
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 6
...•...
...•...
Bella memanggil satpam yang bertugas di apartemen miliknya untuk membantu ia membawa tubuh Topan ke kamar, tentu saja ia tidak kuat jika harus membopong tubuh Topan seorang diri.
Setelah dibawa ke kamarnya, Bella pun meninggalkan pria itu disana sendirian karena tak mungkin ia ikut tidur di kamar itu.
"Topan, aku pergi dulu ya! Selamat malam dan mimpi yang indah...." ucap Bella mendekati tubuh Topan lalu berjalan menuju pintu.
Bella sempat menoleh sebentar ke arah Topan sebelum akhirnya ia keluar dari kamar itu dan menutup pintunya, ia sengaja tak mengunci pintunya agar Topan bisa keluar esok hari ketika sudah bangun.
Bella pun kembali ke mobilnya walau masih kepikiran dengan kondisi Topan, ia tidak tega jika meninggalkan lelaki itu sendirian disana.
"Duh kok gue gak tega ya ninggalin Topan sendirian? Gimana nanti kalo Topan butuh apa-apa pas sadar terus gak ada orang disana yang bisa bantu dia? Aduh ribet banget sih, lagian kenapa coba Topan pake pingsan segala??" ucap Bella sambil menggaruk-garuk dahinya yang tak gatal.
Akhirnya karena terus memikirkan Topan yang sendirian disana, Bella pun turun lagi dari mobilnya dan masuk ke apartemennya.
Ia menemani Topan disana tapi tidak tidur satu ranjang tentunya, terlihat Topan masih memejamkan matanya dan tak bergerak sedikitpun membuat Bella sedikit khawatir.
"Kenapa kamu jadi kayak gini Topan? Selama kita pacaran kan kamu gak pernah mabuk-mabukan begini, apa yang bikin kamu nekat melakukan ini sih Topan? Padahal kan kamu tau kalo terlalu banyak mengonsumsi alkohol itu gak baik..." ucap Bella menaikkan selimut menutupi tubuh pria itu.
Bella mulai merasa ngantuk karena malam juga sudah semakin larut, ia pun terduduk di sofa dekat kasur lalu menyandarkan tubuhnya disana.
__ADS_1
"Ngantuk banget deh," ujar Bella menguap sambil mengucek-ngucek matanya.
Perlahan Bella memejamkan matanya tertidur di atas sofa itu, ia melupakan niatnya untuk pergi ke bar setelah melihat Topan yang mabuk sampai pingsan seperti itu.
Pagi telah tiba, Topan membuka matanya dan merasakan pusing yang amat sangat di bagian kepalanya saat hendak bangun.
Topan juga merasa heran karena dirinya bisa tiba-tiba ada di atas kasur, ia celingak-celinguk melihat ke sekeliling kamar itu sampai matanya tertuju pada seorang wanita yang sedang tertidur di sofa.
"Hah? Itu kan Bella, kenapa gue bisa ada disini sama Bella?" ujar Topan kebingungan, ia berusaha bangkit dari posisinya sekarang lalu turun dari kasur itu walau kepalanya masih terasa pusing akibat mabuk semalam.
Topan menghampiri Bella dan mencolek-colek pipi gadis itu untuk membangunkannya, ia penasaran dan ingin tau apa yang terjadi.
"Bella, Bel bangun Bel!" ucap Topan sambil terus mencolek pipi gadis itu.
Akhirnya Bella terbangun karena terus dicolek oleh Topan, ia membuka matanya dan terkejut saat Topan sudah berdiri di depannya.
"Topan? Lu udah bangun ternyata, bagus deh gue pikir lu gak bakal bangun lagi..." ucap Bella nyengir sambil mengucek-ngucek matanya.
"Enak aja lu kalo ngomong, gue cuma pingsan bukan meninggal! Lagian kenapa gue bisa ada disini sama lu dah?" ujar Topan keheranan.
"Ohh thanks ya Bel, tenang aja nanti gue transfer uang ke rekening lu sebagai tanda terimakasih karena lu udah tolongin gue!" ucap Topan tersenyum.
"Gak perlu Topan, sekarang kan gue bukan siapa-siapa lu lagi jadi gue gak berhak dapet uang dari lu! Lagian gue juga ikhlas kok nolong lu semalam gak ada niatan buat minta uang ke lu juga kok...." ucap Bella.
