bik Leni.
"Wah terimakasih ya, bik!" ucap Topan.
"Makasih bik!" sahut Cahaya.
"Iya den, neng. Sama-sama, kalo gitu bibik mau balik ke dapur dulu ya den?" ucap bik Leni.
"Iya bik," ucap Topan tersenyum singkat.
"Yuk pacar!" ucap Topan.
Cahaya hanya mengangguk dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya, mereka pun kembali berjalan menuju meja makan dengan berdampingan.
"Duh, semoga aja semuanya berjalan lancar kali ini! Dan gue bisa bikin papanya Topan itu suka sama gue, ayo Cahaya lu pasti bisa kok! Ini demi hubungan lu sama Topan, lu harus semangat!" batin Cahaya.
Melihat gadisnya terdiam begitu, Topan pun tahu jika saat ini Cahaya pasti sedang memikirkan bagaimana kiranya reaksi sang papa nanti bila bertemu dengannya.
•
•
Saat sampai di meja makan, keduanya langsung disambut meriah oleh Sergie serta Eun-Kyung yang sudah lebih dulu berada disana. Ya kedua orang tua itu tampak berdiri dan tersenyum begitu melihat Topan serta Cahaya muncul disana, wajah Sergie langsung berubah seratus delapan puluh derajat saat melihat gadis cantik yang sedang bersama putranya.
__ADS_1
Bahkan senyum di wajah Sergie perlahan memudar karena ia masih terperangah melihat kecantikan Cahaya malam ini, Sergie tak menyangka jika putranya ahli dalam memilih wanita. Namun, Cahaya merasa kalau perubahan sikap Sergie itu karena ketidaksukaannya pada Cahaya, ya lagi-lagi Cahaya bertambah gugup saat ini dan ragu.
"Hai pah, hai mah! Nah kenalin, ini Cahaya pacar aku, pah! Ayo Cahaya, kenalan sama papa aku yang tetap ganteng ini walau sudah dimakan usia!" ucap Topan mengenalkan mereka disana.
"Ah bisa aja kamu Topan! Papa tuh masih muda tau, sebelas dua belas lah umurnya sama Dude Harlino! Tapi, kalau soal ganteng ya jelas menang papa dong pastinya!" ujar Sergie sambil tertawa sendiri.
"Ish papa, malah bercanda! Itu kenalan dulu sama Cahaya, kasihan anak orang dicuekin begitu!" tegur Eun-Kyung mencubit pinggang suaminya.
"Awhh, sakit mah! Mama kok cubit papa sih? Kan papa cuma pengen mencairkan suasana, abisnya tuh mama lihat sendiri calon menantu kita gugup begitu ekspresinya! Makanya papa mau bikin dia santai gitu, biar gak tegang-tegang lagi! Oh ya, siapa tadi nama kamu? Cahaya ya?" ucap Sergie.
"Eee iya om, aku Cahaya. Aku—"
"Heh! Kok panggil om sih? Panggil papa aja, kamu dan Topan kan pacaran, biar akrab gitu langsung aja panggil papa jangan om!" potong Sergie.
"Ba-baik om, eh maksud aku pah!" ucap Cahaya.
"Hahaha, udah jangan gugup! Oh ya, kita belum salaman. Kenalin, nama papa itu papa Sergie! Papa paling ganteng di kota ini, pastinya papa terbaik dong buat Topan!" ucap Sergie menyodorkan tangan ke arah Cahaya.
"Iya pah, aku Cahaya!" ucap Cahaya, perlahan ia meraih tangan Sergie dan bersalaman disana.
"Dingin banget tangannya, mah!" ujar Sergie sembari menatap wajah Eun-Kyung. "Ngomong-ngomong nama kamu sama wajah kamu itu cocok ya, nama kamu Cahaya, terus wajah kamu beneran bercahaya begitu! Senyumnya manis lagi, kok mau sih sama si Topan yang jelek itu?" sambungnya.
"Papa, kok malah jelekin anak sendiri sih?" ujar Topan.
"Hahaha, benar pah! Dari awal mama ketemu sama Cahaya waktu itu, mama juga heran kenapa Cahaya bisa mau sama anak kita! Padahal kalau dilihat-lihat, apa bagusnya coba di Topan ini?" ujar Eun-Kyung.
"Hadeh, gak papa gak mama sama aja! Sukanya ngejelekin anak sendiri, dosa loh mah, pah!" cibir Topan kesal.
"Enggak kok pah, mah! Topan itu orang baik, dia juga ganteng tau! Makanya aku bisa jatuh cinta sama Topan, biarpun kadang kelakuannya agak nyeleneh sih!" ucap Cahaya membela Topan.
Topan pun tersenyum saat Cahaya membelanya kali ini dari hinaan sang mama dan papanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...