
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 60
...•...
...•...
Cahaya mendengus kesal mendengar perkataan Topan yang terus saja memojokkan dirinya untuk memilih salah satu diantara bunga atau coklat, ia sudah menjawab tak ingin memilih keduanya tapi Topan malah mengajaknya tidur berdua di hotel bila ia tak mau memilih salah satu barang tersebut.
Tentu Cahaya bingung saat ini harus melakukan apa untuk bisa lepas dari Topan, sungguh ia sangat menyesal karena mengenal dan berurusan dengan lelaki seperti Topan. Namun, untuk kali ini ia seperti buntu dan tidak dapat berpikir cerdas karena Topan seperti sengaja menjebaknya untuk memilih.
"Jadi gimana, lu mau pilih bunga apa coklat?" Topan kembali mengajukan pertanyaan yang sama, padahal makanan mereka belum habis.
"Hadeh, bisa nanti aja gak bahasnya? Kita kan lagi makan jadi gak baik kalo sambil ngobrol, lagian pertanyaan lu gak mutu tau!" ujar Cahaya kesal.
"Ohh, yaudah lu habisin dulu dah makannya! Gue lihat-lihat lahap banget lu, doyan apa laper nih?" ujar Topan terkekeh kecil.
"Bawel lu!" ujar Cahaya lumayan kesal.
"Hahahaha...."
Topan malah semakin tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban Cahaya serta ekspresi kesal yang dibuat-buat gadis itu, perlahan ia memang mulai menyukai setiap sikap dan perilaku Cahaya walau ia masih belum menyadarinya.
"Lu gak akan bisa lepas dari gue gitu aja, Cahaya! Lu harus pilih dulu antara mau jadi pacar gue atau gue nikahin secara langsung, ini terpaksa gue lakuin supaya Bella gak terus-terusan deketin gue!" batin Topan sambil melirik wajah gadis di hadapannya.
__ADS_1
Cahaya sepertinya tak menyadari bahwa Topan tengah memandanginya secara diam-diam, ia terlalu fokus pada makanan di piringnya yang memang enak sekali dan sangat waw di lidahnya sampai ia tak bisa berhenti memakannya dan mungkin terhitung sudah 3 kali ia nambah nasi.
Topan justru senang melihat Cahaya makan dengan lahap dan terus nambah, ia bahagia karena Cahaya tidak malu-malu menghabiskan makanan disana yang memang sengaja ia sajikan untuknya. Bahkan Topan sampai menyewa chef terkenal serta mencari informasi mengenai makanan favorit Cahaya sebelum ia mengajak gadis itu kesana, ya Topan sudah menyiapkan ini semua jauh-jauh hari.
"Lahap amat, neng! Sekalian aja tuh piring-piring nya dimakan, biar tambah kenyang!" ujar Topan meledek.
"Ish, banyak omong lu!" ucap Cahaya.
"Hahaha, lu makin lucu aja kalo lagi ngambek begitu! Kayaknya seru jailin lu terus setiap saat, pasti yang jadi kekasih lu bakal beruntung banget bisa dapetin cewek yang cantik dan manis kayak lu! Ya walau ada minusnya sedikit sih, mulutnya itu loh cerewet banget sama gak bisa diem!" ujar Topan.
Cahaya menatap tajam ke arah Topan, ingin rasanya ia menerkam pria menyebalkan di hadapannya itu yang selalu saja membuatnya kesal. Namun, kali ini ia memilih diam dan menghabiskan makanannya karena tidak mau ribut dengan Topan disana.
30 menit telah berlalu, keduanya kini sudah menghabiskan makanan masing-masing dan terlihat saling pandang walau pandangannya berbeda. Topan memandang Cahaya dengan senyuman serta kedua alis yang dinaik-turunkan bermaksud menggoda gadis itu, sedangkan Cahaya menatap penuh kekesalan pada Topan.
"Lu ngapain sih?" tanya Cahaya menegur Topan yang terus senyum-senyum ke arah wajahnya.
"Hahaha, galak amat! Gue kan cuma ngeliatin wajah lu, emang salah apa?" ujar Topan.
