Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 233. Kerjasama


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 232


...•...


...•...


Topan bersama Cahaya masih berada di belakang sekolah dan berbincang berdua disana, ya Topan masih belum bisa melupakan kejadian saat Robi terang-terangan ingin memberikan bunga pada Cahaya di depan Topan. Tentu Topan sebagai sang kekasih dari Cahaya merasa cemburu dan sangat emosi pada Robi yang nekat berbuat seperti itu.


Sementara Cahaya sendiri masih bingung harus melakukan apa untuk bisa menenangkan hati kekasihnya saat ini, apalagi terlihat kalau Topan memang benar-benar emosi. Cahaya pun khawatir jika Topan akan semakin posesif terhadap ia dan tak membolehkan ia pergi ke luar rumah sendirian, sehingga ia tidak bisa bertemu dengan temannya.


"Pacar, kamu mau sampai kapan sih marah-marah terus begini sama aku? Padahal kan aku gak tahu menahu soal Robi yang pengen kasih bunga ke aku, kok kamu malah marah sama aku?" tanya Cahaya.


"Hey, pacar! Kamu dengerin ya, aku ini gak lagi marah sama kamu kok pacar! Aku cuma ingetin aja ke kamu kalau kamu gak boleh deket-deket sama Robi, aku kesel sama tuh cowok! Berani banget dia lakuin itu di depan aku, cari mati apa ya?!" ucap Topan.


"Sabar dong Topan! Kamu kan belum tahu apa niat Robi mau kasih bunga buat aku?" ucap Cahaya.


"Ya niat apa lagi, pacar? Udah jelas kalau dia tuh sengaja ngelakuin itu buat bikin aku cemburu, emang kurang ajar tuh cowok!" ujar Topan emosi.


"Jangan asal tuduh, kan belum pasti!" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Hey, kamu kenapa malah jadi belain dia sih pacar? Oh atau jangan-jangan, kamu juga emang suka ya sama si Robi itu? Kamu seneng dia mau kasih bunga buat kamu, iya?" ujar Topan salah sangka.


"Ya ampun, kok jadi gini sih? Aku tuh cuma gak mau ada keributan aja gitu, gimanapun juga Robi itu kan teman aku dan dia pernah nolong kamu kan waktu kamu dikeroyok? Ayolah pacar, kamu jangan begini terus ya sama aku!" ucap Cahaya cemberut.


"Gimana aku gak begini pacar? Kamu kan tau aku sayang banget sama kamu, gak boleh ada satu orangpun yang kasih bunga ke kamu kayak gitu!" ucap Topan tegas diliputi emosi.


Cahaya semakin kesulitan untuk bisa membujuk Topan agar tidak terus-terusan emosi, ya justru Topan malah semakin menjadi-jadi dan tidak mau menurut perkataannya. Cahaya juga tak paham mengapa Topan menjadi posesif seperti itu dan sulit diberitahu, padahal ia lebih senang ketika Topan bersikap manis padanya bukan marah-marah begitu.


"Hey, kamu kenapa malah diem pacar? Kamu ngambek sama aku, karena aku larang kamu buat ketemu sama Robi? Ini sebenarnya yang pacar kamu itu siapa sih, aku atau Robi?" tanya Topan.


"Apaan sih? Kamu itu cemburuan banget deh, aku dan Robi tuh gak ada apa-apa! Kamu kenapa jadi kayak anak kecil gini sih?" ujar Cahaya cemberut.


Cahaya menarik paksa lengannya dari cengkraman Topan, lalu membuang muka dan melipat kedua tangannya itu di depan. Cahaya menunjukkan wajah betenya itu yang membuat Topan merasa bersalah dan akhirnya meminta maaf pada Cahaya, ya Topan memegang dua pundak Cahaya kemudian berbicara lagi pada gadis itu dengan nada lembut.


