
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 280
...•...
...•...
Setelah dikeluarkan dari sekolah karena kesalahan mereka sendiri, kini Lyodra serta kedua temannya pun lontang-lantung tidak jelas dan tak tahu harus melakukan apa. Mereka tampak lesu dan ketakutan sampai tidak berani pulang ke rumah karena takut dimarahi orang tua, Ziva dan Mahalini pun kesal karena jadi ikut terkena akibat dari tindakan Lyodra.
Kedua gadis itu emosi pada Lyodra yang membuat mereka sengsara seperti ini, tentu saja akan sulit bagi ketiganya untuk lanjut bersekolah setelah Topan membuat surat kelakuan buruk mereka. Kini masa depan mereka menjadi abu-abu akibat kesalahan yang dilakukan Lyodra, sehingga ketiga gadis itu hanya bisa berjalan di pinggir tanpa ada tujuan.
"Ish Lyodra, ini semua tuh gara-gara lu tau gak?! Coba aja waktu itu lu gak ajak kita buat jebak Cahaya, pasti kita gak akan dikeluarin kayak gini dari sekolah!" bentak Ziva emosi.
"Iya tuh, harusnya kalo lu mau jahatin Cahaya ya lu lakuin aja sendiri, jangan ajak-ajak kita! Kan sekarang kita jadi ikut kena imbas atas perbuatan gak bener lu itu, lagian ngapain sih lu pake suruh orang buat ngelecehin Cahaya?!" sahut Mahalini.
"Tau, gak mikir apa akibatnya dari tindakan yang lu lakuin itu ha?" ucap Ziva.
"Cahaya itu pacarnya kak Topan, anak pemilik sekolah. Harusnya lu mikir dulu dong sebelum bertindak jahat ke Cahaya!" timpal Mahalini.
"Haish, kalian bawel deh!" ujar Lyodra.
"Emang kalian pikir, kalian doang yang pusing? Gue juga, kan gue sama aja kayak kalian dikeluarin juga dari sekolah sama kak Topan! Udah dong guys, jangan pada emosi begini!" ucap Lyodra.
"Ya kalo lu mau wajar Lyodra, kan ini semua emang ide jahat lu buat Cahaya! Nah masalahnya, kenapa kita jadi ikut dikeluarin juga? Harusnya gue gak temenan sama lu Lyodra, hidup gue sekarang jadi sial kayak begini gara-gara lu!" ujar Ziva.
__ADS_1
"Bener tuh! sekarang kita harus ngapain coba? Masa mau jadi pengangguran sampe tua?" timpal Mahalini.
Lyodra terdiam sembari memutar bola matanya, ia pun bingung harus bagaimana saat ini untuk bisa mengembalikan nasib mereka.
"Lyodra! Kok malah diem aja sih?" bentak Ziva.
"Haish, gue ini lagi mikir loh. Kalian diem dulu sebentar bisa gak? Gue ini juga pusing tau, gue bingung gimana cara bilangnya ke bokap sama nyokap gue tentang ini?!" ujar Lyodra.
"Yaelah gausah bingung lah, tinggal bilang aja kalo lu dikeluarin dari sekolah karena ulah lu sendiri! Pasti bokap nyokap lu langsung paham deh, karena kan lu itu emang orangnya nyebelin! Sukanya libatin temen sendiri buat jadi korban!" cibir Ziva.
"Heh! Kok lu malah bicara gitu sih sama gue? Katanya temen, saling support dong!" ujar Lyodra.
"Gimana kita mau saling support Lyodra? Kalo lu aja udah jadi penyebab kita dikeluarin dari sekolah, gimana nasib kita nanti?!" ucap Mahalini.
"Ehem ehem..."
Disaat mereka tengah asyik berdebat, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang berdehem di belakang mereka dan membuat ketiga gadis itu terkejut lalu menoleh secara bersamaan.
Ya mereka melihat sosok wanita cantik berdiri di depan mata mereka, tampak wanita itu tersenyum memandang ke arah mereka. Tentu saja ketiga gadis itu kebingungan karena mereka tidak mengenal siapa wanita yang berdiri disana itu.
