Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 164. Curhat


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 163


...•...


...•...


Topan pun datang ke kampusnya dengan perasaan masih kesal juga bete dan bahkan kecewa kepada Cahaya, ia sangat-sangat tak mengira jika Cahaya ternyata masih belum mencintainya. Padahal selama ini ia mengira Cahaya telah bisa membuka hati untuknya dan mulai merasakan rasa yang sama seperti yang ia rasakan pada gadis itu, namun semuanya hanya khayalan semata.


Topan turun dari motornya, lalu berjalan pelan memasuki kampusnya. Topan masih tetap menjadi pusat perhatian, terlebih saat ini ia sedang dalam keadaan galau yang tentunya para gadis disana semakin ingin membuat Topan bahagia dan menghibur pria tersebut ketika melewati mereka.


Topan tak memperdulikan perkataan mereka, yang ada di otaknya saat ini hanyalah kekecewaan ia kepada Cahaya. Ia merasa kalau Cahaya selama ini hanya memanfaatkannya saja, walau ia memang sadar semua yang ia lakukan selama ini semata-mata karena ketulusan cintanya dan tak mengharap balasan dari Cahaya.


Tak lama kemudian, Ardan bersama Guntur muncul dan tampak heran ketika melihat Topan tengah berjalan sembari menendangi pot-pot di pinggir jalan. Mereka berdua pun langsung menghampiri Topan untuk coba bertanya kepada pria tersebut.


"Eh eh, lu kenapa sih brot? Kok kayak lagi kesel gitu? Ada masalah apa sih, men? Cerita aja sama kita?" ucap Ardan bertanya kepada sohibnya itu.


"Gue lagi kesel aja sama Cahaya!" jawab Topan dengan dingin dan bibir bergetar.


"Hah? Cahaya siapa? Ohh, cewek yang lagi lu deketin di sekolah bokap lu itu ya? Kenapa sama dia emang?" tanya Ardan terheran-heran.


"Iya, dia ternyata gak cinta sama gue. Padahal waktu itu dia sempat bilang sama bokap nya kalau gue ini cowok yang dia cintai, gue udah seneng banget loh waktu itu. Eh ternyata omongan dia itu cuma bullshit, gue terlalu berharap sama wanita yang gak mencintai gue selama ini!" jawab Topan menjelaskan.


"Aduh, sakit amat! Kok bisa lu digituin sama cewek, ya? Padahal lu kan ganteng dan kaya. Kalo lu aja digituin, gimana kabarnya gue?" ujar Ardan.

__ADS_1


"Hahaha, ya elu mah udah pasti langsung ditendang bre!" ujar Guntur sambil tertawa.


"Yeh sialan lu! Tapi, bener juga sih. Topan yang ganteng dan kayanya maksimal aja disakitin sama cewek, lah gue yang gak ganteng sama gak terlalu kaya ini pasti bakal lebih parah!" ujar Ardan.


"Ah udah udah! Ngapa jadi pada ngadu nasib sih? Gue ini lagi pusing, gue gak mau jauh dari Cahaya dan pengen dia jadi pacar gue! Tapi, gue bingung gimana caranya bikin Cahaya itu cinta sama gue?" ucap Topan kesal.


"Sabar bro! Nanti kita pikirin bareng-bareng, tapi sekarang mending lu ke kelas dulu deh! Kan lu ada kelas pagi, sesuai yang lu bilang kemarin waktu pamit dari markas spider." ucap Ardan.


"Nah, iya tuh!" sahut Guntur.


"Ya, oke! Gue ke kelas duluan, ya?" ucap Topan.


"Siap, bro!" ucap Ardan dan Guntur bersamaan.


Setelah berpamitan, Topan pun langsung pergi menuju kelasnya meninggalkan Ardan juga Guntur disana. Sedangkan kedua pria sohib Topan itu tampak saling pandang dan merangkul, mereka merasa kasihan juga pada Topan yang sekarang itu karena perubahan sikapnya dari si playboy menjadi sadboy seperti sekarang.


