Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 67. Ditraktir guru?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 66


...•...


...•...


KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG....


Bel pulang telah berbunyi tepat waktu dan para murid juga sudah berhamburan keluar ramai-ramai meninggalkan kelas mereka lalu melanjutkan kegiatan mereka lainnya baik di dalam maupun di luar sekolah, termasuk juga Cahaya yang saat ini tengah membereskan barang-barang miliknya ke dalam tas sebelum ia pergi keluar kelas.


"Eh, Aya! Gue duluan, ya? Soalnya ini bokap gue udah jemput di bawah, bye!!" ucap Prita terburu-buru sembari menggemblok tas di punggungnya.


"Iya oke, bye!" ucap Cahaya singkat sambil melambaikan tangan serta terus memasukkan buku-buku serta alat tulis ke dalam tasnya.


Setelah selesai, Cahaya pun menenteng goodie bag berisi celana panjangnya serta jaket yang akan ia kenakan di dalam toilet nantinya. Ya Cahaya perlu melakukan itu supaya bisa lebih nyaman mengendarai motor miliknya, tentu sulit juga jika ia harus berkendara dengan memakai rok begini.


Namun, disaat Cahaya keluar kelas dan hendak pergi menuju toilet tiba-tiba suara berat memanggilnya membuat ia menghentikan sejenak langkahnya disana dan menoleh secara perlahan ke belakang. Matanya terbelalak begitu melihat pak Hambali alias gurunya tengah berjalan ke arahnya, ia tak mengerti apa yang akan dilakukan guru itu padanya.


"Tunggu, Cahaya!!" ucap pak Hambali ngos-ngosan.


"Iya pak, ada apa?" tanya Cahaya heran.


"Saya mau ajak kamu makan di kantin, apa bisa?" ucap pak Hambali sambil tersenyum.


"Hah? Untuk apa, pak?" tanya Cahaya lagi.

__ADS_1


"Iya, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu! Tenang aja, karena saya yang ajak saya akan traktir kamu kok!" jawab pak Hambali memohon.


"Tapi pak, saya gak pengen dimarahin kan gara-gara ngelamun di kelas pas pelajaran bapak tadi? Kalau memang itu yang mau bapak omongin, saya minta maaf lagi deh pak sama bapak! Tolong dong, jangan marahin saya apalagi bawa saya ke BK!" ucap Cahaya sudah ketakutan duluan.


"Hey, kamu tenang saja Cahaya! Saya gak bakal marahin kamu kok, saya cuma mau bicara sesuatu yang lain sama kamu!" ucap pak Hambali tersenyum.


"Bicara apa emangnya, pak??" tanya Cahaya terheran-heran sembari menatap gurunya itu.


"Kalau kamu penasaran, ayo ikut sama bapak ke kantin dan kita bicara disana sambil makan-makan! Gimana, mau kan?" ucap pak Hambali.


"Umm... iya boleh deh, pak! Tapi, jangan lama-lama ya! Soalnya saya masih ada urusan diluar, kalau kesorean takutnya nanti..." ucap Cahaya.


"Iya, sebentar aja kok!" ucap pak Hambali.


🌺


Singkat cerita mereka sudah sampai di kantin, pak Hambali memperlakukan Cahaya sangat romantis bahkan sampai menarik kursi untuk gadis itu agar bisa duduk dan sempat-sempatnya membersihkan kursi itu dengan tisu sebelum diduduki Cahaya.


Perlakuan pak Hambali itu disaksikan oleh sejumlah murid yang sedang makan disana, ya mereka terheran-heran mengapa pak Hambali sampai harus melakukan itu pada Cahaya dan banyak juga yang mengira kalau tindakan pak Hambali karena ancaman Cahaya yang ingin mengeluarkannya.


"Iya tuh bener, kasian ya pak Hambali!"


"Hooh tega bener tuh Cahaya..."


