
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 299
...•...
...•...
Keesokan harinya, Topan datang ke rumah Cahaya membawa satu buket bunga yang cantik nan indah itu sebagai permintaan maafnya pada sang gadis yang sejak kemarin merajuk itu.
Topan tak bisa berlama-lama didiamkan oleh Cahaya karena ia memang sangat menyayangi gadis itu, maka dari itu Topan pun memutuskan datang menjemput Cahaya pagi ini sambil membawa buket bunga yang didesain sesuai permintaan nya.
Pria itu seperti biasa menunggu di depan rumah sampai Cahaya muncul, ia terus berdiri sambil bersandar pada tiang dinding yang berada disana dan berdoa supaya Cahaya mau memaafkan dirinya.
"Ya Tuhan, semoga kali ini Cahaya bisa maafin saya!" gumam Topan dalam hati.
Tak lama kemudian, gadis cantik yang ditunggu olehnya itu muncul dengan pakaian seragam rapih serta jaket yang menutupinya.
"Good morning sayang!" sapa Topan tersenyum.
Namun, senyuman di wajah Topan sirna karena melihat sosok Hendra alias sang papa dari Cahaya juga ikut muncul bersama putrinya disana. Sehingga Topan merasa heran karena biasanya Hendra tidak ikut ke depan menemuinya, ia pun kebingungan tetapi coba bersikap biasa-biasa saja.
"Hei Topan! Kamu pagi-pagi udah disini aja, pake bawa bunga segala!" ujar Hendra.
Topan maju mendekati Hendra, lalu mencium tangannya sebagai tanda hormat.
"Eee hehe iya om, saya kan pacar yang siaga! Jadi, saya selalu siap buat antar jemput pacar saya yang cantik jelita ini om supaya dia gak telat sekolah!" ucap Topan tersenyum.
"Baguslah Topan! Cahaya, ini kan ada pacar kamu yang jemput sayang, kamu berangkat ke sekolahnya diantar Topan aja ya kayak biasa?" ucap Hendra.
Cahaya menggeleng dan mencengkeram lengan papanya dengan erat.
"Enggak pah, aku berangkat sama papa aja! Aku gak mau sama Topan, aku tuh masih marah pah sama dia!" ucap Cahaya dengan nada manja.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa sih Aya?" tanya Hendra.
"Gak ada pah, aku kesel aja sama dia! Makanya kali ini aku mau diantar sama papa, papa bisa kan anterin aku ke sekolah hari ini?" ucap Cahaya merengek.
"Eee ya bisa-bisa aja sih Aya, tapi kan sekarang udah ada Topan disini. Kamu berangkat bareng Topan aja ya sayang? Besok deh baru papa yang anterin kamu ke sekolah, gimana?" bujuk Hendra.
"Iya pacar, sama aku aja ke sekolahnya jangan repotin papa kamu dong!" sahut Topan.
"Ish enggak! Aku pokoknya mau diantar sama papa, titik!" tegas Cahaya.
Mendengar perkataan putrinya, membuat Hendra terpaksa menuruti kemauan Cahaya dan mengantar gadis itu ke sekolah. Ia juga memberi kode mata pada Topan agar pria itu tahu apa yang ia maksud, namun Topan sama sekali tak mengerti.
"Yasudah, biar papa yang antar kamu. Topan, maaf ya kali ini om ambil tugas kamu! Tapi, nanti pulang sekolah Cahaya kamu yang jemput kok!" ujar Hendra.
"Ohh, iya siap om! Saya gapapa kok, tapi saya minta izin bicara sebentar sama Cahaya boleh kan om? Ada hal penting yang mau saya bicarakan dengan Cahaya disini," ucap Topan.
"Boleh, silahkan!" ucap Hendra.
"Terimakasih om!"
Topan memandang wajah Cahaya sambil tersenyum, lalu meraih kedua tangan gadis itu dan menggenggamnya erat.
