
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 55
...•...
...•...
"Aaaaaaaa..."
Cahaya berteriak saat ia merasakan bahwa tangannya tak lagi mampu menahan genggaman akar pohon tersebut, ya perlahan ia mulai terperosok ke bawah dan semakin dekat dengan ajalnya karena hanya beberapa senti saja tangannya akan terlepas dari akar tersebut.
Cahaya seperti sudah pasrah pada takdirnya jika harus bertemu ajal disana, ia melirik sekilas ke bawah dan tertegun karena jurang itu sangat dalam. Ia pun memejamkan mata tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi padanya nanti, bibirnya terus mengucap doa serta meminta keselamatan pada sang pencipta.
Perlahan jarinya mulai terlepas dari akar dan ia kini tak lagi berpegangan pada apapun disana, matanya masih terpejam karena sudah berpasrah pada keadaan walau sebenarnya ia masih ingin hidup di dunia ini dan belum siap jika harus meninggal sekarang ini.
Happp...
Telapak tangan kekar berhasil menggapai jari-jemari Cahaya yang terbuka, ya itu adalah tangan dari pria di atas yang rupanya telah hampir menurunkan seluruh tubuhnya demi menyelamatkan Cahaya.
Saat merasakan ada sebuah tangan menahannya, Cahaya pun membuka mata lalu tak percaya saat ia melihat pria yang tadi mengejarnya kini malah bersusah payah membantunya untuk tetap hidup.
"Tenang Cahaya, gue udah berhasil tangkap lu! Ayo semuanya, tarik gue ke atas!!" ujar pria itu.
Dengan sekuat tenaga semua orang disana termasuk yang kakinya dipatok ular membantu menarik tubuh pimpinan mereka, ya perlahan-lahan Cahaya pun mulai naik kembali ke atas dan ia menjauh dari jurang yang curam dan berbahaya itu.
Ada sedikit rasa lega di dalam hatinya yang ia rasakan, namun Cahaya masih belum bisa sepenuhnya tenang karena ia diselamatkan oleh orang-orang yang tak dikenalnya dan tadi ingin membawanya pergi dari sana.
Begitu berhasil sampai di atas, mereka semua langsung tergeletak lemas karena habis mengeluarkan tenaga yang cukup banyak. Namun, genggaman tangan pria itu masih belum terlepas dari telapak tangan Cahaya hingga gadis itu tidak bisa lari dari mereka.
__ADS_1
"Cahaya, jangan lari lagi! Kita udah capek ngejar-ngejar lu sampai harus tolong lu dari jurang, tolong sekarang lu mau ikut sama kita!" ucap pria itu memohon pada Cahaya.
"Sebenarnya kalian siapa?" tanya Cahaya penasaran.
Pria itu terdiam mengatur nafasnya yang masih terengah-engah, sekaligus ia juga bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan yang dilontarkan Cahaya barusan.
"Duh gue harus jawab apa, ya? Gak mungkin gue bilang ke Cahaya kalo ini semua suruhan bos Topan, bisa ngamuk tuh orang nanti!" batinnya.
Cahaya penasaran mengapa pria itu malah diam begitu ia menanyakan identitas mereka, ia pun semakin curiga kalau mereka bukanlah orang baik dan bisa saja mereka ingin berbuat macam-macam padanya apalagi saat ini tenaganya juga sudah setengah habis akibat berjuang mati-matian untuk bertahan hidup.
Semua pria itu langsung bangkit kembali termasuk pria yang menggenggam tangan Cahaya, mereka sepertinya sudah sanggup untuk melanjutkan perjalanan membawa Cahaya pergi dari sana.
"Heh, kabari bos kalau kita sudah berhasil selamatin Cahaya!" titah pria itu.
"Siap!"
Cahaya yang masih rebahan disana pun penasaran sekali siapa sebenarnya bos mereka dan mau apa bos itu menyuruh mereka untuk membawanya.
"Siapa sih bos mereka itu? Gue jadi penasaran banget, jangan-jangan mereka ini komplotan penculik orang lagi!" batin Cahaya panik.
