Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 165. Udah cinta kok


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 164


...•...


...•...


KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG...


Cahaya sudah pulang sekolah, ia bersama kedua temannya itu berjalan menuju lobi dan duduk disana sebentar untuk menikmati WiFi sembari numpang ngadem. Mereka memang sering duduk-duduk disana selagi langit masih cerah dan belum mendung, apalagi Cahaya saat ini juga sedang malas untuk cepat-cepat pulang ke rumahnya.


"Kita disini dulu, ya? Kalian temenin gue dong! Gue soalnya lagi males banget pulang ke rumah, apalagi ketemu sama nyokap tiri gue yang stress itu!" ucap Cahaya pada kedua temannya.


"Iya, kita juga mau wifi-an sih mumpung disini kan jaringannya lancar." ucap Mawar nyengir.


"Nah iya tuh, gue bisa deh download episode Drakor yang lagi hits itu buat ditonton di rumah!" sahut Melani sambil tersenyum.


"Ahaha, dasar lu!" ucap Cahaya.


Mereka bertiga pun sama-sama mulai mengeluarkan ponsel dari tas masing-masing, ya tentunya mereka akan memakai WiFi disana sembari menemani Cahaya yang masih ingin duduk disana.


Tak lama kemudian, tiga orang lelaki muncul disana dan salah seorang darinya menunjuk ke arah Cahaya serta dua temannya. Dua orang yang lain merupakan Ardan dan juga Guntur alias teman geng Topan.


"Nah bang, itu yang namanya Cahaya pacarnya bang Topan!" ucap seorang siswa.


"Ohh, yaudah makasih ya! Lu boleh cabut sana!" ucap Ardan tersenyum.


"Iya bang," ucapnya lalu berpaling pergi.

__ADS_1


Ardan dan Guntur pun bergerak menghampiri Cahaya yang tengah duduk bersama temannya di depan sana, ketiga gadis itu tampak serius sekali dengan ponsel mereka masing-masing sampai tak menyadari kedatangan Ardan dan Guntur.


"Ehem ehem..." Ardan berdehem menegur Cahaya agar gadis itu bisa melirik ke arahnya.


Sontak Cahaya terkejut, lalu menoleh ke arah Ardan. Cahaya penasaran siapa pria yang berdiri di dekatnya itu, karena belum pernah sama sekali ia bertemu dengan pria tersebut sebelumnya.


"Eee iya, ada apa ya?" tanya Cahaya heran.


"Kamu Cahaya kan?" ucap Ardan bertanya kepada gadis di depannya itu.


"Iya benar, kenapa ya?" ucap Cahaya.


"Ah kenalkan, aku Ardan." ucap Ardan mengenalkan diri sembari menyodorkan tangan ke arah Cahaya dan tersenyum renyah. Ardan tak mengira kalau ternyata gadis incaran Topan sangat cantik, memang pantas Topan benar-benar mencintai Cahaya.


"Oh iya, gue Cahaya." ucap Cahaya tersenyum tipis sembari meraih tangan Ardan dan bersalaman dengannya disana.


"Ya, salam kenal ya! Aku seneng bisa ketemu sama kamu disini," ucap Ardan.


"Heh! Udah kali salamannya, jangan lama-lama! Emang lu mau dibantai sama si Topan!" ujar Guntur berbisik di telinga sohibnya.


Ardan nyengir lalu melepas genggamannya.


"Iya bener, gak salah si Topan sampe segitunya tadi di kampus!" ucap Guntur.


"Ehem..." Cahaya berdehem karena heran dengan kedua pria di depannya yang berbicara bisik-bisik.


"Kalian tuh mau apa sih? Temuin gue, tapi kalian malah pada asik ngobrol sendiri. Gak jelas banget!" ujar Cahaya terheran-heran.


"Hehehe, maaf Cahaya! Yaudah, kita ngobrol sebentar yuk!" ucap Ardan nyengir.


"Yaudah, duduk aja!" ucap Cahaya singkat menunjuk ke arah kursi kosong yang ada di dekatnya.


