Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 108. Chattingan lagi


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 107


...•...


...•...


Kini Cahaya sudah bersama dengan papanya dan Calissa di dalam mobil, mereka tengah menuju ke rumah setelah sebelumnya Cahaya menginap di tempat Mawar, sang papa pun menyetir sendiri mobilnya bersama Calissa di sampingnya.


Cahaya yang duduk di belakang hanya diam sembari mendengarkan musik melalui earphone, ia tak mau memperdulikan ocehan papanya yang tampak asyik bermesraan dengan Calissa, sungguh malas rasanya ia berada satu mobil dengan mereka disana.


"Bener kata Mawar, gue harus banyak-banyak sabar demi bisa cari informasi untuk menyingkirkan Calissa dari papa dan bongkar semua kebusukan dia!" batin Cahaya.


Sepanjang perjalanan itu Cahaya hanya diam walau berulang kali papanya mengajak ia bicara, Cahaya masih belum bisa melupakan kejadian kemarin saat sang papa ingin memisahkan ia dari Topan dan memindahkan sekolahnya ke luar negeri.


Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan pusat perbelanjaan kota yang cukup ramai dan besar sesuai rencana Calissa & Hendra sebelumnya yang memang ingin belanja, keduanya pun melepas seat belt lalu menarik handle pintu untuk keluar dari sana.


Sementara Cahaya yang masih mendengarkan musik merasa terkejut karena mobilnya berhenti di sebuah tempat belanja bukan rumahnya, ia pun melepas earphone nya lalu coba bertanya pada papanya yang baru hendak turun dari mobil.


"Pah, ini kita ngapain kesini?" tanya Cahaya.


"Kamu makanya kalo diajak ngobrol itu dengerin, papa kan tadi udah bilang kalau kita mampir dulu kesini buat belanja!" jawab Hendra.


"Hah? Emang tadi papa bilang begitu, ya?" tanya Cahaya terheran-heran.


"Iya, udah kamu mau ikut turun atau nunggu disini? Kalo mau yaudah ayo, tapi kalo gak mau ya terserah kamu aja!" ucap Hendra.


"Huft, aku ikut deh...." ucap Cahaya mendengus.


"Yaudah,"

__ADS_1


Cahaya pun memilih ikut turun dari mobil dan masuk ke mall tersebut bersama papanya serta Calissa, tentunya ia harus berjaga-jaga kalau Calissa nantinya akan berniat buruk pada papanya, biar bagaimanapun Cahaya tak bisa percaya pada wanita yang sudah merebut papanya itu.


Tampak raut ketidaksukaan di wajah Calissa saat menatap Cahaya yang ikut turun dan coba mendekati Hendra, sedangkan Cahaya hanya senyum-senyum saja melihat ekspresi itu di wajah Calissa, ia pun merasa menang dari Calissa.


"Sayang, kita mau kemana dulu?" tanya Hendra.


"Umm... aku sebenarnya mau lihat-lihat barang kosmetik sih, soalnya semua punyaku abis!" jawab Calissa sambil tersenyum.


"Aku ikut ya, pah? Kebetulan alat makeup ku juga habis semua, boleh kan?" ucap Cahaya.


"Iya, boleh kok! Kalian beli aja semua yang mau kalian beli, gausah sungkan!" jawab Hendra tersenyum sembari mengusap kepala istri & putrinya.


Cahaya pun tersenyum sambil melingkarkan tangannya pada sela-sela lengan sang papa dan sesekali melirik ke arah Calissa, sedangkan Calissa sendiri lagi-lagi dibuat jengkel oleh tingkah Cahaya yang sengaja membuntutinya.


Mereka bertiga mulai berjalan menuju toko kosmetik yang ada disana sambil bergandengan, Hendra merasa bahagia karena dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang sangat ia sayangi, belum pernah memang ia jalan bertiga seperti ini.


"Sialan tuh anak, sengaja banget mau ngikutin aku sama mas Hendra terus! Awas aja ya, aku bakal kerjain kamu supaya kamu kapok!" batin Calissa.


Saat hendak naik eskalator, Calissa dengan cepat mengajak Hendra naik lebih dulu sehingga Cahaya tidak bisa menggandeng tangan papanya lagi, Cahaya pun terpaksa membiarkan papanya bersama Calissa karena hanya sebentar.


