Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 83. Ditaruh obat?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 82


...•...


...•...


Topan memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah mewah yang besar dan seperti istana negara itu, Cahaya hanya bisa terperangah melihat bentuk rumah Topan yang memang lebih mirip istana karena tidak cocok disebut rumah kalau sebesar itu apalagi gerbangnya saja hampir 2 meter.


Selain rumahnya yang besar dan mewah, Cahaya juga mempermasalahkan niat Topan yang ingin membawanya ke rumah tersebut tanpa memberitahu lebih dulu padanya. Tentu hal itu membuat Cahaya kesal dan emosi, ia pasti belum siap jika Topan hendak mempertemukan dirinya dengan kedua orangtuanya di dalam sana.


"Nah kita udah sampe, yuk turun!" ucap Topan tersenyum manis ke arah Cahaya.


"Eee... apa gak bisa puter balik aja? Gu-gue gak mau masuk ke rumah lu, apalagi disuruh ketemu sama orang tua lu! Tolong ngertiin gue lah, kapan-kapan aja lu ajak gue kesininya...!!" pinta Cahaya memohon.


"Hahaha, jadi karena lu belum siap bokap nyokap gue lu gak mau masuk ke dalam?" ujar Topan yang kemudian diangguki Cahaya tanda benar.


Sontak Topan tertawa sembari memijat pangkal hidungnya karena melihat ekspresi Cahaya yang tampak menggemaskan, sedangkan gadis itu bingung mengapa Topan malah tertawa padahal tak ada sama sekali hal yang lucu disana.


"Ish, lu kenapa ketawa?" tanya Cahaya kebingungan.


"Hahaha, abisnya lu ada-ada aja! Siapa juga yang mau temuin lu sama nyokap bokap gue? Lagian mereka mah sekarang juga lagi kerja, gak mungkin lah gue temuin sama lu!" ucap Topan.


"Terus lu mau ngapain ajak gue ke rumah lu?" tanya Cahaya terheran-heran.


"Main aja, mumpung sepi..." ujar Topan mendekatkan wajahnya sengaja memancing gadis itu.


"Ish, jangan macem-macem ya lu!" ujar Cahaya.

__ADS_1


"Nah ini nih, pikirannya negatif mulu sama pacar sendiri! Yakali gue macem-macem sama lu, gak akan mungkin! Dah ah yok turun, gausah banyak omong!" ucap Topan menegaskan suaranya.


Topan pun menarik handle pintu mobilnya lalu turun dan kemudian bergegas jalan memutari mobil untuk membuka pintu lainnya, namun ia terlambat karena Cahaya sudah membukanya sendiri bahkan keluar dari mobil tepat saat ia sampai di dekatnya.


"Mau ngapain lu?" tanya Cahaya sembari menutup kembali pintu mobilnya.


"Gak, udah yuk masuk!" jawab Topan tampak kesal.


Cahaya hanya mengangguk lalu mengikuti Topan tepat di belakangnya berjalan memasuki halaman depan rumah yang cukup asri karena dipenuhi pepohonan serta taman indah dengan bunga-bunga bermekaran yang wangi.


Ada banyak kandang burung dengan jenis berbeda menambah kesejukan disana, ya tentu karena suara merdunya yang berbeda-beda tiap jenis burung membuat telinga terasa lebih tenang serta damai setelah sebelumnya dibuat kotor dengan suara-suara knalpot kendaraan yang bising.


"Lu pecinta burung, ya?" tanya Cahaya sembari mempercepat langkahnya untuk bisa menyamai langkah pria di sampingnya.


"Hah? Gak kok, itu semua burung punya bokap gue!" jawab Topan sambil tersenyum memandang gadis yang kini sudah berada di sebelahnya.


"Ohh, kirain lu juga suka...." ucap Cahaya.


"Ya gak lah, kan yang gue suka cuma lu gak ada yang lain!" ucap Topan.


"Kenapa? Baper ya?" ujar Topan menggoda.