"Eh, jangan disini! Kita bicara enam mata di tempat yang agak sepi, soalnya ini rahasia banget! Tenang aja, sebentar kok gak akan lama!" ucap Ardan.


"Umm, oke kita ke taman deket sini!" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Nah pas tuh, ayo dah!" ujar Ardan.


Cahaya pun berdiri, lalu pamit pada temannya dan meminta mereka menjaga tasnya. Cahaya memilih meninggalkan tasnya itu disana, karena ia merasa kalau repot saja pergi sambil membawa tas.


Setelahnya, Cahaya langsung melangkah pergi menuju taman di sekolahnya itu bersama Ardan dan juga Guntur yang mengikutinya dari belakang. Kedua pria tersebut tanpa sengaja terkena kibasan rambut Cahaya saat hendak berjalan, ya mereka pun tampak menikmati harumnya rambut Cahaya itu.




Saat berada di taman, Cahaya pun duduk bersama Ardan dan juga Guntur pada sebuah kursi panjang yang tersedia disana. Cahaya tak mau basa-basi lagi, ia langsung saja meminta kepada kedua pria tersebut untuk segera menyampaikan apa yang ingin mereka berdua sampaikan padanya kali ini.


"Nah, sekarang kalian langsung aja mau bilang apa ke gue?" ucap Cahaya penasaran.


"Ah iya nih, jadi sebenarnya kita berdua ini temen deketnya Topan. Kita kesini mau coba bicara sama lu soal hubungan lu dan Topan, bukan apa-apa nih masalahnya Topan itu udah kita anggap kayak saudara sendiri!" ucap Ardan.


"Iya bener, jadi kalo Topan sedih ya kita bakalan ikut sedih kayak sekarang ini. Kita gak tega banget ngeliat tuh anak murung terus di kampus, makanya kita putusin buat dateng ke sekolah ini buat ketemu sama lu disini!" sahut Guntur.


"Eee emang Topan sedih kenapa?" tanya Cahaya.


"Hah? Masa lu gak tau sih? Kan lu yang jadi penyebab Topan sampe sesedih itu, bisa-bisanya lu malah nanya dia sedih kenapa! Asal lu tau ya, Topan itu cinta banget sama lu dan dia sangat berharap kalau lu juga merasakan perasaan yang sama kayak dia! Eh tapi nyatanya lu malah gak cinta sama dia, lu cuma manfaatin dia aja!" ucap Ardan.


"Gue gak gitu kok! Emang iya tadi gue bilang gitu ke Topan, tapi gue terpaksa karena menurut gue ya dia terlalu lebay aja gitu. Masa gue cuma dianterin ke sekolah sama temen cowok gue aja, dia marah?" ucap Cahaya.


"Eh buset! Ya kalo itu mah jelas si Topan marah, kan lu statusnya sekarang udah jadi pacarnya Topan. Harusnya lu bilang dulu atau minta antarnya ya sama Topan bukan cowok lain! Semua cowok juga pasti bakal begitu lah kalo ngeliat ceweknya dibonceng cowok lain, ada rasa cemburu yang membara di dalam hati! Apalagi Topan cinta mati sama lu!" ucap Ardan sedikit merasa kesal.


Cahaya terdiam memalingkan wajahnya, rasa bersalah yang ia rasakan semakin membesar.


"Ya iya sih..." ucap Cahaya pelan.


"Nah kan, lu sadar kan? Kalo gitu mending lu buruan dah temuin si Topan! Lu minta maaf sama dia, terus lu bilang kalo tadi lu cuma khilaf gitu! Oh ya sama satu lagi, lu pura-pura aja kek gitu bilang kalo lu udah cinta sama si Topan!" ucap Ardan.


"Buat apa gue harus pura-pura? Gue tuh emang udah mulai cinta kok sama Topan, tadi pagi gue bilang gitu ke dia karena gue lagi kesel. Aslinya mah, gue juga cinta sama dia." ucap Cahaya agak gugup.


Ardan serta Guntur kompak menganga terkejut mendengar pernyataan Cahaya, mereka saling pandang kemudian tersenyum lebar karena merasa senang setelah mengetahui perasaan Cahaya yang sebenarnya pada Topan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2