"Pacar, maafin aku ya! Tadi aku salah bicara begitu sama kamu, harusnya aku emang gak terlalu lebay kayak gitu ke kamu! Aku cuma gak mau aja kehilangan kamu pacar, aku ini kan sayang banget sama kamu!" ucap Topan.


"Syukurlah kalo kamu akhirnya sadar! Yaudah, aku maafin kamu kok! Asal kamu gak ulangin yang tadi kamu lakuin ke aku!" ucap Cahaya.


"Iya pacar, aku janji!" ucap Topan.


...•••...


Disisi lain, Robi keluar dari sekolah Cahaya lalu pergi menemui sosok wanita yang sudah siap berdiri di sebrang sekolah tersebut. Ya wanita itu dengan gaya modisnya berdiri di samping badan mobil mewah berwarna merah cerah, ia mengenakan kacamata hitam serta rambut yang dipenuhi warna biru untuk menambah citra keanggunan dirinya di mata pria.


Robi pun berhenti tepat di hadapan wanita itu masih dengan memegang bunga di tangannya, ia seperti memberi hormat dengan cara sedikit membungkuk ketika berada di depan wanita itu. Salamnya tentu dibalas oleh sang wanita dengan cara melepas kacamata yang ia kenakan, barulah setelah itu mereka terlibat dalam perbincangan yang serius.


"Gimana? Apa kamu berhasil bikin Topan dan Cahaya bertengkar?" tanya wanita yang tak lain ialah Calissa.

__ADS_1


"Berhasil dong, gue tadi udah coba kasih bunga ini ke Cahaya di depan Topan. Dan reaksi Topan langsung marah besar sama gue, dia juga kelihatan emosi terus dia tarik gitu aja tangan Cahaya dan bawa cewek itu pergi dari gue!" jawab Robi.


"Bagus! Gue suka cara kerja lu itu, teruskan dan bikin hubungan mereka semakin renggang sampai mereka putus dan gak akan bisa pacaran lagi!" ucap Calissa tersenyum licik.


"Tenang aja! Tapi, tadi gue gagal buat kasih bunga ini ke Cahaya karena Topan langsung tarik tangan Cahaya dari sana!" ucap Robi.


"Gapapa, yang penting lu udah bisa bikin mereka berantem walau kecil-kecilan! Kan dari kecil lama-lama bisa merembet ke hal yang besar, terus mereka pasti bakalan putus!" ucap Calissa.


"Iya, tapi gue bingung deh kenapa lu suruh gue buat pisahin mereka? Emang apa yang terjadi antara lu sama Cahaya dan Topan?" tanya Robi.


"Lu gak perlu tau soal itu! Yang hanya lu boleh tahu itu adalah, gue gak pengen ngeliat mereka berdua bisa hidup tenang dan bahagia di atas penderitaan gue!" ucap Calissa.


Robi terdiam bingung, ia tak mengerti mengapa Calissa sangat membenci Cahaya dan Topan.


"Sebenarnya gue juga gak enak sih sama Cahaya, apalagi dia kan teman gue! Makanya gue pengen tahu dengan jelas, supaya gue gak ragu buat terusin kerjasama kita ini!" ucap Robi.


"Lu gak perlu ragu Robi! Mending lu kerjasama aja sama gue, daripada lu gak dapet apa-apa kan dari pertemanan lu sama Cahaya? Lagian belum tentu juga Cahaya anggap lu jadi temen, dia itu anaknya sombong dan suka pilih-pilih!" ucap Calissa.


"Yaudah, terus mana bayaran gue?" tanya Robi menagih bayarannya.


"Ahaha, giliran duit aja mata lu ijo! Oke, ini uang dari gue buat lu atas kerja bagus lu itu! Sisanya bakal gue kasih lagi, kalau lu udah berhasil bikin hubungan mereka semakin renggang!" ucap Calissa menyerahkan segepok uang pada Robi.


"Wah mantap nih! Thanks ya, gue pasti bakal usaha lebih keras lagi buat pisahin mereka!" ucap Robi.


"Bagus!" puji Calissa.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2