
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 35
...•...
...•...
Cahaya masuk ke dalam rumahnya dengan wajah sumringah karena habis chattingan sama Badai di depan rumah tadi, walau ia masih ragu apa Badai benar menyukainya atau hanya sekedar iseng menggunakan aplikasi tersebut sama sepertinya. Cahaya juga masih bingung memikirkan permintaan Badai tentang foto dirinya, ia takut kalau Badai nantinya akan berbuat jahat jika ia menyerahkan fotonya kepada lelaki tersebut.
Ceklek...
Kedatangan Cahaya langsung disambut oleh ibu tirinya yang tak lain adalah Calissa, ya wanita itu baru turun dari tangga setelah sebelumnya bermain di ruang olahraga yang tersedia di lantai atas rumah tersebut. Calissa memang tak berolahraga disana karena ia tidak suka melakukan itu, ia hanya iseng keliling-keliling rumah suaminya.
"Wah kamu udah pulang, Cahaya? Kelihatanya lagi seneng banget nih, ada apa sih?" ucap Calissa berjalan menghampiri Cahaya sambil tersenyum.
Cahaya yang malas meladeni mama mudanya itu hanya bersikap acuh dengan memutar bola matanya sembari menghela nafas kasar, sebenarnya ia ingin langsung pergi dan naik ke kamarnya namun takut kalau Calissa akan melaporkan itu pada papanya.
"Kok diem sih? Ini aku tanya baik-baik loh sama kamu, sebagai pengganti mama kamu aku kan harus jadi seorang mama yang baik dan perhatian pada putrinya! Aku harus tahu kenapa kamu sampai senyum-senyum begitu pas masuk ke rumah, oh atau jangan-jangan karena cowok yang tadi nganterin kamu pulang ya?" ujar Calissa.
Cahaya pun terkejut dengan perkataan Calissa, ia menatap wanita itu penuh keheranan.
__ADS_1
"Darimana lu tahu gue dianter sama cowok?" tanya Cahaya menyipitkan matanya.
"Aku tadi gak sengaja lihat pas lagi di ruang gym, makanya aku penasaran dan mau tanya langsung sama kamu sekarang! Siapa sih laki-laki itu, apa dia pacar kamu?" ujar Calissa tersenyum.
"Gausah sotoy deh lu! Awas aja ya kalo lu bilang macem-macem ke bokap, abis lu sama gue! Dia itu cuma temen gue dan gue nebeng pulang sama dia, soalnya kan gue gak bawa motor tadi!" ucap Cahaya sembari mengacungkan telunjuknya di hadapan Calissa dan mengancam wanita itu.
"Waduh jangan galak-galak dong, nanti cepet tua loh! Aku kan nanyanya baik-baik tau, kok kamu malah ngegas begitu sih? Kalau emang dia cuma temen kamu yaudah gapapa justru bagus, anak seusia kamu ini belum boleh pacar-pacaran nanti yang ada malah kamu terjerumus ke pergaulan bebas!" ucap Calissa menasehati Cahaya.
Bukannya terharu karena dinasehati Calissa, Cahaya justru memasang raut wajah seperti hendak muntah. Tak sedikitpun kalimat yang dikatakan wanita di hadapannya itu didengar olehnya, Cahaya memang tidak pernah mau mendengar nasehat siapapun kecuali mamanya dahulu.
"Gausah sok nasehatin gue deh, kayak hidup lu udah bener aja! Emangnya lu sendiri gak terjerumus sama pergaulan bebas? Buktinya diusia lu yang masih muda, lu malah udah kawin sama bokap gue! Hayo lebih parah yang mana sekarang ha??" ujar Cahaya.
Calissa terdiam sepertinya kemakan omongan sendiri, ia terbujur kaku tidak dapat membalas perkataan Cahaya karena bingung. Cahaya pun tersenyum puas merasa telah menang berdebat dari mama mudanya yang menyebalkan itu.
