Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 58. Pilih yang mana?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 57


...•...


...•...


Cahaya sudah selesai dirias dan kini dirinya mengalami perubahan cukup signifikan, dimulai dari pakaiannya yang mengenakan gaun panjang berwarna putih sampai kondisi tubuhnya yang juga lebih feminim dan menonjolkan kecantikan yang dimilikinya.


Bahkan Faisal yang melihat itu sampai melongok karena tak menyangka kalau Cahaya bisa secantik ini jika didandani, walau tanpa harus dirias juga Cahaya memang sudah cantik hanya saja tampilannya lebih ke arah tomboy dan tak terlalu memperlihatkan kecantikan serta kemolekan tubuhnya.


Cahaya langsung menghampiri Faisal begitu selesai dirias, ia tak terbiasa jalan dengan high heels model seperti ini apalagi pakaiannya yang panjang juga membuat ia kesulitan menggerakkan kaki karena baru kali ini ia memakai jenis gaun seperti ini.


"Heh, lu kenapa suruh gue pake baju begini sih? Gue tuh gak suka baju model beginian, apalagi ini pake high heels segala udah kayak mau kondangan aja!" ujar Cahaya memprotes tentang pakaian yang dikenakannya, tiba-tiba ia langsung mendatangi Faisal dan marah-marah padanya.


"Hadeh cerewet amat sih! Itu semua bos gue yang sediain buat lu pake, lagian bukannya bersyukur dikasih baju bagus yang baru! Penampilan lu juga jadi berubah 180 derajat loh dari yang tadi, harusnya lu terimakasih sama bos gue!" ucap Faisal.


"Ish, ngapain gue terimakasih sama dia? Malah nanti kalo gue udah ketemu sama dia, bakal gue hajar habis-habisan tuh orang! Berani-beraninya dia nyuruh orang buat nyulik gue begini, terus songong banget dia pake segala kasih baju ini ke gue!" ucap Cahaya.


"Buset dah, galak amat! Udah yok kita langsung jalan aja, gue yakin bos gue pasti juga udah sampe disana dan nungguin lu!" ujar Faisal.


"Huft, yaudah iya! Tapi lu jangan macem-macem, ya?" ucap Cahaya masih cemas.


"Ya ampun ditanya lagi, iya tenang aja gak mungkin gue macem-macem sama lu! Lagian bos gue juga udah peringatin gue buat gak nyentuh lu, udah ayo kita masuk sekarang ke mobil!" ucap Faisal.

__ADS_1


"Iya iya..." ucap Cahaya manut.


Tanpa berlama-lama lagi, Faisal langsung menggandeng tangan Cahaya menuju ke dalam mobil karena ia melihat gadis itu kesulitan untuk berjalan dan sangat lambat memajukan kakinya.


Mereka pun berhasil masuk ke mobil walau memakan waktu lumayan lama karena Cahaya yang belum terbiasa memakai pakaian seperti itu, ia juga sebenarnya sangat tidak menyukai pakaiannya sekarang apalagi high heels yang dipakainya.


Saat di dalam mobil, Cahaya lebih banyak diam karena memikirkan siapa bos dari orang-orang yang bersamanya saat ini. Ia cemas kalau bos mereka ternyata adalah orang jahat yang mempunyai niat tidak baik padanya, namun dengan cepat pikirannya itu ia tepis lantaran tak mungkin ada orang jahat yang mau menculiknya.


"Tempatnya jauh apa enggak?" tanya Cahaya menatap wajah Faisal dari samping.


"Gak kok, 5 menit lagi paling sampe!" jawab Faisal singkat seraya melempar senyum ke arah Cahaya.


Cahaya memasang wajah jutek lalu membuang muka ke arah kaca mobil, Faisal pun terkekeh melihat ekspresi menggemaskan dari Cahaya yang rasanya ingin sekali ia cubit pipi gadis itu.


🌺


Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang cukup sepi dan hampir tidak ada siapapun disana kecuali satpam penjaga dan juga tukang bersih-bersih jalanan.


