
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 286
...•...
...•...
Cahaya sudah keluar dari toilet, ia pun berniat kembali ke kelasnya karena ini sudah cukup lama dari waktu biasanya. Namun, Cahaya masih saja terbayang pada kejadian tadi saat Topan mencium bibirnya dengan sangat puas dan rakus di toilet.
Bahkan saat dalam perjalanan menuju kelas, Cahaya terus saja memegangi bibirnya yang masih basah itu. Sesekali ia juga menjilatinya dengan lidah sembari membayangkan momen tadi, entah mengapa ia malah jadi ketagihan berciuman dengan kekasihnya tersebut.
"Haduh, Topan paling bisa bikin gue ketagihan! Tapi, ini gak boleh terus-terusan terjadi! Yang ada Topan bisa minta lebih ke gue nanti!" gumam Cahaya.
Cahaya pun sampai di depan kelasnya, terdengar pak Hambali masih menerangkan materi disana.
TOK TOK TOK...
Tanpa basa-basi lagi, Cahaya langsung mengetuk pintu kelasnya terlebih dahulu karena tidak enak jika langsung masuk begitu saja.
Barulah Cahaya membuka pintu sambil mengucap permisi dan tersenyum ke arah pak Hambali yang tengah berdiri di depan kelas memegang buku pelajaran di tangannya.
Ceklek...
"Misi pak!" ucap Cahaya agak merunduk.
Cahaya menutup kembali pintu, lalu berniat untuk pergi ke tempat duduknya. Akan tetapi, langkahnya terhenti lantaran pak Hambali tiba-tiba berbicara.
"Kenapa kamu lama sekali ke toiletnya? Sebenarnya kamu ke toilet atau ke kantin Cahaya?" tanya pak Hambali dengan raut geram.
"Eee saya ke toilet kok, pak. Cuma perut saya sakit banget, makanya lama!" jawab Cahaya berbohong.
"Oh, yasudah sana duduk!" ucap pak Hambali.
"Baik pak!"
"Yes, untung pak Hambali percaya!" batinnya.
Cahaya pun melangkah menuju tempat duduknya, ia tersenyum ke arah Mawar yang menatapnya curiga.
"Lu serius dari toilet?" tanya Mawar.
__ADS_1
"Ya serius lah Mawar! Tapi, di toilet gue ketemu Topan. Makanya lama, soalnya dia ngajak anu-anu dulu!" jawab Cahaya ambigu.
"Hah? Anu-anu apaan?" tanya Mawar terkejut.
"Ngobrol, lu jangan berpikiran negatif Mawar!" ujar Cahaya terkekeh sendiri.
"Yeh dasar lu!" cibir Mawar.
"Oke murid-murid, kita lanjutkan pelajarannya ya! Cahaya, kalau ada yang kamu tidak mengerti tanyakan saja supaya bapak bisa jelaskan ulang buat kamu!" ucap pak Hambali.
"Baik pak!" ucap Cahaya tersenyum.
Ya memang sekarang ini guru-guru di sekolah itu, semuanya pada tunduk dan patuh dengan Cahaya. Tak ada yang berani memarahinya apalagi melarang Cahaya melakukan sesuatu, karena gadis itu adalah kekasih dari Topan si anak pemilik sekolah.
"Uhh enak banget hidup kayak gini!" batin Cahaya.
Setelahnya, mereka pun kembali ke pelajaran dan memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan oleh pak Hambali.
Tak lama kemudian, bel berbunyi yang menandakan jam pelajaran pak Hambali telah habis sehingga kini saatnya mereka berganti ke mata pelajaran selanjutnya yang sangat dinanti-nanti.
Kriiinggg... Kriiinggg...
"Baik semuanya, karena udah bel jadi sampe disini aja ya pelajaran kali ini. Buat kalian semua jangan lupa dipelajari lagi lebih lanjut, paham?!" ucap pak Hambali.
"Paham pak!" ucap mereka serentak.
"Yasudah, permisi semuanya!" ucap pak Hambali.
Suasana kelas berubah, dari yang tadinya hening menjadi sedikit berisik karena belum ada guru yang datang kesana setelah pak Hambali pergi.
"Huh akhirnya kelar juga! Bosen banget tau gue denger tuh guru ngoceh terus!" ujar Cahaya.
