Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 122. Dibawa keluar negeri


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 121


...•...


...•...


"CAHAYA...!!" Hendra berteriak sangat kencang.


Sontak Cahaya dan Topan terkejut lalu spontan menoleh ke asal suara, Cahaya menganga seketika saat melihat papanya ada disana dan tengah menuju ke arahnya sambil terlihat emosi, sedangkan Topan melirik mata Cahaya seakan bertanya.


"Aya, siapa?" tanya Topan pelan.


"Bokap gue!" jawab Cahaya dengan wajah panik.


"Hah??" Topan kaget setelah mengetahui pria tua yang sedang berjalan menuju mejanya sambil berteriak emosi itu ternyata papanya Cahaya.


Braakkk...


Hendra langsung menggebrak meja dengan kencang begitu sampai di tempat Cahaya serta Topan, kedua manusia itu terkejut bukan main saat Hendra tiba-tiba memukul meja, bahkan Cahaya tak berani menatap wajah papanya.


Sepasang mata Hendra tertuju pada sosok pria di samping putrinya yang sedang menganga, ia menatap tajam pria tersebut dan seketika tangannya terkepal karena emosi, ia sangat membenci Topan karena hasutan Calissa istrinya itu.


"Lancang sekali kamu, beraninya kamu ajak putri saya kabur dari rumah!" bentak Hendra.


Tentu saja Topan syok mendengar perkataan Hendra papanya Cahaya itu, ia tak merasa kalau sudah menghasut Cahaya agar mau kabur dari rumah dan pergi bersamanya, justru selama ini ia selalu meminta Cahaya untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


"Om, saya gak begitu kok!" ucap Topan.


"Halah! Gausah ngeles kamu!" bentak Hendra.


Dengan emosi yang meluap, Hendra maju mendekati Topan lalu menarik kerah jaket pria itu dan memukul wajahnya sangat keras di hadapan Cahaya. Topan jatuh tersungkur di lantai sambil memegangi wajahnya, membuat Cahaya terkejut melihat itu.


Calissa yang ada tak jauh dari sana pun tercengang melihat kelakuan suaminya, ia tak mengira Hendra akan dengan tega memukul Topan mantannya yang tampan itu, jujur ia sangat membenci Hendra karena sudah berani memukul Topan disana.


Saat Hendra hendak menghampiri Topan kembali dan memukulnya lagi, Cahaya kali ini bergerak menahan papanya dengan mencekal lengan Hendra yang akan memukul Topan itu, Cahaya tidak mau Hendra salam paham seperti ini pada Topan.


"Cukup, pah! Papa jangan salahin Topan kayak gini, karena aku kabur itu bukan salah Topan!" ucap Cahaya dengan nada tinggi.


"Aya, kamu sudah berani membentak papa? Pasti itu semua karena hasutan pria itu, dasar kurang ajar!" ujar Hendra emosi.


"Jangan salahin Topan, pah! Aku kayak gini tuh karena papa sendiri, papa yang udah mulai berubah dan gak sayang lagi sama aku! Papa justru lebih percaya sama istri muda papa yang gak tau diri itu, dibanding putri papa sendiri!" ucap Cahaya.


Plaaakk...


Cahaya menangis memegangi pipinya sembari merunduk menahan rasa sakit, baginya tamparan itu tak seberapa sakit, namun rasa sakit di hatinya cukup membekas dan ia sungguh tak menyangka papanya akan berbuat seperti ini padanya.


"Kamu benar-benar sudah keterlaluan, Cahaya! Kamu sekarang ikut papa, biar papa bawa kamu ke luar negeri supaya kamu gak bisa lagi ketemu sama laki-laki gak bener ini...!!" bentak Hendra.


"Apaan sih, pah? Aku gak mau!" tolak Cahaya.