Disisi lain, Topan tengah duduk melamun mencemaskan kondisi Cahaya yang sampai saat ini belum juga ia berhasil dapatkan info tentang keadaan Cahaya dari para anak buahnya. Topan sangat panik dan khawatir kalau akan terjadi sesuatu pada Cahaya, tentu ia menjadi yang paling bersalah atas semuanya jika itu sampai terjadi.
"Gimana kabar lu, Cahaya? Semoga lu gak kenapa-napa deh, harusnya lu gausah kabur!" batinnya dengan wajah cemas.
Tliingg...
Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk karena bunyinya hanya sekilas, ia pun langsung mengeceknya dan seketika matanya terbelalak begitu membaca isi pesan tersebut.
Kriwil : Bos, Cahaya sudah selamat!
"Yash, yesss...!!"
Topan spontan berteriak sambil mengepalkan tangan karena saking bahagianya mendapat kabar dari anak buahnya tentang kondisi Cahaya, memang itu yang sedari tadi ia tunggu dan khawatirkan yakni keselamatan Cahaya.
Mendengar teriakan kegembiraan dari Topan membuat Guntur dan yang lainnya reflek menoleh ke arah pria itu secara bersamaan, mereka saling pandang karena tak mengerti mengapa Topan sampai seperti itu setelah membaca pesan di hp nya.
__ADS_1
Sadar dirinya tengah diperhatikan, Topan pun duduk kembali dan bersikap tenang seperti sebelumnya walau di dalam hatinya ia masih sangat gembira karena Cahaya bisa diselamatkan oleh para anak buahnya sekarang.
Topan : Oke bagus, sekarang kalian bawa Cahaya ke tempat yang gue suruh!
Setelah mengirim pesan itu, Topan pun bangkit dari duduknya dan pamit pada semua temannya disana karena ia ingin pergi dari markas itu.
"Guys, gue pamit ya!" ujar Topan tampak sangat bergembira saat ini.
"Eh iya iya, hati-hati lu!" ujar Guntur.
Mereka pun saling tos-tosan sebelum akhirnya Topan pergi dari sana dengan tas di punggung serta jaket di tangannya, ia langsung menuju mobil masih dengan tampang gembira seperti orang yang baru menang lotre.
Bahkan saat di dalam mobil, Topan juga masih saja merasa gembira dan seakan tak bisa berhenti tersenyum karena sangat merasa happy.
"Hahaha, gue senang banget sekarang! Syukurlah Cahaya bisa selamat, gue makin gak sabar buat ketemu dia nanti! Cahaya, lu pasti bakal kaget banget begitu ngeliat gue disana dan tahu kalau gue yang udah perintahin mereka buat culik lu!" ucap Topan senyum-senyum sendiri.
Akhirnya Topan menarik dan memasang sabuk pengamannya dengan cekatan, ia menyalakan mesin mobilnya lalu mulai menancap gas pergi dari markas geng spider menuju sebuah tempat yang sudah ia siapkan untuk menemui Cahaya secara spesial.
Tak lupa juga Topan menyetel musik melalui radio mobilnya, kebetulan sekali yang muncul adalah musik dengan nada happy yang pas sekali dengan suasana hatinya yang juga tengah senang.
"Aduh gue makin gak sabar buat ketemu Cahaya, penasaran banget gue lihat muka dia ketika tau semuanya nanti!" gumamnya.
Begitu mobil Topan melintas, seorang wanita yang berada di dalam mobilnya pun memerintahkan sang supir untuk mengejar mobil Topan. Ya wanita itu tak lain adalah Bella yang masih berdiam disana menanti Topan sebelumnya, ia memang penasaran apa yang terjadi pada Topan saat ini.
"Pak, kejar mobil itu!" perintah Bella.
"Baik, non!"
Mobilnya pun langsung melaju mengikuti mobil Topan di depan, Bella kembali bersandar pada jok mobilnya namun suasana hatinya tidak santai.
"Mau kemana kamu, Topan?" batinnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1