
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 87
...•...
...•...
"Ah elah, ada-ada aja!" umpat Topan setelah selesai menerima telpon dari mamanya dan melepas kembali earphone yang ia kenakan.
"Kenapa sih? Siapa barusan yang nelpon lu?" tanya Cahaya yang kini berada di samping Topan, ia penasaran mengapa pria itu terlihat jenguh.
Ya saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah Cahaya, Topan menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang ke rumahnya lantaran ia sadar kalau dirinya lah yang membawa Cahaya pergi sampai selarut ini walau masih belum terlalu larut.
"Nyokap gue!" jawab Topan singkat.
"Ohh, terus kenapa lu kelihatan kesel gitu abis nerima telpon dari nyokap lu?" tanya Cahaya.
"Iya, soalnya mama suruh gue cepet balik ke rumah sekarang juga karena dia hari ini pulang cepet dan kayaknya sih mau ajakin gue makan malam bareng! Jujur aja sayang, gue tuh agak gimana gitu kalo berduaan sama mama di rumah!" jawab Topan.
"Agak gimana, gimana sih maksudnya? Eh ya terus itu kata-kata sayang nya, diralat ya! Jangan sembarangan manggil gue sayang-sayang...!!" ujar Cahaya.
"Iya iya...."
"Soalnya kalo gue berduaan sama mama, itu udah pasti mama bahas pernikahan dan selalu nanya kapan gue nikah! Padahal kan gue masih muda masih mau meraih cita-cita, lagian gue juga masih kuliah!" ucap Topan menjelaskan.
"Ohh... ya tapi tetep aja, lu gak boleh kayak gitu sama nyokap lu! Mending sekarang lu turunin gue disini, terus lu balik sana ke rumah lu!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Dih, ya kagak mungkin lah! Yakali seorang Topan tega ninggalin pacarnya sendirian di jalanan malam ini, aku gak mungkin tega sayang!" ucap Topan.
"Apaan sih? Gausah lebay deh lu! Lagian kan tadi udah gue bilang jangan panggil gue dengan sebutan sayang, masih aja ngeyel lu!" bentak Cahaya.
"Hahaha, emang kenapa sih? Kita kan sekarang udah pacaran, masa aku gak boleh panggil kamu sayang?" ucap Topan sembari tersenyum.
"Tau ah, gue males ngomong sama lu!" ujar Cahaya.
Topan pun tertawa kecil di dalam mobil melihat ekspresi Cahaya yang menggemaskan saat sedang marah seperti itu, ia tetap melajukan mobilnya menuju rumah Cahaya walau gadis itu terus merengek minta diturunkan di tengah jalan.
Ya tentu saja Topan tidak mungkin menurunkan kekasihnya di jalanan seperti ini, karena itu sangat berbahaya bagi Cahaya dan bisa saja dia malah bertemu dengan orang yang ingin berbuat jahat padanya walau hari belum terlalu larut.
Kini mereka hanya saling diam tak berbicara karena Cahaya masih kesal pada Topan yang tidak mau menurunkannya, Topan pun senyum-senyum saja sembari beberapa kali kerap menoleh ke arah gadisnya yang masih membuang muka.
Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di rumah gadis itu dan entah kebetulan atau apa pastinya ini sudah takdir direncanakan oleh author, ya mereka berpapasan dengan Calissa yang juga baru pulang ke rumah bersama supirnya.
"Nah sampe, eh btw itu mobil siapa sih yang berhenti di depan gerbang rumah lu?" tanya Topan penasaran.
"Paling nyokap tiri gue, yaudah gue turun disini aja! Lu cepetan balik sana ke rumah, kasian nyokap lu kalo harus nungguin anak bandel kayak lu!" ujar Cahaya dengan nada ketus.
"Oke, thanks udah anterin gue balik!" ucap Cahaya.
