Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 168. Cahaya cemburu?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 167


...•...


...•...


Cahaya bersama kedua teman Topan yakni Ardan dan Guntur, telah sampai di halaman depan restoran tempat Topan berada sekarang.


"Nah Aya, ini yang namanya restoran jangkung. Ada kan? Makanya jadi anak jangan di rumah mulu, masa tempat beginian aja gak tau?" ucap Ardan menahan tawa sembari geleng-geleng kepala.


"Ohh, ya gue kan jarang makan di luar." ucap Cahaya.


"Yaudah, kita langsung aja masuk ke dalam! Pasti si Topan udah ada disana," ucap Guntur.


"Bener, yuk turun!" sahut Ardan.


Cahaya manut saja dengan perkataan kedua pria tersebut, ia mengikuti mereka dan turun dari mobil sembari celingak-celinguk ke sekitarnya. Cahaya berhasil menemukan motor Topan yang terparkir di dekat sana, itu artinya memang benar Topan ada disana dan kedua pria itu tidak sedang membohonginya.


Ardan dan Guntur pun menghampiri Cahaya, mereka mengajak gadis itu untuk segera masuk menemui Topan tanpa tau kalau Topan di dalam tengah bersama Wulan yang bisa saja menjadi masalah baru bagi kedua pasangan tersebut.


"Cahaya, yuk masuk!" ucap Ardan tersenyum.


Cahaya manggut-manggut saja setuju dengan perkataan Ardan barusan, ia pun menggemblok tasnya di punggung lalu mulai melangkah maju bersama dengan kedua pria itu.


"Kalian yakin kalo gue bisa bicara sama Topan? Emang Topan bakal mau gitu bicara sama gue?" tanya Cahaya pada kedua pria tersebut, ia masih kurang yakin kalau Topan akan mau berbicara padanya karena sebelumnya pria itu sangat marah dan kecewa padanya.


"Hahaha, tenang aja! Gue yakin Topan pasti mau bicara sama lu! Karena dia itu suka banget sama lu, udah gausah khawatir!" ujar Ardan.


"Iya, Cahaya. Bener yang dibilang Ardan, orang Topan aja kecewa pas tau lu gak cinta sama dia. Pasti dia harapin banget buat ngobrol sama lu sekarang, udah gausah mikir yang enggak-enggak!" sahut Guntur.


"Iya iya, tapi kalo dia gak mau bicara sama gue, berarti bukan salah gue dong ya!" ucap Cahaya.


"Gak mungkin! Udah yuk masuk aja dulu, jangan banyak mikir!" ujar Ardan.

__ADS_1


Mereka pun lanjut melangkahkan kaki menuju pintu masuk restoran, Cahaya masih tampak gugup untuk bertemu dengan Topan disana. Walau sebenarnya Cahaya memang ingin meminta maaf dan mengatakan yang sejujurnya pada Topan, kalau ia mencintai pria tersebut.


Begitu memasuki restoran itu, Cahaya langsung dibuat syok saat menyaksikan momen romantis antara Topan dan Wulan dengan matanya sendiri. Cahaya tak menyangka Topan bisa berada disana bersama seorang wanita yang ia tak tau siapa, tentu saja Cahaya merasa sakit hati melihat pria yang mulai dicintainya itu makan bersama Wulan.


Sementara Ardan dan Guntur tampak heran ketika melihat Cahaya terdiam tak melanjutkan langkahnya, ya mereka masih belum menyadari jika Topan sedang bersama sosok wanita di dalam sana.


"Heh! Lu kenapa malah diem? Ayo masuk!" ujar Ardan menegur gadis itu.


"Tau nih, padahal udah deket loh." sahut Guntur.


"Gue gak jadi deh ketemu sama Topan. Kalau kalian mau, yaudah kalian aja gih yang masuk kesana! Gue mau balik aja ke rumah, sorry ya!" ucap Cahaya tampak menahan air mata yang hendak tumpah, ia langsung berbalik badan dan berniat pergi.


"Eh eh, tunggu lah!" ujar Ardan mencegah Cahaya dengan mencekal lengan gadis itu.


"Lu kenapa sih? Kok tiba-tiba berubah pikiran gitu?" tanya Guntur terheran-heran.


"Gapapa. Gue baru inget ada urusan, udah ya gue mau pergi!" jawab Cahaya sembari menyingkirkan tangan Ardan dari lengannya.


Cahaya pun pergi dengan cepat meninggalkan tempat itu.