Begitulah suara-suara sumbang yang terdengar di telinga Cahaya saat hendak duduk disana, ia sungguh tak mengerti mengapa mereka berpikiran seperti itu padanya. Padahal ia sama sekali tidak menyuruh pak Hambali apalagi mengancamnya, semua tindakan itu memang murni dilakukan oleh pak Hambali dengan niatnya sendiri.


"Nah sekarang kamu mau pesan apa, Cahaya? Ayo bilang saja tidak perlu malu-malu, biar saya yang bayar nantinya!" ucap pak Hambali.


"Eee saya mau thai tea aja, pak!" jawab Cahaya.


"Ohh, yakin itu aja? Gak mau makan sekalian gitu biar kenyang, atau ngemil?" tanya pak Hambali.


"Eee... gak dulu deh, pak! Kebetulan saya juga sudah makan tadi pas istirahat, lagian kan kita cuma mau bicara sebentar jadi lebih baik kalau saya hanya pesan minum tanpa makanan!" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Oke, sebentar ya biar saya pesenin dulu!" ucap pak Hambali tersenyum, ia bangkit lalu memesan.


Sementara Cahaya menunggu disana sambil terus menutupi wajahnya dengan telapak tangan menahan malu, ia tak menyangka harus satu meja dengan gurunya sendiri di kantin apalagi banyak sekali murid-murid termasuk teman kelasnya disana yang menyaksikan itu.


"Duh malu banget gue, ah elah pak Hambali ada-ada aja sih pake segala ngajak makan berdua!" gumam Cahaya panik di dalam hatinya.


Tak lama kemudian, pak Hambali kembali ke meja setelah memesan pesanannya serta Cahaya dan tampak tersenyum menatap wajah Cahaya dari dekat. Sedangkan Cahaya masih tidak berani bertatapan dengan pak Hambali mengingat disana banyak murid-murid sekaligus temannya.


"Sudah saya pesenin, tunggu aja dulu!" ucap pak Hambali sembari mengukir senyum di bibirnya.


"Iya pak, kalo gitu langsung aja bapak sampein apa yang mau diomongin..." ucap Cahaya.


"Nanti aja, kita ngobrol sekalian nikmatin pesanan kita!" ucap pak Hambali masih tak berhenti tersenyum.


Cahaya hanya manggut-manggut tanda setuju dan kembali menunduk menutupi wajahnya, ia sangat malu dan rasanya ingin segera pergi dari sana lalu bersembunyi karena suara-suara itu makin terdengar jelas di telinganya.


"Ini pak, pesanannya..."


"Terimakasih, ya!"


Dua gelas thai tea beserta french fries diletakkan di atas meja oleh seorang pelayan kantin, ya Cahaya pun kini mengangkat kepalanya lalu meminum thai tea pesanannya tapi masih tampak malu-malu.


"Nah baru deh sekarang saya bisa lebih leluasa bicara sama kamu, siap?" ucap pak Hambali.


"Eee... iya saya siap-siap aja kok pak, malah daritadi juga saya udah siap buat dengerin!" ucap Cahaya.


"Oke bagus, jadi saya itu cuma mau minta maaf sama kamu atas kejadian di kelas tadi pas saya timpuk kamu pake spidol! Harusnya saya tidak melakukan itu ke murid saya sendiri, maaf ya tadi saya agak kesal dan terbawa emosi!" ucap Hambali.


"Ohh jadi bapak ajak saya kesini mau bicara itu aja, ya ampun ngapain sih pak pake minta maaf segala? Saya jadi makin ngerasa bersalah loh, tadi kan juga emang salah saya yang malah ngelamun di kelas!" ucap Cahaya terkejut bukan main.


Bukan hanya Cahaya, para murid disana yang memang sengaja menguping itu juga terkejut mendengar ucapan pak Hambali yang meminta maaf kepada Cahaya disana bahkan sampai tampak bersedih dilihat dari raut wajahnya.


Lagi-lagi banyak murid yang membicarakan Cahaya dan memandang buruk pada gadis itu, ya Cahaya pun makin dibuat bete sekaligus kesal dan rasanya ia ingin sekali menyumpal mulut-mulut itu dengan lakban atau yang lebih parah lagi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2