"Ya ini tempat bos gue nunggu lu, udah ayo turun!" ujar Faisal tegas sembari menarik handle pintu mobilnya lalu turun keluar.


Cahaya pun mengikuti Faisal dengan perlahan, ia masih belum bisa lihai berjalan seperti ini dan bahkan kakinya mulai terasa sakit.


"Awh, pelan-pelan dong!" ujar Cahaya.


"Kalo gitu nanti kasian bos gue, udah buruan!" ucap Faisal berjalan di depan Cahaya.


Mereka menaiki anak tangga yang jumlahnya tak sedikit itu demi mencapai bagian atas tempat tersebut, ya disana lah semuanya sudah dipersiapkan dengan sempurna oleh seorang pria sekaligus bos dari Faisal dkk.


Sesampainya disana, rasa lelah dan letih yang dirasakan Cahaya mendadak hilang. Semuanya tergantikan dengan pemandangan indah atas bukit serta dekorasi cantik yang sudah disiapkan dengan sangat matang, Cahaya terbelalak menatap sekeliling sembari mengukir senyum di bibirnya.


"Nah udah sampe, gue tinggal dulu ke bawah!" ucap Faisal langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Eh eh, ini bos lu mana..??" teriak Cahaya namun tak dihiraukan oleh Faisal yang terus berjalan menuruni tangga.


Cahaya pun kembali menoleh ke depan mencari-cari dimana orang yang harus ia temui, matanya terus melirik ke sekeliling tetapi tidak ada siapapun disana.


"Duh, ini apaan sih? Jangan-jangan gue dikerjain lagi sama orang-orang itu? Mungkin aja sebenernya mereka gak punya bos dan mereka sengaja ninggalin gue disini sendirian dalam keadaan gue pake baju kayak gini supaya gak bisa kabur, ish nyebelin deh!" ujar Cahaya kesal sendiri.


"Itu gak bener, Cahaya....!!"


Tiba-tiba ada sebuah suara berat yang terdengar di telinganya dan terasa tak asing baginya, ia pun reflek menoleh lalu terbelalak begitu melihat sosok pria tampan dan rapih berdiri disana sambil tersenyum ke arahnya dengan kedua tangan terlipat di punggung.


"Gue bos mereka, gue juga yang suruh mereka buat bawa lu kesini dan ketemu gue..." ucapnya lagi seraya melangkahkan kaki ke dekat Cahaya.


Cahaya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia terus memandang wajah lelaki di hadapannya tanpa ekspresi bahkan hanya sesekali berkedip akibat terlalu kaget.


Hingga tanpa sadar, kini pria tersebut sudah berada tepat di depan matanya dan mengikis jarak diantara mereka sembari menatap penuh ketulusan. Cahaya berdebar-debar berada dekat dengan sosok pria yang tak terlalu dekat dengannya itu, ia sungguh ingin secepatnya pergi dari sana saking malunya.


Tiba-tiba saja pria itu malah berlutut di hadapannya kemudian memperlihatkan sebuah buket bunga warna-warni di tangan kanannya dan coklat di tangan kirinya, pria itu mendongak memandang wajah cantik yang memerah tersebut.


"Cahaya, kamu mau pilih yang mana? Kalau kamu pilih bunga ini, itu tandanya kamu mau jadi pacar aku! Tetapi, kalau kamu pilih coklat ini artinya kita akan segera melangsungkan pernikahan!" ucapnya tanpa rasa ragu sedikitpun.


Sontak Cahaya terkejut mendengarnya, ia menggelengkan kepala dengan wajah terheran-heran karena semua pilihannya tidak ada yang ia inginkan.


"Lu udah gila, ya?" ujar Cahaya.


"Iya, gue gila karena lu Cahaya! Sekarang cepet lu pilih salah satu dari ini, kalau lu gak mau pilih itu artinya lu siap buat tidur sama gue di hotel malam ini!" ucap pria itu tersenyum.


"Hah??" Cahaya terkejut bukan main.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2