"Hah? Dasar gila!!!" ucap Cahaya mengelak.


Akhirnya disisa perjalanan Cahaya tidak lagi berbicara karena gak mau baper untuk yang kesekian kalinya, sedangkan Topan paham dan juga memilih diam walau sembari senyum-senyum sesekali melirik ke arah Cahaya.




Mereka kini sudah sampai di dalam rumah Topan yang tampak luas dan memang seperti istana, Cahaya cukup terpana melihatnya apalagi di sekeliling rumah itu banyak sekali barang berharga yang bisa jadi makanan empuk buat para maling di seluruh negara tercinta ini.


Topan tampak celingak-celinguk seperti tengah mencari seseorang di rumahnya, Cahaya yang menyadari itu tampak kebingungan serta malah ikut celingak-celinguk juga seperti Topan karena penasaran apa atau siapa yang tengah dicari oleh pria tersebut di dalam sana.


"Heh, lu cari siapa sih??" tanya Cahaya heran.

__ADS_1


"Ah bukan siapa-siapa kok! Tunggu sebentar ya, lu duduk aja dulu disana!" ucap Topan sembari menunjuk ke arah sofa yang terletak di dekat sana.


Cahaya manggut-manggut menuruti perintah Topan lalu berjalan ke arah sofa, sedangkan Topan langsung pergi entah kemana karena Cahaya tidak hafal tata letak di rumah itu dan juga gadis itu memilih tidak ikut campur karena statusnya disana adalah seorang tamu.


Sembari duduk di sofa, Cahaya pun memandang sekeliling rumah itu melihat dekorasi indah serta lukisan-lukisan yang cantik dan tentunya mahal, bahkan ada juga guci emas yang membuat Cahaya geleng-geleng kepala melihatnya.


"Kok bisa ya, orang sekaya Topan masih nagih utang gue yang cuma 5 juta?" ujar Cahaya.


Pandangan matanya tertuju pada sebuah bingkai foto yang terpajang di dinding, karena penasaran akhirnya Cahaya pun bangkit dan berjalan ke dekat foto tersebut yang menarik perhatiannya sejak pertama kali melihat foto itu.


"Ini Topan?" ucapnya saat melihat sosok anak lelaki yang ada di dalam foto itu.


Matanya menyipit penasaran saat melihat ada sosok anak perempuan yang tengah digendong oleh seorang wanita mungkin ibu Topan, ia mengira kalau itu mungkin adalah adik Topan tapi ia cukup heran kemana adiknya saat ini.


"Hey, Cahaya!"


Suara seorang pria dari arah belakangnya membuat Cahaya terkejut dan reflek menoleh, tampak Topan berdiri disana memandang ke arahnya dengan dua gelas minuman di tangan yang mungkin akan diberikan kepada Cahaya.


"Lagi ngapain sih?" tanya Topan.


Cahaya nampak gugup tetapi coba pura-pura tenang karena ia memang tak melakukan apapun, akhirnya ia pun maju mendekati Topan tanpa menjawab apa-apa sembari tersenyum melipat kedua tangannya di depan.


"Mau minum?" tanya Topan menawarkan segelas minuman pada Cahaya.


"Ini lu kasih obat atau semacamnya gak?" ujar Cahaya tampak curiga.


"Heh, sembarangan aja lu! Ngapain gue taruh obat di minuman lu?" ujar Topan kesal.


"Ya maaf, soalnya gue takut aja...." ucap Cahaya.


Topan tersenyum tipis kemudian berjalan melewati gadis yang berdiri di depannya itu, ia menaruh nampan berisi dua gelas itu di atas meja lalu duduk di sofa sembari meminum satu gelas minuman dan bersantai disana.


Cahaya menghela nafas sejenak lalu maju mengikuti Topan dan duduk di samping pria tersebut, namun ia masih tampak ragu untuk meminum minuman yang dibawa oleh Topan karena takut kalau Topan akan mengerjainya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2