Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 11. Kepergian mama


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 10


...•...


...•...


Topan keluar lagi dari rumahnya padahal ia baru saja sampai disana setelah semalaman menginap di tempat Bella, namun kali ini sang mama tak mengizinkan Topan pergi begitu saja karena merasa khawatir dengan pergaulan anaknya yang semakin mengerikan itu.


Mamanya keluar mengejar Topan dan berhasil menyusulnya saat hendak masuk ke mobil kesayangannya, ia menutup kembali pintu mobil Topan dan menggenggam tangan putranya tersebut.


"Mah, mama apaan sih? Topan mau pergi kuliah kenapa pake dilarang sih? Lepasin mah, Topan cuma mau kuliah!" ujar Topan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman mamanya tersebut.


"Gak ada kuliah kuliahan, emangnya mama gak tau kamu pasti bukan mau ke kampus kan? Ngaku aja paling kamu mau main-main lagi di luar sama temen-temen kamu yang berandalan itu! Dengar ya Topan, mama emang selama ini sibuk dan jarang perhatiin kamu... tapi bukan berarti mama gak tau pergaulan kamu ya! Sekarang kamu diam di rumah jangan kemana-mana lagi, kamu semalaman udah gak pulang loh dan sekarang mau keluyuran lagi?" ujar mamanya tampak emosi.


"Ayolah mah, gak perlu kayak gini! Biarin Topan pergi lagian bener kok Topan mau kuliah, hari ini Topan ada kelas mah!" ucap Topan masih berusaha lepas dari cengkeraman mamanya.


"Gak ada ya begitu! Kamu gak bisa lagi bohongin mama, sekarang masuk atau mama akan ambil kunci mobil kamu supaya kamu gak bisa lagi pake mobil ini! Ayo masuk!" ujar mamanya memaksa Topan masuk lagi.


Akhirnya Topan terpaksa menuruti kemauan mamanya, ia kembali ke dalam rumah diikuti oleh sang mama dari belakang.


Begitu sampai di dalam rumahnya, Topan langsung diminta duduk oleh mamanya dan tentunya akan diinterogasi disana.


"Ada apaan sih mah? Gak biasanya loh mama ngelarang aku pergi kayak gini, ah mama gak asik nih kalo begini!" ujar Topan kesal.


"Heh! Diam kamu! Mama mau tanya sama kamu sekarang, tolong jawab jujur! Semalaman kamu itu abis darimana aja, abis ngapain? Kenapa telpon kamu gak bisa dihubungin ha?" ucap mamanya melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


Tak seperti biasanya memang Eun-Kyung alias mama dari Topan itu ingin banyak tau tentang kelakuan anaknya di luar sana, sebelum-sebelumnya ia bahkan tak pernah peduli jam berapa Topan pulang ke rumah.


"Topan semalam itu mabuk mah, terus Topan dibawa ke apartemen Bella pacar Topan eh maksudnya mantan... nah hp Topan mati kehabisan baterai, makanya mama sama papa gak bisa telpon Topan! Udah gitu doang mah, gak ada yang salah kan?" ucap Topan menjawab pertanyaan mamanya.


PLAAKK... satu tamparan keras mendarat di wajah bagian kiri Topan, Eun-Kyung tampak sangat emosi mendengar jawaban anaknya.


"Kurang ajar kamu Topan! Abis ngapain kamu menginap semalaman di apartemen pacar kamu? Apa kamu lupa kalau sekarang kita tinggal di negara yang melarang hubungan di luar nikah?? Kamu mau mencoreng nama baik keluarga kita ha?" ujar Eun-Kyung emosi.


Topan mengelus-elus pipinya yang memerah akibat tamparan dari mamanya, baru kali ini ia merasakan ditampar oleh sang mama.


Namun, entah apa yang ada dipikiran Topan yang malah senang dan tersenyum akibat digampar mamanya tadi.


"Mah, mama serius barusan tampar aku karena aku tidur di apartemen Bella? Wah berarti mama udah mulai peduli dong sama Topan? Asik nah gini dong mah, peduli sekali-sekali sama anaknya...." ujar Topan nyengir.


PLAAKK... kembali sebuah tamparan mendarat di wajah Topan kali ini bagian kanan, pria itu pun meringis kesakitan mengusap-usap pipinya.


Sementara Eun-Kyung menatap wajah Topan dengan mata yang menyala, tubuhnya sampai bergetar menahan emosi pada putranya itu.


