Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 82. Dibawa ke rumahku


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 81


...•...


...•...


Cahaya sungguh terkejut melihat Topan dapat menyusul pembalap lainnya yang berada di depan, ia yang tadinya tertawa karena Topan tertinggal oleh pembalap lainnya kini mendadak syok tak menyangka jika Topan cukup mahir mengendarai motor bahkan mampu berada di peringkat ketiga saat ini hanya tertinggal oleh 2 pemotor lainnya.


Perlahan-lahan Topan bahkan berhasil mengikis jarak diantara 2 pembalap itu, ya tak diduga-duga Topan juga berhasil membalap mereka sekaligus dan kini memimpin di posisi terdepan serta membuat seluruh penonton bersorak-sorai termasuk para anggota spider yang cukup heboh melihat Topan mampu memimpin balapan.


Sedangkan Cahaya hanya diam celingak-celinguk heran mengapa semua disana pada berteriak, ia sungguh tak mengerti bagaimana mungkin Topan bisa memimpin sekarang di sisa 3 lap lagi yang harus dilewatinya untuk bisa memenangkan balapan kali ini dan tentunya semakin membuat Cahaya terperangah terheran-heran.


"Topan itu siapa sih sebenarnya? Kenapa dia bisa ikut balapan ini, terus kenapa juga semuanya pada sorak-sorai kayak gitu?" gumam Cahaya.


Akhirnya sesuai dugaan semua orang kalau Topan berhasil memenangkan balapan dengan mudah setelah memimpin jauh dari para pembalap lainnya, pria itu pun tampak bahagia dan langsung mengangkat kedua tangannya ke atas sambil menunjuk Cahaya yang ada di tempat penonton.


"Wih hebat banget dah temen gue!" ujar Beri.


"Nah Cahaya, lu udah lihat sendiri kan? Si Topan itu bukan cuma jago bawa mobil, tapi dia juga jago bawa motor malah sampe juara!" ucap Guntur.


Cahaya hanya menoleh dengan bibir mengatup tak berbicara sepatah katapun, rupanya ia masih bingung dengan semua ini dan bagaimana caranya Topan bisa menang padahal yang dilawannya adalah pembalap-pembalap profesional andalan negara ini di ajang internasional.


Cahaya pun pergi dari sana meninggalkan arena balap dengan wajah bete dan kecewa karena balapan kali ini tidak sesuai ekspektasinya, namun lagi-lagi tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang yang membuatnya kaget sekaligus tak bisa melangkahkan kakinya ke depan.


"Jangan pergi, Aya!"


Pria itu langsung mendekap erat tubuh Cahaya dari belakang, melingkarkan tangannya di leher sang wanita sembari membenamkan wajah pada pundak Cahaya dengan satu tangan tetap menggenggam tangan Cahaya.

__ADS_1


"Ish, lu apa-apaan sih!" bentak Cahaya geram.


Gadis itu berhasil berontak melepaskan diri dari dekapan pria yang tak lain adalah Topan, ya Cahaya kini menatap wajah Topan dengan raut kesal sekaligus penasaran karena selama sejam ini dibuat terheran-heran dengan tingkah pria tersebut.


"Lu itu siapa sih? Kok lu bisa ikut balapan ini?" tanya Cahaya penasaran.


"Hahaha, kalo lu ngikutin balap motor ini dari awal pasti lu bakal kenal kok siapa gue!" jawab Topan.


"Hah? Maksud lu apa? Gue udah nonton balapan ini dari sebelum gue masuk SMA, tapi gue baru kali ini ngeliat pembalap yang wajahnya ngeselin kayak lu!" ujar Cahaya ketus.


"What? Hey, masa muka gue yang ganteng ini dibilang ngeselin sih? Lu salah, Aya!" ujar Topan.


"Hadeh, terus ngapain lu malah ngejar gue? Harusnya kan lu tetep disana terima hadiahnya, apa jangan-jangan ini cuma settingan lu aja??" ujar Cahaya menaruh curiga pada Topan.