"Kira-kira gimana ya, cara kita buat bantu si Topan? Kasian juga tuh si Topan, kayaknya dia beneran cinta sama Cahaya." ucap Ardan.


"Gampang! Nanti gue tanya ke Topan," ucap Ardan.


"Eh jangan! Kalo gitu nanti dia curiga, kita coba cari tau sendiri aja ke sekolahnya bokap Topan!" ucap Guntur.


"Boleh tuh, yaudah yuk!" ucap Ardan.


Mereka pun pergi dari kampus untuk melaksanakan rencana mereka, kebetulan juga mereka memang tidak ada kelas dan hanya gabut datang ke kampus di pagi hari sehingga bisa pergi sesukanya.




Sesudah menyelesaikan kelasnya, Topan menemui sohibnya di kampus yakni Siska di tempat biasa. Memang ia selalu menemui gadis itu selama ia tengah merasa galau dan butuh teman curhat, untungnya Siska juga welcome saja pada Topan dan tidak pernah baper atau gimana gimana padanya.

__ADS_1


Seperti biasa Topan langsung duduk di samping Siska dan menaruh tasnya di pangkuan, ia meluruskan kaki sembari bersandar lalu mendongak ke atap kampus dengan telapak tangan mengusap wajahnya kasar, Siska yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah Topan dan menyimpan ponselnya di dalam tas.


"Lu kenapa?" tanya Siska sambil tersenyum.


"Hah? Gue lagi ada masalah nih," jawab Topan agak kaget dan menoleh ke arah Siska. Topan menekuk kakinya lalu menaruh tangan di paha.


"Masalah apa lagi sih? Kayaknya kehidupan lu penuh drama banget, tiap hari ada aja masalahnya. Gue kasihan deh sama lu, yang sabar ya! Yaudah, sekarang lu cerita deh sama gue!" ucap Siska.


"Iya, ini soal cewek yang gue cinta." ucap Topan.


"Ohh, masalah cewek. Emang kenapa sih? Bukannya Topan itu playboy kelas kakap, ya? Kok bisa sih punya masalah sama cewek?" tanya Siska heran.


"Yeh lu masih aja begitu! Gue udah berubah kali, gue sekarang bukan playboy lagi! Gue kan sekarang mau jadi cowok yang setia, eh tapi malah jadi gue yang disakitin juga." jawab Topan.


"Emang lu disakitin gimana sama tuh cewek?" tanya Siska masih penasaran.


"Dia bohongin gue, tadinya gue kira kalau dia udah mulai cinta sama gue. Eh tadi pagi dia bilang kalau dia emang gak cinta sama gue, selama ini hubungan gue dan dia pacaran karena terpaksa. Emang sih gue yang maksa dia buat jadi pacar gue, tapi kan gue juga pengen dia balas cinta gue!" jelas Topan.


"Oalah, ya kalo gitu lu sabar aja! Mungkin cewek lu butuh waktu buat mencintai lu, kan yang namanya cinta itu gak gampang." ucap Siska.


"Iya sih, tapi gue ngerasa sakit hati aja kalau cinta gue tak berbalas. Kan yang namanya sebuah hubungan itu ada rasa saling cinta, ya kalo gak bisa cinta minimal sayang dulu lah!" ucap Topan.


"Hahaha, tenang aja! Bukannya Topan itu udah terbiasa ya jalin hubungan tanpa cinta? Mantan-mantan lu yang dulu kan lu pacarin atas dasar gabut aja, gue tau lu gak cinta sama sekali sama mereka. Jadi, gue yakin sekarang lu bisa kok jalanin hubungan tanpa cinta!" ucap Siska.


"Iya juga ya, apa mungkin ini karma buat gue? Dulu gue mainin perasaan cewek, eh sekarang gue yang dimainin sama cewek yang gue cinta." ucap Topan.


Topan pun menunduk sembari menutupi wajahnya dengan telapak tangan, ia memijat pangkal hidungnya merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan selama ini yakni mempermainkan perasaan cewek hanya demi balas dendam.


"Sekarang gue tau rasanya mencintai tanpa dicintai, pasti ini yang dulu dirasakan Bella." batin Topan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2