Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 126. Bodyguard untuk Cahaya


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 125


...•...


...•...


Topan sampai di rumah dengan kondisi murung dan mata yang sembab akibat menangis saat perjalanan pulang di mobil tadi, ia pun duduk bersandar pada sofa ruang tamu sembari memejamkan mata dan menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


Topan benar-benar tak menyangka kalau ia harus berpisah dengan Cahaya, padahal gadis itu telah berhasil membuatnya moveon dari Calissa yang selama ini mengganggu pikirannya, keinginannya untuk bisa bersama Cahaya pun sirna.


Disaat ia tengah sedih-sedih disana, datanglah bik Leni membawakan susu hangat untuknya dan meletakkan gelas berisi susu itu di atas meja dekat Topan. Bik Leni pun tampak bingung melihat wajah Topan yang banjir air mata itu.


"Den, kenapa?" tanya bik Leni penasaran.


Topan yang terkejut reflek membuka wajahnya lalu menatap bik Leni sambil tersenyum, ia berusaha seolah-olah tidak terjadi apapun.


"Gapapa kok, bik!" jawab Topan.


"Loh gapapa gimana? Kelihatan kok itu muka aden tuh kayak orang yang lagi sedih, udah ayo cerita aja sama bibik ada apa!" ucap bik Leni.


"Gak ada bik, aku baik!" ucap Topan.


Topan meraih gelas di meja itu dengan tangannya, ia pun menenggaknya sampai tersisa setengah lalu menaruh kembali gelas itu disana. Topan tidak mau jika bik Leni tau tentang dirinya yang sedang galau karena harus berpisah dengan Cahaya.


Akan tetapi, bik Leni tak semudah itu percaya dengan perkataan Topan. Ia yakin betul kalau Topan majikannya itu sedang memiliki masalah, karena terlihat dari raut wajahnya serta pandangan mata pria itu tampak berbeda dari sebelumnya.


"Yaudah kalo aden gak mau cerita, tapi aden harus tenang jangan sedih terus!" ucap bik Leni.

__ADS_1


"Iya bik, makasih ya susunya!" ucap Topan.


"Sama-sama den, yaudah ya bibik mau balik ke dapur dulu masih ada kerjaan? Inget den, apapun itu jangan terlalu dipikirkan!" ucap bik Leni memegang pundak Topan sambil tersenyum.


Topan mengangguk mengerti. Bik Leni pun berbalik badan lalu mulai melangkah menuju dapur dengan perasaan khawatir pada majikannya, sepertinya bik Leni juga cemas kalau terjadi sesuatu dengan Topan karena melihat pria itu terus bersedih.


"Tunggu bik!"


Akhirnya Topan berdiri dari sofa lalu memanggil bibiknya, tampaknya ia berubah pikiran dan ingin menceritakan tentang yang ia sedang alami ini kepada bik Leni. Menurutnya, mungkin saja dengan bercerita semuanya akan jadi lebih baik.


Bik Leni pun menoleh tersenyum, ia senang karena Topan mau memanggilnya dan berharap kalau pria itu juga mau bercerita tentang masalahnya. Ia langsung kembali menghampiri Topan dan bertanya ada apa pria itu memanggilnya.


"Iya den, kenapa?" tanya bik Leni.


"Aku mau cerita sama bibik, duduk bik!" ucap Topan.


"Iya iya..."


Bik Leni duduk di sofa dekat Topan dengan perlahan dan hati-hati karena ia belum terbiasa duduk disana sekaligus malu juga, ia pun memandang wajah Topan dengan tatapan seakan-akan sedang melontarkan pertanyaan pada pria tersebut.


"Ohh, iya iya inget den. Yang anaknya baik itu kan? Ada apa den emangnya sama non Cahaya?" ucap bik Leni penasaran.


"Papanya gak setuju kalau aku dan dia itu deketan, terus sekarang papanya minta aku buat jauhin dia dan jangan deketin dia lagi!" ucap Topan.