"Sok romantis banget sih!!" batin Cahaya jengkel.


Disisi lain, Topan sedang beristirahat di kamarnya merebahkan tubuh yang masih dipenuhi perban akibat luka pukul dari orang-orang aneh, ia berusaha mengambil ponselnya dan berhasil sesuai keinginannya.


Topan pun langsung menghubungi nomor Cahaya yang sudah lama tak ia hubungi, Topan juga sudah rindu sekali mendengar suara Cahaya dan melihat langsung wajah cantik gadisnya itu, namun butuh waktu lama baginya menunggu Cahaya mengangkat telepon darinya.


TOK TOK TOK...


"Mama masuk ya, nak?"


Suara ketukan pintu dan teriakan namanya dari luar membuat Topan kaget lalu segera mematikan teleponnya, ia pun tidak jadi menghubungi Cahaya karena tak mungkin ia menelpon gadisnya disaat mamanya hadir disana.


"Iya mah..." teriak Topan.


Ceklek....


Pintu terbuka dan terlihat Eun-Kyung datang membawa segelas minuman lalu berjalan menghampiri putranya disana, ia meletakkan gelasnya di meja kemudian duduk di pinggir ranjang tepatnya samping Topan.

__ADS_1


"Kamu minum ini ya?" ucap Eun-Kyung.


"Itu apaan sih, mah?" tanya Topan penasaran.


"Ini tuh minuman herbal buatan bik Leni untuk kamu, katanya bisa bikin tubuh kita jadi semakin kuat dan kamu juga bisa cepet sembuh!" jawab Eun-Kyung.


"Ohh, boleh deh mah!" ucap Topan.


"Yaudah bangun dulu, jangan sambil tiduran!" ujar Eun-Kyung sembari mengambil gelas itu.


Topan pun bangkit bersandar pada sandaran kasur lalu menatap mamanya dari samping, Eun-Kyung menyodorkan gelas berisi ramuan herbal khas bik Leni itu untuk putranya, dengan sigap Topan menampani lalu menghabiskan minuman itu.


"Pahit banget, mah!" ujar Topan.


"Ya namanya juga obat, yang penting kan tenaga kamu bisa balik lagi!" ucap Eun-Kyung.


"Iya sih, tapi mama gak ada apa gitu yang bisa bikin rasa pahit ini hilang? Misalnya kue manis atau apalah cemilan yang manis-manis, ini mulut aku pahit banget mah!" ucap Topan.


"Yah mama kesini cuma bawa minuman itu, tapi sebentar biar mama cek ke bawah dulu!" ucap Eun-Kyung.


"Iya mah, makasih!"


Eun-Kyung pun keluar dari kamar Topan membawa gelas kosong itu untuk diserahkan pada bik Leni, selain itu ia juga hendak mencari makanan manis untuk putranya yang tengah kepahitan, sedangkan Topan masih terus membuka mulutnya untuk mengusir rasa pahit itu.


Tliingg...


Tiba-tiba ponselnya berdering pelan dan ada pesan masuk dari Cahaya, sontak Topan tersenyum sumringah melihat nama gadisnya muncul di layar ponsel dan segera membaca isi pesan itu.


💌Cahaya : Topan, lu baik-baik aja kan? Sorry ya tadi gue gak bisa angkat telpon dari lu, soalnya gue lagi sama bokap gue nih!


Membaca itu saja sudah membuat Topan kegirangan karena telah lama ia tidak chattingan dengan Cahaya sejak mereka sama-sama mengetahui identitas masing-masing, walau begitu tetap saja Topan belum terlalu puas karena belum bisa melihat wajah cantik Cahaya dan mendengar suara lembut gadis itu.


💌Topan : Aku baik kok, kenapa? Kamu pasti khawatir ya karena aku gak muncul kemarin? Cie yang mulai cemas sama pacar....


Topan senyum-senyum sendiri saat mengetik balasan chat itu untuk Cahaya, ia memang cukup senang karena Cahaya mulai berani menanyakan kabar dirinya, ia pun berharap kalau Cahaya bisa seterusnya bersikap seperti itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2