"Udah lah gausah malu-malu gitu, nanti gue transfer langsung ke rekening lu! Oh ya gue numpang mandi ya disini, boleh kan?" ujar Topan.
"Boleh kok mandi aja, itu kamar mandinya disana..." ucap Bella menunjukkan letak kamar mandi di kamar itu.
Topan manggut-manggut kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sementara Bella mengusap-usap wajahnya kasar karena merasa kesal dengan sikap Topan yang memandang rendah kepada dirinya.
"Ish selalu aja dia kayak gitu, padahal gue tulus loh bantu dia semalam malah dianggap gue minta duit sama dia! Ya walau emang sih gue mau terima uang dari dia!" ujar Bella.
...•••...
__ADS_1
Sementara itu, Cahaya sudah berganti pakaian dengan seragam sekolah... ia sebentar lagi harus berangkat ke sekolah seperti biasanya, namun tampaknya ia masih ragu untuk meninggalkan mamanya sendirian disana.
"Ma, mama bangun dong! Cahaya mau nanya nih sama mama, kira-kira kalau Cahaya berangkat ke sekolah mama bakal baik-baik aja atau enggak?" ucap Cahaya mengajak bicara mamanya yang masih terlelap itu.
Tentu saja tak ada jawaban dari mamanya itu, namun Cahaya tetap terus berbicara dengan mamanya untuk meyakinkan dirinya apakah harus berangkat sekolah atau tidak.
"Apa aku gausah sekolah aja kali ya ma? Aku gak tega tinggalin mama sendirian disini, karena papa pasti gak akan datang kesini dia kan sibuk berduaan sama istri mudanya yang kegatelan itu! Iya deh aku tetep disini aja jagain mama, lagian udah lama juga aku kepengen gak masuk sekolah...." ucap Cahaya tersenyum sambil mengelus rambut mamanya.
Ceklek... tiba-tiba pintu terbuka, seorang pria bersama seorang wanita bergandengan tangan masuk ke dalam ruangan itu.
"Pagi Cahaya!" sapa pria yang tak lain adalah papanya Cahaya bersama istri mudanya alias Calissa.
Sontak raut wajah Cahaya langsung berubah menjadi geram saat melihat kehadiran papanya disana apalagi bersama seorang perempuan yang sangat ia benci.
"Papa ngapain sih kesini? Terus buat apa juga papa ngajak dia?" tanya Cahaya dengan nada kesal.
"Loh kamu kenapa tanya begitu sayang? Papa ini kan mau jenguk mama kamu, kalau Calissa dia juga katanya mau jagain mama kamu! Ayolah Cahaya berhenti bersikap seperti itu pada Calissa, dia ini sekarang sudah jadi istri papa dan itu artinya dia juga mama kamu sayang!" ucap papanya.
"Apaan sih pah? Sampai kapanpun aku gak akan pernah mau terima wanita murahan itu jadi mama aku, lagian aku sama dia ini umurnya gak jauh beda pa! Udah deh mending papa sama dia pergi jauh-jauh dari mama, aku gak mau mama tambah sakit saat ngeliat wanita pembawa musibah ini ada disini!" ujar Cahaya semakin kesal.
"Cukup Cahaya! Jangan lagi-lagi kamu menghina Calissa! Cepat kamu minta maaf dan cium tangan Calissa, atau papa akan cabut semua fasilitas kamu!" ujar papanya mengancam Cahaya.
"Ohh jadi sekarang papa lebih sayang sama wanita ini daripada aku dan mama? Kenapa sih pa? Heh cewek murahan, apa yang lu lakuin sampe papa gue jadi kayak gini ha?" ujar Cahaya.
"Cahaya!" teriak papa Cahaya kemudian hendak menampar wajah gadis itu, akan tetapi lagi-lagi Calissa menahannya untuk tidak melakukan itu.
"Mas jangan mas! Kamu gak boleh kasar sama Cahaya, dia itu kan anak kamu mas!" ucap Calissa coba menenangkan suaminya.
Akhirnya papa Cahaya bisa tenang dan menurunkan tangannya hingga tak jadi menampar putrinya, sementara Cahaya malah tersenyum sinis menatap wajah Calissa.
"Cih cari muka banget jadi orang!" umpat Cahaya pada istri muda papanya itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...