Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 118. Tertidur pulas


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 117


...•...


...•...


Keesokan paginya, Topan kembali datang ke apartemennya untuk menengok Cahaya sekaligus membawakan sarapan untuk gadisnya yang sengaja ia siapkan dari rumah, Topan langsung masuk begitu saja ke dalam dan mencari-cari Cahaya.


Topan langsung tersenyum begitu melihat Cahaya masih tertidur di atas ranjang dan tampak pulas, ia menaruh plastik berisi makanan itu di meja lalu menghampiri Cahaya, ia duduk pada pinggir ranjang sembari menatap wajah Cahaya yang tertidur.


"Ternyata kamu tetep cantik walau lagi tidur begini, Cahaya!" batinnya.


Perlahan Topan menggerakkan tangannya untuk mengusap wajah Cahaya dengan lembut, ia nampak terpesona pada kecantikan gadisnya yang sama sekali tak luntur walau sedang tidur sekalipun dan benar-benar terlihat natural.


Dari wajah, kini Topan beralih membelai bagian rambut serta mengusap puncak kepala Cahaya sambil terus tersenyum memandangnya, ia pun menaikkan kedua kakinya ke ranjang lalu bersandar di samping Cahaya dengan posisi menghadap ke arah gadis itu dan cukup dekat.


Topan masih terus mengusap serta mengelus lembut area wajah gadisnya tanpa ada yang terlewati, nampaknya sekarang mengelus Cahaya adalah candu baginya dan berhasil membuat Topan tersenyum senang saat ia melakukan itu apalagi dalam keadaan Cahaya tengah tertidur.


"Oh ya, sekarang kan Cahaya harus sekolah!"


Topan melirik ke arah jam dinding disana, ia syok karena ternyata jam itu sudah menunjukkan pukul 8 lebih dan hingga kini Cahaya masih saja tertidur pulas, ia pun mengambil ponselnya lalu memberi pesan pada salah satu guru di sekolahnya dan mengabari kalau Cahaya tidak bisa hadir.


Tentu Topan tak mau jika gadisnya dianggap bolos oleh pihak sekolah dan mengurangi nilainya, ya walau kenyataannya Cahaya memang bolos karena dia sendiri tidak mau sekolah lagi, Topan pun kembali meletakkan ponselnya di meja lalu fokus memandang dan mengusap wajah Cahaya.

__ADS_1


Lama-kelamaan Cahaya sepertinya merasa kalau ada seseorang disana yang tengah menyentuh bagian wajahnya, namun rasa ngantuknya membuat ia hanya merubah posisi tidurnya tanpa membuka matanya, Topan pun merasa lega dan tersenyum melihat Cahaya yang saat ini sedang terlentang.


Akhirnya Topan memilih bangkit pergi dari ranjang itu untuk berjaga-jaga kalau Cahaya akan bangun secara mendadak nantinya, tentu Cahaya pasti marah bila mengetahui jika Topan sedang mengusap-usap wajahnya, ya itulah yang membuat Topan bangun dan pergi ke dapur disana.


Topan menyiapkan sarapan untuk Cahaya dengan makanan yang ia bawa dari rumah, tak lupa juga Topan membuatkan teh hangat untuk Cahaya ketika nantinya gadis itu sudah bangun, barulah setelahnya ia pun kembali ke ranjang menghampiri Cahaya dan berniat untuk membangunkan gadisnya.


"Cahaya, bangun sayang!" ucap Topan.


Tak ada respon sama sekali dari Cahaya, gadis itu masih sangat mengantuk sehingga tak mendengar perkataan Topan, bahkan tubuhnya tidak bergerak sedikitpun dan masih setia tertidur dalam posisi terlentang seperti sebelumnya, Topan pun memilih mendekati Cahaya lalu rebahan di sampingnya.


Cupp...


Dengan berani Topan mengecup sekilas bibir Cahaya bermaksud supaya gadis itu bangun, tapi tetap saja Cahaya hanya merubah posisi kepalanya tanpa membuka matanya, Topan tersenyum sembari geleng-geleng kepala dan akhirnya memilih berbicara tepat di dekat telinga gadisnya.