"Kenapa gitu den?" tanya bik Leni syok.


Topan menggeleng, ia memang juga belum mengerti apa alasan papa Cahaya melarang dirinya untuk mendekati putrinya lagi.


...•••...


Disisi lain, Calissa menghampiri suaminya yang sudah siap untuk berangkat ke kantor dan telah berpakaian rapih di kamarnya. Wanita itu memegang lengan serta pundak Hendra sembari tersenyum dan bantu merapihkan dasi milik suaminya.


Hendra juga membalas senyuman istrinya sekaligus mengecup kening serta wajah Calissa yang saat ini ada di sampingnya, Hendra memang jadi lebih bahagia karena saat ini Cahaya sudah tidak lagi bertengkar dengan Calissa istri mudanya.


"Mas, kamu udah mau berangkat?" tanya Calissa.

__ADS_1


"Iya sayang, nanti kamu kalau mau kemana-mana tinggal bilang aja sama si Hadi ya! Maaf, mas gak bisa antar kamu hari ini." ucap Hendra.


"Gapapa mas, kan mas emang harus kerja! Biar aku tunggu di rumah sampai mas pulang, kebetulan aku juga lagi gak ada job kok!" ucap Calissa.


"Ohh, yaudah kamu jaga rumah ya!" ucap Hendra.


"Iya mas, oh ya aku mau tanya sesuatu deh sama mas. Ini soal Cahaya anak kita, menurut aku perlu dibahas deh mas!" ucap Calissa.


"Kenapa lagi sama Cahaya?" tanya Hendra.


"Gak kok mas, aku cuma khawatir aja. Aku takut kalau diem-diem Cahaya itu ketemu sama Topan, kan bisa aja selama di sekolah mereka ketemuan gitu tanpa sepengetahuan kamu!" ucap Calissa.


"Iya sih bener, tapi emang Topan tau tempat Cahaya sekolah?" ucap Hendra.


"Kamu gimana sih, mas? Kan aku udah pernah bilang sama kamu, Topan itu antar pulang Cahaya ke rumah. Itu artinya Topan tau dimana tempat sekolah Cahaya, jadi pasti dia bakal datang kesana!" ucap Calissa.


"Oh iya ya, terus menurut kamu mas harus apa supaya mereka gak ketemuan diem-diem disana?" tanya Hendra meminta saran.


"Umm, kenapa mas gak sewa orang aja buat jagain Cahaya supaya gak ketemu sama Topan? Menurut aku itu bagus sih mas, jadi kita juga bisa tau aktivitas apa aja yang dilakukan Cahaya di luar sana!" jawab Calissa memberikan usulnya.


"Boleh juga, tapi apa Cahaya mau kalau dia harus dikawal sama bodyguard kayak gitu?" ucap Hendra.


"Dia harus mau mas, kan demi kebaikan dia juga! Topan itu bukan lelaki yang baik, dia cuma bawa pengaruh buruk buat Cahaya!" ucap Calissa.


"Oke, nanti biar mas cari orang yang bisa dijadikan bodyguard untuk Cahaya. Makasih ya sayang, atas sarannya!" ucap Hendra tersenyum.


"Sama-sama mas, aku kan juga peduli sama Cahaya dan gak mau kalau dia sampai rusak karena salah bergaul begitu!" ucap Calissa.


Hendra mendekap istrinya dan mengecup kening Calissa cukup lama. Calissa tampak terkejut karena ia belum siap untuk menerima kecupan dari suaminya, ya sekaligus juga ia memang tidak mau dicium seperti itu oleh Hendra.


"Gapapa deh sekarang aku sama si tua bangka ini dulu, sampai aku berhasil lakukan semua rencana aku dan juga mama." batin Calissa.


Setelah puas, Hendra pun pamit pada istrinya untuk segera berangkat ke kantor bersama supir pribadinya karena ia sedang malas menyetir. Calissa sebagai istri yang baik, mengantar suaminya sampai ke luar rumah sembari menggandeng tangannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2