"Sama-sama, cantik...!!" ucap Topan tersenyum seraya membelai rambut Cahaya dengan satu jarinya membuat gadis itu tersipu malu.
Akhirnya karena tak mau berlama-lama berduaan dengan Topan disana, Cahaya pun keluar dari mobil dengan segera dan berjalan cepat menuju pagar rumahnya lalu masuk ke dalam sana.
Sementara Topan tampak tersenyum puas kemudian memutar mobilnya untuk kembali ke rumah, terlihat mobil milik Calissa juga sudah masuk ke dalam sehingga mereka gagal bertemu hari ini.
•
•
"Calissa, tunggu!" teriak Cahaya.
__ADS_1
Gadis itu memanggil ibu tirinya yang baru turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam rumah, ia mempercepat langkahnya mendekati Calissa yang juga sudah berhenti lantaran ada yang memanggilnya.
"Kenapa, Cahaya?" tanya Calissa memasang muka penasaran serta heran.
"Abis belanja? Pasti pake duit dari papa, kan?" ucap Cahaya bertanya seperti mengintrogasinya.
"Kalo iya kenapa, terus kalo enggak juga kenapa? Denger ya Cahaya, aku ini sekarang udah jadi istri sahnya papa kamu dan otomatis aku juga mama kamu! Jadi aku berhak dong pake uang dari suami aku sendiri, kenapa kamu kelihatan gak seneng gitu?" ujar Calissa.
"Ya iya sih berhak, tapi uangnya itu gak dipake buat belanjain cowok simpanan lu juga kan?" ujar Cahaya menaruh curiga pada Calissa.
Calissa pun tercengang mendengar ucapan Cahaya yang menuduhnya memakai uang Hendra untuk menyenangkan hati cowok simpanannya, sedangkan Cahaya tampak menyunggingkan senyum melihat ekspresi kekhawatiran dari wajah Calissa.
"Kamu kalo bicara dijaga ya, Cahaya! Mana mungkin aku ngelakuin itu semua? Aku ini cuma cinta sama papa kamu, aku gak ada cowok lain!" ujar Calissa.
"Halah, masih aja ngelak gak mau jujur! Gue yakin suatu saat nanti, gue pasti bakal bisa temuin bukti tentang niat jahat lu ke papa!" ucap Cahaya.
"Ya oke, silahkan aja kamu cari buktinya!" ucap Calissa berbalik menantang Cahaya.
Sepertinya Calissa berusaha untuk tetap tenang agar Cahaya tidak semakin curiga padanya, ia juga berupaya untuk tidak takut dengan ancaman yang diberikan Cahaya padanya walau sebenarnya suasana hatinya kini tengah dilanda kepanikan.
"Oh ya, mama aku besok mau main kesini... tolong ya, kamu jaga sopan santun kamu!" ucap Calissa.
Wanita itu langsung pergi begitu saja setelah mengatakan hal tersebut, ia pun masuk ke dalam rumah dengan membawa belanjaan yang cukup banyak dan mahal-mahal.
Sementara Cahaya tetap disana berdiri mematung memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk bisa membongkar semua kejahatan Calissa, ia sangat yakin kalau Calissa memang tidak cinta pada papanya dan hanya berniat untuk menguasai harta sang papa.
"Besok nyokapnya Calissa mau dateng, pasti mereka bakal bahas rencana jahat mereka! Gue harus terus selidiki ini, gue gak mau papa sampai kemakan omongan dua nenek sihir itu!" gumam Cahaya.
Cahaya berjalan menuju garasi untuk mengecek apakah benar yang dikatakan Topan kalau motornya sudah dikembalikan ke rumahnya, dan ternyata memang benar motor kesayangannya itu saat ini sudah berada di dalam garasi dan kondisinya baik-baik saja tanpa lecet sedikitpun.
"Syukur deh kamu beneran udah balik, bestie!" ucap Cahaya sembari merabaa-rabaa badan motornya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...