"Hey! Cahaya! Jangan pergi dong! Katanya lu mau bicara sama Topan, woi!" teriak Ardan coba memanggil Cahaya dan menahan gadis tersebut agar tidak pergi dari sana.


Guntur tampak heran karena Cahaya justru pergi.


"Entahlah," jawab Ardan sambil geleng-geleng.


❤️


Sementara itu, Topan mendengar suara teriakan dari Ardan tadi yang menyebut namanya serta Cahaya. Topan pun langsung menoleh ke arah pintu depan, ia terkejut saat melihat kedua sohibnya itu berdiri disana dan bukannya masuk kesana.


"Ardan sama Guntur ngapain ya disana? Kok mereka juga teriak-teriak nama Cahaya?" gumamnya dalam hati.


Wulan yang ada tepat di depan Topan, merasa heran melihat pria tersebut tiba-tiba melamun sembari menatap ke pintu depan. Wulan pun ikut menoleh ke arah yang dilihat oleh Topan, ia penasaran apa sebenarnya yang menarik perhatian Topan sampai dia melamun seperti itu.


"Topan..." ucap Wulan memanggil pria di depannya.


"Ah iya? Kenapa?" tanya Topan terkejut.


"Kamu kenapa? Kok tiba-tiba ngelamun gitu sambil lihatin ke arah depan? Emang mereka siapa? Kamu kenal?" ucap Wulan melontarkan banyak pertanyaan pada Topan, karena ia penasaran.


"Eee sebentar ya! Aku mau kesana dulu, kamu lanjut aja makannya!" ucap Topan.

__ADS_1


"Ohh, iya iya." Wulan mengangguk tersenyum membiarkan pria tersebut pergi menghampiri dua orang pria yang ada di depan pintu masuk.


Topan pun beranjak dari kursinya, lalu berjalan menghampiri Ardan serta Guntur.


"Ardan, Guntur!" ucap Topan langsung memanggil kedua sahabatnya itu sambil berjalan ke dekat mereka, ia pun berhenti tepat di samping keduanya menatap dengan wajah penasaran.


"Eh Topan," ujar Ardan menoleh sambil nyengir.


"Kalian ngapain malah disini? Bukannya langsung ke dalam aja, emang gak ngeliat gue apa? Oh ya, terus kenapa kalian teriak-teriak barusan?" tanya Topan penasaran.


"Ah eee anu itu..." Ardan tampak gugup menjawabnya.


"Udah yuk! Kita langsung kesana aja! Temenin gue makan sama temen nyokap gue, asli dah canggung banget gue makan berduaan doang!" ucap Topan memotong dan mengajak Ardan serta Guntur untuk segera ikut bersamanya ke meja Wulan.


Sontak baik Ardan maupun Guntur langsung terkejut, mereka kini sadar mengapa Cahaya tadi terlihat sedih dan ingin pergi dari sana.


"Ohh, pantes aja tadi Cahaya minta pergi. Ternyata dia ngeliat lu makan berdua sama cewek lain, yah gagal deh rencana kita buat bikin lu sama Cahaya baikan!" ucap Guntur.


"Hah? Maksudnya?" tanya Topan tak mengerti.


"Iya, tadi kita kesini sama Cahaya. Kita jemput dia di sekolahnya dan ajak dia buat ngobrol sama lu, eh pas udah sampe sini dia malah minta pulang tiba-tiba. Ternyata dia cemburu ngeliat lu makan berduaan sama cewek lain," jawab Ardan.


"Masa iya dia cemburu? Dia aja gak cinta sama gue. Lagian ngapain sih kalian pake ikut campur segala sama urusan gue?" ujar Topan.


"Heh, Topan! Lu salah tau! Cahaya itu udah mulai cinta sama lu, sebenarnya tadi pagi dia bilang begitu ke lu karena dia lagi kesel. Soalnya lu cemburuan banget pas lihat dia diantar cowok lain, tadi Cahaya bilang sendiri kok ke kita." ucap Ardan.


"Iya tuh," sahut Guntur.


"Apa?" Topan tampak terkejut mendengarnya, ia memegang dagunya dan berniat mengejar Cahaya untuk berbicara dengannya.


"Eh guys, gue mau kejar Cahaya. Kalian tolong disini ya, temenin cewek disana itu!" ucap Topan.


"Ohh, iya iya siap!" ucap Ardan setuju.


"Thanks!" ucap Topan.


"Santai! Semoga berhasil bro!" ujar Guntur.


Topan pun bergegas pergi keluar dari restoran untuk mengejar Cahaya, sedangkan Ardan serta Guntur menghampiri Wulan yang tengah duduk sendirian di dalam sana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2