Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 260. Jangan ribut


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 259


...•...


...•...


Topan serta Cahaya saat ini berada di dalam mobil dan tengah menuju sekolah, pria itu terus-menerus menoleh ke samping menatap wajah gadisnya dan seperti ingin mengatakan sesuatu. Ya akan tetapi Topan masih ragu untuk berbicara pada Cahaya saat ini, karena ia khawatir akan membuat gadis itu marah atau tidak suka jika ia tetap kekeuh bicara itu.


Sementara Cahaya sendiri heran mengapa Topan seperti orang yang sedang kebingungan, ia juga tak mengerti mengapa Topan terus-terusan menatap ke arahnya dan membuang muka begitu ia juga menoleh menatap Topan. Namun, Cahaya tak mau ambil pusing dan memilih tetap diam duduk di kursi karena jika ada yang penting pasti Topan akan bicara.


"Eee pacar, kamu kok malah diem aja sih? Padahal kamu tau kalau aku sekarang lagi gelisah, harusnya kamu tanya dong aku kenapa gitu!" ucap Topan.


"Hah? Emang kamu lagi gelisah? Ada masalah apa sih pacar? Apa ini menyangkut mama papa kamu, atau ada yang lainnya? Maaf aku gak tau, aku pikir kamu cuma iseng aja!" ucap Cahaya cemas.


"Gapapa, jadi aku boleh bicara gak nih?" ujar Topan.


"Ya boleh dong, bicara aja pacar! Kamu gelisah kenapa dan apa yang bikin kamu bisa sampai gelisah kayak gitu? Aku siap kok dengerinnya, supaya gak sepi juga kalau kita cuma diem-dieman di mobil selama perjalanan!" ucap Cahaya.


"Bagus deh! Jadi, aku itu sebenarnya pengen ajak kamu tunangan pacar!" ucap Topan.


"Hah? Tunangan??" ujar Cahaya terkejut bukan main.


"Iya, bagus kan ide aku? Udah dari kemarin aku mikir soal itu, kayaknya kalau kita tunangan itu kan lebih baik supaya gak ada masalah yang bisa terjadi nantinya di hubungan kita!" ucap Topan.

__ADS_1


"Ish pacar, aku kan udah bilang aku masih mau fokus sekolah dan belum mau nikah! Kamu bukannya udah sepakat juga mau tunggu aku sampai lulus kuliah nanti? Kok sekarang tiba-tiba ajakin aku tunangan sih?" ujar Cahaya.


"Pacar, cuma tunangan loh bukan nikah! Jadi, aku pengen ngikat kamu aja gitu supaya gak ada pria lain yang bisa rebut kamu dari aku!" ucap Topan.


"Emang kenapa sih? Kamu takut kalau aku berpaling dari kamu dan jadian sama Robi?" tanya Cahaya.


"Itu salah satu alasannya, tapi yang pasti aku juga mau hubungan kita jelas ke depannya mau bagaimana?! Kalau kita udah tunangan, itu kan gampang buat bahas pernikahan nanti!" ucap Topan.


"Haish, aku coba tanya papa deh!" ujar Cahaya.


"Aku udah bilang kok sama papa kamu semalam, terus katanya papa kamu juga setuju dan dia ngikut keputusan kamu aja!" ucap Topan.


"Apa? Ohh, pantas aja tadi tuh tiba-tiba papa sedih dan bahas kalau aku nanti nikah sama kamu. Ternyata itu gara-gara ulah kamu, kenapa sih Topan kamu harus bahas itu sekarang?" ucap Cahaya.


"Ya maaf pacar, abisnya aku kesel banget sama si Robi itu yang gak tahu diri!" ujar Topan geram.


"Aduh, aku kan udah pernah bilang sama kamu. Aku gak akan mungkin berpaling ke lain hati, apalagi ke Robi! Aku setia kok sama kamu Topan, tapi ya kalau emang kamu mau ajak aku tunangan ya apa boleh buat aku sih ngikut aja!" ucap Cahaya.