"Hadeh, lain kali sebelum nasehatin orang tuh ngaca dulu ya! Di kamar lu kan pasti ada cermin gede, nah itu pas tuh buat lu ngaca yang lama! Dah ah gue gak punya banyak waktu buat ladenin lu, bye!" ucap Cahaya melambaikan tangan lalu pergi melewati Calissa dengan ekspresi kemenangan.
Cahaya yang mendengar dan menyaksikan itu hanya terkekeh seraya menutupi mulutnya, ia pun terus berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal dari mama mudanya di bawah tadi.
Setelah masuk ke kamar, Cahaya langsung membuang tasnya begitu saja ke sembarang tempat lalu melepas jaket serta dasi yang ia kenakan. Cahaya juga melepaskan satu persatu kancing baju seragamnya tanpa membuka bajunya itu, ia terduduk di atas kasur dengan kancing baju yang terbuka.
"Gue kabarin Badai dulu deh sebelum mandi, entah kenapa gue jadi kecanduan chattingan sama Badai!" gumam Cahaya senyum-senyum sendiri sembari mengetik pesan untuk Badai.
💌Senja : Hai, Badai! Aku mau mandi nih, nanti abis itu kita lanjut chattingan lagi ya?
Cahaya mengirim pesan tersebut dengan perasaan senang, ia lalu membuang ponselnya ke atas kasur dan melepas baju seragamnya. Setelahnya, ia juga menanggalkan rok serta pakaian dalamnya dan kemudian melangkah ke kamar mandi dengan handuk di pundaknya.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Topan baru sampai di markas spider tempat biasa ia kumpul bersama teman-teman gengnya yang kaya raya itu. Terlihat sudah banyak temannya yang hadir disana seraya menikmati minuman sambil bermain kartu, Topan pun duduk di tempat biasanya dan langsung menyandarkan kepalanya sembari menatap ke atas.
Ia memejamkan mata menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan untuk menghilangkan rasa lelah dan letih di tubuhnya, selain itu juga agar ia tidak selalu kepikiran pada Bella yang mungkin sekarang sedang bersama Bram.
"Oi, bro!" ujar salah seorang temannya sembari menepuk pundak Topan dan duduk di sampingnya.
Topan kembali membuka matanya lalu melirik ke arah pria di sampingnya, rupanya itu adalah Guntur yang datang mendekatinya sembari membawa segelas cocktail kesukaan Topan.
"Minum dulu, bro! Biar segeran dikit badan lu!" ucap Guntur meletakkan gelasnya di atas meja.
"Thanks," ucap Topan singkat lalu menenggak minuman itu dengan cepat.
Guntur sangat memahami kondisi sohibnya yang sedang pusing akibat memikirkan Bella dan taruhan yang ia buat dengan Bram, itulah sebabnya Guntur membawakan minuman itu pada Topan supaya Topan bisa lebih tenang dan lega.
"Lu masih mikirin Bella?" tanya Guntur menatap wajah sohibnya.
Topan hanya mengangguk sambil terus meminum cocktail kesukaannya, ia memang masih memikirkan Bella sampai saat ini walau sudah berusaha keras melupakan gadis itu.
"Ya ampun, udah lah lupain aja! Biarin si Bella bahagia sama Bram, kali aja kan Bram bisa bikin Bella bahagia dibanding lu! Kalau emang lu gak seneng, ya harusnya lu gak terima taruhan dari Bram malam itu!" ucap Guntur.
"Iya, makanya gue nyesel banget sekarang! Gua terlalu pede bisa menang dari Bram sampai rela terima taruhan gak waras itu, tapi jujur gue juga gak bisa ngeliat mereka deketan kayak tadi!" ucap Topan dengan nada lemas dan pelan.
Guntur menepuk-nepuk punggung Topan menenangkan pria tersebut, kedua sahabat itu akhirnya rangkulan disana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1