"Hahaha, kalian lagi kena masalah ya? Kayaknya kalian butuh bantuan gue deh, gue bisa bantu kalian selesaikan masalah kalian!" ucap wanita itu.
"Apaan sih? Emang lu siapa?" ujar Lyodra.
Wanita itu tersenyum renyah kemudian berkata, "Gue ini malaikat penolong kalian! Nama gue Calissa, orang yang akan bantu kalian menyelesaikan masalah!"
...•••...
Disisi lain, Topan menemui Siska di kampus sesudah ia menyelesaikan kelasnya. Ya Topan seperti biasa tentunya hendak mencurahkan isi hatinya yang sedang kesal pada sosok Lyodra serta kedua temannya karena sudah membuat Cahaya hampir terjebak dalam perangkapnya, walau ia sudah menghukum Lyodra tapi tetap saja ia masih emosi.
Seperti biasa Siska tahu betul apa niat Topan menemui dirinya saat ini, karena memang kebiasaan Topan ya selalu curhat ketika ada masalah. Namun, Siska senang bisa membantu Topan biarpun pria itu hanya datang ketika sedang kesusahan dan butuh bantuannya saja, bagi Siska hal itu sudah cukup menyenangkan karena ia bisa dekat dengan Topan.
__ADS_1
"Jadi, apa yang mau lu ceritain lagi nih ke gue? Ada masalah apa lagi sih?" tanya Siska tersenyum.
"Eee iya Sis, gue minta maaf ya udah ganggu waktu lu! Tapi, kali ini gue butuh banget bantuan lu Sis supaya gue juga bisa ngerasa tenang! Karena gue baru aja kena masalah yang berat banget, ya bukan gue langsung sih tapi Cahaya!" ucap Topan.
"Iya iya gapapa, lu gak ganggu kok! By the way, emang si Cahaya kena masalah berat apaan? Kalian berantem lagi atau ada masalah yang lain, gue bingung deh sama lu?!" ujar Siska terheran-heran.
"Bukan, ini masalah lain!" ucap Topan.
"Ohh, yaudah lah lu cerita aja buruan! Jangan bikin gue penasaran kayak gitu lah, lu kan tahu jiwa kekepoan gue ini kayak gimana?!" ucap Siska.
"Ahaha, iya Sis ini gue kan emang mau cerita sama lu. Jadi tuh, semalam Cahaya hampir aja kena jebakan teman sekolahnya. Dia dateng ke hotel yang katanya tempat pemotretan, eh gak tahunya semua cowok disana malah mau lecehin dia!" jelas Topan.
"Hah? Apa? Cahaya hampir dilecehin gitu maksud lu? Ih ini gila sih, kok bisa dah??" ujar Siska terkejut.
"Iya Sis, gue juga gak habis pikir sama kelakuan teman sekolahnya Cahaya itu. Untung aja gue datang tepat waktu buat selamatin Cahaya, coba kalo enggak? Apa yang terjadi coba?" ujar Topan.
"Ya syukurlah kalo Cahaya selamat! Tapi, itu teman si Cahaya kok bisa tega banget kayak gitu sih? Terus sekarang dia lu apain?" tanya Siska.
"Gua keluarin dari sekolah," jawab Topan singkat.
"Hah? Serius lu? Wih gila keren banget sih lu, keputusan yang bagus itu! Orang-orang kayak dia itu emang harus digituin, sembarangan aja jebak Cahaya kayak gitu!" ujar Siska.
"Nah, tapi kepala sekolah itu malah mohon-mohon ke gue supaya gak keluarin mereka. Karena katanya salah satu dari mereka itu siswi berbakat yang bisa mengharumkan nama sekolah, padahal mah bakat apanya jago nipu kayak gitu?" geram Topan.
"Wah kaco sih tuh kepsek gak bener! Bisa-bisanya mentingin nama sekolah!" ucap Siska.
"Makanya, gue juga bingung sama jalan pikir tuh kepsek! Apa iya gue harus copot jabatan dia juga?" ucap Topan menggaruk keningnya.
"Eee kalo soal itu gue gak ikut campur deh, semua terserah lu bro!" ujar Siska nyengir.
Topan terdiam memalingkan wajahnya, ia terlihat sangat emosi pada kepala sekolah yang justru membela Lyodra dan teman-temannya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...