"Hah? Buat apa gue setting balapan ini? Kan tadi lu lihat sendiri, gimana jagonya gue bawa motor! Soal hadiah mah gak penting, gue ikut balap ini cuma mau mengasah kemampuan gue!" ucap Topan.


"Halah, alasan aja lu! Dah ah gue mau balik, sekarang kasih tau dimana motor gue...!!" ujar Cahaya.


"Lu baliknya sama gue aja, bakal gue anterin sampe rumah kok! Soal motor lu gausah khawatir, dia aman dan gak bakal kenapa-napa selagi lu mau nurut sama gue!" ucap Topan tersenyum.


"Oke, gue ikut sama lu!" ucap Cahaya.


Topan pun tersenyum manis sembari menatap wajah Cahaya terus-menerus, sedangkan gadis itu langsung membuang muka begitu selesai berbicara karena tak mau menatap muka pria di hadapannya.


Cupp...


Diluar dugaan Topan cukup berani mendekatkan bibirnya kemudian mengecup pipi Cahaya secara diam-diam memanfaatkan situasi saat Cahaya tengah membuang muka, ya pria itu langsung cepat menjauh lalu tertawa kecil.


Cahaya yang tiba-tiba dikecup tampak emosi sekaligus kaget dengan kelakuan Topan, namun ia hanya diam sembari menghela nafas untuk meredakan emosi di dalam tubuhnya melihat tingkah Topan yang menyebalkan.




Setelah Topan menerima hadiah serta foto-foto bersama para fansnya, kini ia bersama Cahaya sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah gadis tersebut yang sampai sekarang juga masih mengenakan seragam sekolah walau ditutup dengan jaket kesayangannya.

__ADS_1


"Jadi lu itu spider idaman cewek-cewek penggila balap?" tanya Cahaya setelah mengetahui identitas Topan dalam dunia balap dari ucapan para fansnya tadi.


Topan melirik sekilas sembari melempar senyum tipis ke arah Cahaya, ia seperti puas berhasil membuat gadis itu terpukau dengan penampilan dirinya serta mengetahui siapa dirinya.


"Menurut lu?" ujar Topan dengan nada sombong.


"Banyak banget sih nama samaran lu! Udah Badai, Topan, terus sekarang spider juga! Kenapa semua nama di kota ini itu orangnya harus lu?" ujar Cahaya.


"Hahaha, kenapa sih sayang? Ohh atau jangan-jangan lu juga ngefans ya sama spider?" ujar Topan memancing gadisnya.


"Gak kok!" jawab Cahaya singkat.


Memang Cahaya mengatakan tidak melalui bibirnya, tetapi hatinya berbeda karena sungguh ia juga mengagumi pembalap yang misterius itu dan baru mengetahui identitasnya saat ini walau ia harus kembali kecewa seperti ketika mengetahui bahwa Badai adalah Topan.


Saat di tengah-tengah perjalanan, Cahaya menyadari kalau Topan mengendarai mobil menuju arah yang salah dan bukan ke rumahnya karena ia tahu betul mana jalan yang mengarah ke rumahnya.


"Heh, lu mau bawa gue kemana?" tanya Cahaya.


"Ke rumah!" jawab Topan santai.


"Ish, lu pikir gue bego apa? Ini bukan jalan ke rumah gue tau! Udah cepet puter balik, gue gak mau ya dibawa ke tempat yang aneh-aneh!" bentak Cahaya.


"Hahaha, emang ini bukan jalan ke rumah lu! Lagian siapa juga yang bilang kalo gue mau bawa lu ke rumah lu?" ucap Topan nyengir.


"Hah? Maksud lu apa sih??" ujar Cahaya bingung.


"Iya, ini beneran jalan ke rumah kok... tapi rumah gue karena gue mau kenalin lu sama orang di rumah gue!" ucap Topan tersenyum.


"Apa??"


Cahaya bertambah terkejut menganga lebar setelah mendengar ucapan Topan yang ingin membawanya ke rumah pria tersebut, tentu saja ia tak mengerti mengapa Topan hendak melakukan itu padahal sebelumnya Cahaya mengira kalau Topan akan membawanya pulang.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2