"Hah? Serius??" tanya Topan kaget.


"Siap pacar! Duh, akhirnya aku bisa ngikat kamu secara resmi dalam sebuah pertunangan! Dengan ini Robi pasti semakin panas deh sayang, hahaha dasar cowok gak jelas!" ujar Topan.


Cahaya pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Topan itu.




Saat sampai di sekolah, lagi dan lagi Topan harus dibuat emosi lantaran ada sosok pria yang selalu membuatnya emosi di depan gerbang itu. Topan pun kembali dibuat geram karena pria yang tak lain Robi itu sudah lebih dulu ada disana sepertinya menanti kehadiran Cahaya, terbukti saat melihat mobil Topan datang pria itu langsung menoleh dan tersenyum.


Cahaya sendiri langsung ketar-ketir ketika melihat Topan mengepalkan tangannya, ia khawatir akan terjadi keributan kembali antara Topan dengan Robi disana. Tentu saja Cahaya tak mau jika itu sampai terjadi lagi saat ini, maka Cahaya pun bergerak cepat menahan tangan Topan agar pria itu tidak turun dan menghajar Robi yang sedang berdiri di depannya.

__ADS_1


"Pacar, kamu jangan turun ya! Aku takut kamu malah kepancing sama Robi, terus ada keributan jilid selanjutnya disana! Mending kamu langsung balik aja, biar aku sendiri yang turun!" ucap Cahaya.


"Hah? Ohh, maksud kamu, aku pergi dari sini terus kamu turun dan temuin Robi gitu? Hey pacar, aku pikir kamu setia loh sama aku! Bisa-bisanya kamu malah berpikir begitu sama aku, mau coba-coba mengkhianati aku, ha?!" ucap Topan emosi.


"Eee kamu jangan mikir yang enggak-enggak dong pacar! Maksud aku tuh gak gitu, aku cuma pengen supaya kamu gak ribut lagi sama Robi! Mana mungkin sih aku berkhianat?" ucap Cahaya.


"Halah! Pokoknya aku gak akan biarin tuh cowok bisa ketemu sama kamu!" ujar Topan tegas.


"Ish, kamu nurut dong sama aku pacar! Kamu jangan ikut turun ke luar, kamu cukup anterin aku sampe di depan sini aja!" ucap Cahaya.


"Gak bisa!" ujar Topan.


Topan tetap kekeuh untuk ikut turun bersama Cahaya dan mengantar gadis itu masuk ke dalam sekolahnya, Cahaya juga sudah tak tahu bagaimana caranya untuk membujuk Topan dan akhirnya ia terpaksa membiarkan Topan turun ke luar dari mobil.


Keduanya ke luar dari mobil, lalu berjalan menuju depan pintu sekolah sambil bergandengan tangan. Robi pun bergerak menghampiri mereka sambil tersenyum manis dengan mata yang terus mengarah pada sosok Cahaya.


"Hai Cahaya!" ucap Robi menyapa gadis itu tanpa ragu dan takut.


Cahaya hanya diam sambil melirik sekilas ke arah Topan, ia menggenggam erat tangan Topan untuk mencegah pria itu emosi.


"Lu ngapain disini ha?" tanya Topan emosi.


"Gue gak bicara sama lu ya, gue bicara sama Cahaya. Jadi, mending lu diem aja deh! Lagian omongan lu itu gak ada artinya buat gue, suara lu juga bikin kuping gue sakit tau gak?!" ucap Robi.


"Berani banget lu ya! Sekali lagi gue ingetin sama lu, jangan pernah lu deketin Cahaya!" ancam Topan.


"Gue gak perduli, buat apa juga gue dengerin kata-kata lu kan? Gue bakal tetap deketin Cahaya apapun yang terjadi!" ucap Robi tegas.


"Kurang ajar!!" Topan emosi lalu hendak memukul Robi disana.


"Topan jangan!" teriak Cahaya sembari mencekal lengan pria itu dan mencegahnya agar tidak memukul Robi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2