"Hahaha, sama!" ucap Mawar tertawa.
Reki selaku ketua kelas disana pun beranjak dari kursinya untuk memanggil guru yang seharusnya mengajar disana, namun ia dicegah oleh Cahaya yang memanggil namanya.
"Reki tunggu!" teriak Cahaya.
"Iya, kenapa Aya?" tanya Reki heran.
"Udah, jangan dipanggil dulu! Gue masih pengen istirahat, nanti juga dia dateng sendiri!" ucap Cahaya.
"Ohh, oke deh!" ucap Reki nurut.
"Cakep!" Cahaya tersenyum.
Mawar hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sohibnya itu.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Topan telah sampai di kampusnya. Ia turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam, akan tetapi pikirannya kini masih tertuju pada kejadian tadi saat ia berciuman dengan Cahaya di toilet sekolah.
"Uhh gak ada yang lebih enak dari bibirnya Cahaya, bikin nagih emang tuh cewek! Biarpun dia gak bisa bales ciuman gue, tapi gapapa deh!" batinnya.
Disaat Topan tengah asyik melamun sambil berjalan, tiba-tiba Bella muncul mencegatnya di depan. Topan pun terkejut saat Bella memanggil namanya serta menyentuh tubuhnya, padahal setahu ia tadi tak ada siapa-siapa disana.
"Topan!" ucap Bella.
"Eh Bel, kenapa?" tanya Topan bingung.
"Gue denger info dari Bram, katanya Cahaya pernah dilecehin sama orang ya?" ucap Bella.
"Eee iya Bel, tapi kejadiannya udah lumayan lama kok. Sekarang si pelaku udah gue kasih hukuman setimpal atas perbuatannya, walau gue gak tahu tiga orang yang jadi otaknya itu pergi kemana sekarang. Gue udah pusing cari-cari mereka, tapi gak ketemu juga!" jelas Topan.
"Waduh, terus kondisi Cahaya sendiri sekarang gimana? Dia baik-baik aja kan?" tanya Bella khawatir.
"Lu tenang aja! Cahaya udah bisa lupain itu kok, walau awalnya dia sempat histeris berat. Tapi, sekarang dia udah mendingan dan bahkan jadi Cahaya yang lebih berani!" jawab Topan.
"Syukur deh! Emang kurang ajar banget tuh cowok yang suka ngelecehin wanita, kenapa ya ada aja gitu cowok yang kayak gitu?!" geram Bella.
"Entahlah, gue juga heran!" ucap Topan.
"Eh, kalo gue mau ketemu Cahaya. Kira-kira bisa apa enggak, ya?" tanya Bella.
"Mau ngapain lu ketemu Cahaya?" Topan heran.
"Cuma mau ngobrol-ngobrol aja, gue kasihan sama Cahaya! Waktu itu pas dia kena musibah, kan gue belum sempat temuin dia!" ucap Bella.
"Ohh, kalo untuk itu mending jangan deh! Cahaya sekarang udah mendingan, kalo lu bahas lagi soal kejadian itu yang ada Cahaya malah bisa histeris lagi Bel!" larang Topan.
"Oh, gitu ya? Yaudah deh, gue ketemu Cahaya cuma buat ngobrol biasa aja!" ralat Bella.
"Nah, kalo itu gapapa. Nanti biar gue bilang dulu sama Cahaya kalau ada yang mau ketemu sama dia, gue kabarin lu lagi kelanjutannya ya!" ucap Topan.
"Oke deh, thanks Top!" ucap Bella.
"Sama-sama, eee yaudah ya gue harus pergi! Kalo lu mau ketemu Bram, dia lagi ada di markas spider tuh. Tadi si Ardan yang bilang ke gue, gak tahu deh dia lagi ngapain disana!" ucap Topan.
"Iya Top, ini gue juga mau kesana!" ucap Bella.
"Ohh, yaudah. Salam buat anak-anak spider ya!" ujar Topan.
"Siap!"
Bella dan Topan pun melakukan tos sebelum mereka pergi ke arah masing-masing, ya Bella hendak menuju markas spider untuk menyusul Bram. Sedangkan Topan masuk ke dalam kampus untuk melaksanakan kuliah disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...