Hendra tak perduli dengan perkataan putrinya, ia tetap menarik paksa Cahaya dan membawa gadis itu keluar dari restoran lalu memasukkan Cahaya ke dalam mobilnya, orang-orang disana tercengang melihat Hendra menyeret Cahaya dengan kasar.


Topan yang masih tersungkur hanya bisa melihat gadisnya dibawa paksa oleh Hendra dari sana tanpa mampu berbuat apa-apa, ia tak mau memaksakan diri untuk mengejar Cahaya dan membelanya karena takut akan semakin memperburuk suasana.




Hendra pun membawa Cahaya ke dalam mobil lalu menutup pintu kembali, gadis itu terus memberontak berharap bisa kabur dari paksaan papanya lalu kembali ke dalam restoran menemui Topan, namun usahanya sia-sia tidak berarti apa-apa.

__ADS_1


Baru saja Hendra hendak masuk ke dalam mobilnya untuk mengemudi, tiba-tiba Calissa istrinya muncul memanggil nama Hendra membuat ia berhenti sejenak menunggu sang istri, barulah mereka berdua masuk bersama-sama ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan Cahaya terus saja merengek minta dilepaskan dan tidak dibawa ke luar negeri, ia tentu tak mau jika harus pisah dari teman-temannya yang sangat berarti itu, namun semua perkataannya tidak digubris oleh Hendra yang tengah emosi.


"Pah, papa jangan kayak gini dong! Papa gak bisa paksain kehendak papa gitu aja, aku tuh gak mau pindah keluar negeri!" ucap Cahaya.


"Diam kamu, Aya! Papa gak perduli kamu mau atau enggak, intinya papa akan tetap bawa kamu ke luar negeri supaya kamu gak lagi terkena pengaruh pria yang gak bener itu!" tegas Hendra.


"Papa gak bisa sebut Topan itu laki-laki gak bener, karena dia gak kayak gitu!" ucap Cahaya.


"Kamu masih aja bela dia, segitu cintanya kamu sama dia ha? Sampai kamu gak mau nurut sama papa dan lebih milih dia, emang udah gak bener kamu ini Cahaya!" ucap Hendra kesal.


"Papa gak salah? Bukan aku atau Topan yang gak bener disini, tapi papa sendiri!" ucap Cahaya.


"Apa maksud kamu, Cahaya? Kamu sebaiknya jangan berkata yang tidak-tidak, atau papa akan semakin emosi dan memberi pelajaran yang lebih kepada si Topan itu!" ucap Hendra.


"Papa jangan macam-macam deh sama Topan! Aku gak akan maafin papa kalau sampai papa berani ngelakuin itu ke Topan!" ucap Cahaya.


"Bener-bener kamu Cahaya!"


Cahaya pun memilih diam sembari membuang muka menahan emosinya yang sudah memuncak, ia tentunya tak akan mau menuruti kemauan papanya untuk pindah keluar negeri, karena ia sudah sangat nyaman tinggal disini.


Calissa hanya terdiam mendengar perdebatan antara ayah dan anak di dalam mobil itu, ia merasa senang karena hubungan keduanya semakin retak dan akan memudahkannya untuk bisa melancarkan rencana selanjutnya.


Namun, Calissa juga masih terpikirkan pada kondisi Topan yang tadi dipukul keras oleh suaminya di restoran tanpa rasa kasihan sedikitpun, sungguh ia benar-benar membenci Hendra karena sudah berani memukul pria yang ia cintai itu.


"Kalau sampai mas Hendra beneran bawa Cahaya keluar negeri, ini bakal jadi keuntungan buatku! Aku bakal lebih mudah untuk menghasut mas Hendra, dan semua hartanya akan menjadi milik aku dalam waktu sekejap!" batin Calissa.


Cahaya melirik sinis ke arah Calissa istri muda papanya, ia merasa kalau ini semua adalah ulah wanita tersebut karena papanya tak mungkin sampai sekasar ini juga bukan karenanya, ia pun sangat membenci Calissa dan ingin sekali membalasnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2