Cahaya hanya diam tak merespon, ia menarik tangannya lalu melangkah pergi.
"Hey pacar, tunggu!" teriak Topan.
Topan hendak mengejar gadisnya, tapi ditahan oleh Hendra yang memegang pundaknya.
"Tahan Topan!" ucap Hendra.
"Eee ada apa ya om?" tanya Topan.
"Harusnya saya yang tanya ke kamu, ada apa dan kenapa bisa Cahaya sampai semarah itu sama kamu Topan? Apa diantara kalian ada masalah yang besar dan bikin Cahaya emosi?" ujar Hendra.
"Eee se-sebenarnya...."
Topan menjelaskan semua permasalahan yang terjadi itu kepada Hendra.
•
__ADS_1
•
Singkat cerita, Cahaya sudah berada dalam mobil menuju sekolahnya bersama sang papa. Wajahnya masih belum berubah sedari tadi, ya gadis itu cemberut memikirkan Topan yang sudah berbeda dan tak seperti dulu lagi.
Hendra yang telah mendengar penjelasan dari Topan pun merasa kalau putrinya itu terlalu lebay dan bersikap seperti anak-anak, padahal di umurnya yang sekarang harusnya Cahaya bisa bersikap lebih dewasa dan tak mempermasalahkan itu.
"Cahaya, mau sampai kapan kamu cemberut kayak gitu terus sayang?" tanya Hendra.
Gadis itu menoleh dengan wajah dinginnya.
"Pah, maaf ya pah! Aku gak cemberut buat papa kok, tapi aku masih kesel aja sama Topan! Dia itu nyebelin tau pah, asal papa tau aja dia tuh—"
"Iya sayang, papa udah tahu kok! Tadi Topan udah ceritain semuanya ke papa, dan menurut papa sikap kamu itu terlalu berlebihan sayang! Harusnya kamu jangan begitu ke Topan!" potong Hendra.
"Papa apaan sih? Kok papa malah belain Topan daripada aku?" tanya Cahaya kesal.
"Bukan begitu, papa cuma ngerasa kalau sikap kamu itu gak benar sayang! Masa kamu dihukum sama guru kamu gara-gara kesalahan kamu sendiri, terus kamu malah minta Topan buat marahin guru kamu itu? Itu gak baik sayang, harusnya kamu yang berubah dan kerjakan PR kamu supaya gak dihukum lagi sama guru kamu!" ucap Hendra.
"Ish, tapi kan aku pengennya tuh Topan belain aku gitu pah! Bukannya malah ngetawain aku, cuma itu aja kok yang aku pengen!" ucap Cahaya.
"Yaudah sayang, terserah kamu!" ucap Hendra.
Melihat papanya merasa kesal padanya, Cahaya pun merasa bersalah dan berusaha membujuk Hendra agar tidak marah lagi padanya, karena Cahaya tak akan bisa jika didiamkan seperti itu oleh Hendra.
"Pah, papa jangan marah dong! Iya deh, aku minta maaf sama papa ya!" bujuk Cahaya.
"Aya, papa kan gak pernah ngajarin kamu buat jadi wanita seperti itu sayang! Kamu harus belajar dewasa dan jangan pernah begitu lagi, papa baru mau maafin kamu asalkan kamu juga minta maaf ke Topan dan akui kesalahan kamu!" ucap Hendra.
"Eee i-i-iya pah, nanti aku minta maaf kok ke Topan pas pulang sekolah. Papa jangan marah dan diemin aku begitu, ya?" ucap Cahaya.
Hendra menoleh ke arah Cahaya, lalu mengusap puncak kepala putrinya itu.
"Bagus! Kalau kamu dan Topan sudah baikan, baru papa bakal maafin kamu! Awas aja ya kalau kamu masih begini terus!" ucap Hendra.
"Iya pah, gak akan kok!" ucap Cahaya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1