"Apa-apaan kamu bicara seperti itu Topan? Mama ini peduli sekali loh sama kamu, setiap hari sejak kamu lahir mama selalu memperdulikan kamu! Kurang ajar kamu ya bicara seperti itu sama mama, mau kamu mama kutuk jadi keong?" ujar Eun-Kyung.


PLAAKK... tamparan ketiga dari Eun-Kyung kepada anaknya dikarenakan sangat emosi, lagi-lagi Topan harus mengusap wajahnya yang sudah semakin memerah.


...•••...


Disisi lain, Cahaya masih menanti-nanti proses operasi mamanya yang sedang berlangsung itu. Ia tampak makin cemas dan tak bisa duduk tenang seperti papa serta mama mudanya itu, Cahaya sedari tadi terus menggigit jari telunjuknya mencemaskan sang mama.


Sesekali juga Cahaya melirik ke arah papanya yang malah berpelukan dan bermesraan disana dengan Calissa wanita yang sangat ia benci, melihat itu membuat Cahaya menangis memegangi pipi bekas tamparan Hendra tadi.


"Papa jahat! Papa itu gak pantes jadi suami mama, seharusnya aku gak punya papa seperti kamu dan mama juga lebih baik mencari pengganti papa kalau akhirnya begini!" gumam Cahaya menitikkan air mata.


Tangannya langsung digunakan menghapus air mata yang menetes di pipinya itu, ia berusaha tetap tegar sampai mamanya bisa menyelesaikan proses operasinya.


Waktu demi waktu berlalu, hari juga semakin terik dibanding sebelumnya... Cahaya masih menunggu mamanya keluar dari ruang operasi dan mendapat kabar dari dokter yang menangani mamanya kalau operasi itu berhasil.

__ADS_1


"Duh, kenapa lama banget ya? Semoga aja deh mama gak kenapa-napa...." gumam Cahaya tampak sangat cemas pada mamanya.


Tak lama kemudian, pintu terbuka dan seorang dokter bersama 2 orang perawat keluar dari dalam sana menemui Cahaya serta papa dan mama mudanya itu.


Cahaya langsung bergerak menghampiri dokter tersebut lalu menanyakan kondisi mamanya, begitupun dengan Hendra & Calissa yang juga bangkit mendekati dokter itu.


"Dok, gimana kondisi mama saya? Pasti operasinya berhasil kan? Terus mama saya udah sembuh kan dok??" tanya Cahaya panik.


"Iya dok, gimana kondisi istri saya?" saut Hendra yang tiba-tiba ada di samping Cahaya.


Dokter itu menunduk seperti bersedih, ia perlahan membuka mulutnya berusaha menyampaikan apa yang terjadi pada mama Cahaya.


"Maaf pak, mbak, kami sudah berusaha untuk bisa menyembuhkan penyakit jantung yang diderita pasien... namun, takdir berkata lain operasi yang kami lakukan gagal pak! Nyawa pasien tidak bisa diselamatkan," jawab dokter itu pelan sambil terus menunduk.


Sontak Cahaya langsung syok mendengarnya, matanya membulat serta tangannya reflek menutup mulutnya yang menganga terkejut.


"Gak, gak mungkin! Dokter pasti bercanda kan? Istri saya belum meninggal kan dok??" ucap Hendra tampak terisak mendengarnya.


"Itulah kenyataannya pak, maaf kami telah berusaha semampu kami!" ucap dokter itu.


Hendra pun tersentak lalu menangis disana, Calissa dengan cepat memeluk suaminya coba menenangkan lelaki itu.


Sementara Cahaya sudah menangis tersedu-sedu sambil menjambak rambutnya sendiri di dekat tembok, ia berteriak memanggil mamanya yang telah pergi.


"Mama jangan tinggalin aku, mama gak boleh pergi mah! MAMAAAA....." ujar Cahaya histeris.


Lalu, gadis itu bangkit dan memaksa masuk ke dalam ruang operasi untuk melihat mamanya yang terakhir kali. Dokter serta para perawat membiarkan Cahaya masuk karena tidak tega pada gadis yang menangis itu.


"Sabar ya mas!" ucap Calissa menenangkan suaminya.


"Bagus deh akhirnya dia mati juga, sekarang gue resmi jadi istri satu-satunya mas Hendra!" gumam Calissa menyunggingkan senyum.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2