"Pulang? Oh tidak bisa, lu harus pilih dulu salah satu dari bunga atau coklat baru deh nanti gue antar lu pulang!" ucap Topan memajukan sedikit tubuhnya ke dekat Cahaya sembari memegang dua barang itu.
Cahaya terdiam coba memalingkan wajahnya sambil membelai rambut bagian depannya, ia berpikir keras bagaimana caranya untuk lepas dari Topan yang terus saja memaksanya memilih barang-barang tak berguna itu. Sebenarnya bukan barangnya yang membuat ia kebingungan, tetapi hasil dari memilih barang-barang itu.
"Gimana, lu mau pilih yang mana?" tanya Topan kembali sambil tersenyum menggoda.
"Gue pilih...." ucap Cahaya menggantung.
...•••...
Disisi lain, Bram mengajak Bella pergi keluar setelah mendapat izin dari kedua orang tua wanita itu. Walau sebenarnya Bella sangat tidak ingin pergi bersama lelaki tersebut, yang ia inginkan hanyalah Topan dan tahu hendak kemana Topan pergi sebelumnya.
Selama berada di dalam mobil, Bella terus saja diam memanyunkan bibirnya memikirkan apa yang sedang dilakukan Topan saat ini karena ia sangat penasaran mengapa Topan terlihat bahagia secara tiba-tiba padahal sebelumnya tampak sedih dan galau.
__ADS_1
"Bel, kamu kok diem aja sih? Ayo ngobrol dong apa kek gitu, biar suasananya lebih seru!" ucap Bram.
Bella yang tengah melamun langsung menoleh ke arah Bram dengan wajah malasnya, ia mendengus kesal sembari memutar bola matanya dan ingin sekali ia segera keluar dari mobil pria tersebut.
"Kamu lagi kenapa sih? Apa ada masalah? Gak biasanya loh kamu diem begini sama aku, padahal kita kan udah lumayan lama kenal!" ucap Bram.
"Bram, ngapain sih lu pake dateng ke rumah gue dan ketemu ortu gue segala? Kalo lu mau ajak gue main, yaudah tinggal telpon aja atau sms!" ujar Bella.
"Ya kan maksud aku tuh biar sekalian kenal dan ketemu sama ortu kamu, gak ada salahnya kan?" ucap Bram membela dirinya.
Bella hanya membuang muka sembari mengusap wajahnya, ia tak lagi meladeni perkataan Bram yang malah akan membuatnya makin kesal dan tidak bisa mengendalikan diri lagi. Sementara Bram terus melirik ke arah Bella berulang kali, ia penasaran apa yang membuat Bella jadi seperti itu padanya.
"Bella kenapa, sih? Apa mungkin ini karena Topan? Ya, cowok itu emang harus dikasih pelajaran! Beraninya dia ingkar janji....!!" batin Bram.
Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah diskotik yang sangat asik dengan diisi orang-orang yang gak freak dan tentunya musik yang ciamik.
"Nah kita udah sampe..." ucap Bram tersenyum.
Bella terbelalak melihat tempat di depan matanya, sungguh ia tak mengerti mengapa Bram mengajaknya ke tempat seperti ini padahal sebelumnya Bram izin ke orangtuanya kalau dia hanya akan mengajak Bella makan diluar.
"Bram, lu gila ya? Ngapain pake ajak gue ke diskotik?" tanya Bella kesal.
"Hahaha, santai aja kali! Kayak yang belum pernah main ke tempat ini aja, udah lah gausah begitu gue tahu kok lu sering kesini sama temen-temen lu! Sekarang giliran gue ajak lu kesini, yuk turun!" ujar Bram dengan santainya hendak menggenggam tangan Bella.
"Heh, gue gak mau ya masuk kesana apalagi sama lu! Gue mau balik dan lu gak bisa larang gue apalagi cegah gue buat lakuin itu, kalo lu mau masuk yaudah masuk aja sendiri!" ucap Bella langsung menepis tangan Bram dengan kasar.
Bella yang kesal akhirnya turun dari mobil Bram dengan raut wajah masam, namun tentu Bram tak membiarkan gadis itu pergi begitu saja.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1