"Hey, bangun cantik! Jangan tidur terus, nanti aku tidurin loh!" ucapnya.


Sontak Cahaya langsung membuka matanya dan terkejut karena melihat Topan ada di sampingnya tengah tersenyum, ia pun reflek menjauh dari Topan sembari menarik selimut menutupi tubuhnya padahal ia tidak sedang telanjang atau apa.


"Lu ngapain sih, ha? Dasar mesum!!" ujar Cahaya.




30 menit sudah berlalu, Cahaya baru menyelesaikan sarapannya ditemani oleh Topan disana. Namun, sebelum ini ia juga sudah mandi sehingga tampak lebih segar dan wangi tentunya, membuat Topan semakin terpesona pada kecantikan serta kemolekan tubuh gadisnya itu.


"Lu kok pagi-pagi udah kesini aja sih? Emang gak takut dimarahin nyokap lu?" tanya Cahaya.


"Ya enggak dong, kan mama sama papa aku udah berangkat kerja semua! Makanya aku bisa bebas datang kesini jengukin kamu sambil bawa sarapan, soalnya aku peduli sama kamu!" jawab Topan.


"Makasih ya, maaf gue udah ngerepotin lu!" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Gak perlu bilang makasih apalagi maaf, ini semua aku lakuin semata-mata karena aku peduli sama kamu! Jadi kamu gak perlu lah bilang kayak gitu lagi, apapun yang aku lakuin buat kamu itu ikhlas!" ucap Topan tersenyum.


"Ya tetep aja, kata nyokap gue dulu kita tuh harus mengucapkan terimakasih setiap kali ada seseorang yang bantu kita!" ucap Cahaya.


"Yaudah iya, sama-sama!" ucap Topan.


Cahaya tersenyum lalu saling bertatapan dengan Topan disana cukup lama, sebelum akhirnya ia bangun dan membawa piring serta gelas di tangannya untuk dicuci, namun Topan menghalanginya dan tak mengizinkan Cahaya pergi dari sana meninggalkannya.


"Mau kemana sih? Orang lagi romantis juga, malah main pergi aja!" ucap Topan kesal.


"Maaf, gue cuma mau cuci piring! Lagian kan tatap-tatapannya udah lama loh, masa belum puas juga sih?" ucap Cahaya.


"Cantik, kalo ngeliatin muka kamu yang bening kayak air mineral ini mah gak bakal ada puasnya!" ucap Topan maju mendekati wajahnya.


"Ahaha, bisa aja lu! Dah ah gue mau cuci piring, lu tunggu aja disini atau di depan tv sana!" ucap Cahaya.


"Gak ah! Aku mau temenin kamu aja, kita cuci piringnya bareng-bareng ya? Sekaligus latihan biar nanti pas kita udah nikah, kita gak canggung lagi!" ucap Topan nyengir.


"Hah? Kepedean banget sih lu! Emangnya siapa yang mau nikah sama lu, ha?" ujar Cahaya.


"Ya kamu dong, sayang! Kan sekarang kita statusnya pacaran, terus gak lama lagi bakal berubah jadi tunangan! Baru deh abis itu kita langsung otewe menikah dan resmi jadi suami-istri..." ucap Topan.


"Dasar gila! Kerjaannya ngehalu mulu!" ujar Cahaya.


Cahaya tak lagi meladeni perkataan halu Topan dan memilih mencuci piring di wastafel, namun Topan juga mengejarnya bahkan merecoki Cahaya yang sedang mencuci piring, ia mencipratkan air ke wajah Cahaya lalu juga mencolekkan sabun ke tangan serta bagian wajah gadisnya.


"Ish, ngeselin ya lu!" ujar Cahaya kesal.


"Hahaha...."


Topan tertawa terpingkal-pingkal tampak puas melihat kondisi wajah Cahaya yang penuh sabun serta basah karena air, tentu saja Cahaya tak mau tinggal diam, ia langsung bergerak membalas perbuatan Topan dan membuat wajah pria itu penuh dengan sabun sambil tertawa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2