
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 233
...•...
...•...
Sepulang sekolah, Cahaya langsung dikagetkan dengan kemunculan Topan di depan kelasnya saat ia baru hendak keluar dari kelas itu. Ya Topan sudah berdiri disana sambil tersenyum menatap ke arah Cahaya yang tampak terkejut melihat kehadiran Topan disana, karena memang pria itu sebelumnya tak pernah menjemput Cahaya sampai ke depan kelas seperti itu dan membuat Cahaya terkejut lagi.
Karena Cahaya diam terpaku melihat kehadiran dirinya di depan kelasnya, Topan pun bergerak maju mendekati Cahaya lalu memegang dua pundak Cahaya sembari terus tersenyum. Aksi Topan itu dilihat oleh rekan Cahaya yang juga baru keluar kelas dan tak sengaja melihat adegan romantis antara Topan dan Cahaya disana, memang tak ada yang mengira kalau Topan bisa sampai senekat itu.
"Hai pacar! Kamu udah selesai kan sekolahnya? Sekarang aku udah jemput kamu dan aku mau kita pergi dari sini, yuk kamu ikut sama aku! Karena aku mau bawa kamu ke suatu tempat yang pastinya indah dan kamu bakal suka!" ucap Topan.
"Hah? Tempat apa sih Topan? Kenapa kamu pake jemput aku di depan kelas begini coba? Perasaan sebelumnya kamu nungguin aku di depan gerbang, kok sekarang jadi kayak gini?" tanya Cahaya.
"Ya gak kenapa-napa, emang salah ya kalau aku pengen jemput pacar aku di depan kelasnya begini? Lagian ini juga sekolah punya papaku, jadi bebas dong suka-suka aku mau jemput pacar kesayangan aku ini dimanapun!" ucap Topan tersenyum.
"Haish, tapi aku malu tau! Daritadi kita dilihatin sama teman-teman kelas aku, mereka pasti pada gosipin tentang kita deh!" ujar Cahaya cemberut.
"Hahaha, kamu gausah mikirin soal itu pacar! Biar aja mereka mau ngapain kek!" ucap Topan.
Cahaya mendengus kesal menatap wajah pacarnya itu dengan wajah cemberut, bukannya takut atau gemetar, justru Topan malah merasa gemas sekali dengan ekspresi Cahaya saat ini. Ya Topan pun tanpa basa-basi langsung menghujani wajah Cahaya dengan bermacam cubitan, gadis itu hanya bisa pasrah dengan kelakuan kekasihnya tersebut.
"Ish, kamu apa-apaan sih? Aku tuh lagi kesel sama kamu, kenapa kamu malah enak-enakan cubitin pipi aku coba? Apa kamu gak bisa bedain, mana muka serius dan bercanda?" ucap Cahaya kesal.
"Iya sayang, aku tahu kok kamu kesel. Makanya aku cubit pipi kamu yang gemesin ini, supaya kamu gak kesel lagi dan kita bisa pergi sama-sama dari sekolah ini ke tempat yang indah! Aku udah siapin sesuatu yang spesial buat kamu!" ucap Topan.
"Hah? Apanya spesial? Emang martabak apa?" tanya Cahaya terheran-heran.
__ADS_1
"Di dunia ini yang spesial bukan cuma martabak, ada yang lain contohnya itu kamu sayang!" ujar Topan sambil nyengir dan mencolek pipi gadisnya.
"Haish, kena mulu aku deh!" ujar Cahaya heran.
"Hahaha, kamu tuh lucu banget sayang! Aku jadi pengen langsung nikahin kamu, supaya aku bisa ngelakuin apa aja sama kamu! Gimana sayang? Kamu mau kan?" ucap Topan tersenyum.
"Ish, ya enggak lah! Udah ah, jangan bahas soal gituan lagi sekarang ini! Kamu kan udah janji mau tunggu aku sampe lulus kuliah, sabar dong Topan! Lagian aku gak mau nikah muda, itu gak enak tau!" ucap Cahaya dengan wajah cemberut.
"Iya iya, yaudah sekarang ikut aku yuk! Kamu udah ditunggu seseorang!" ucap Topan.
Topan langsung saja menggenggam tangan Cahaya dan mengajak gadis itu pergi dari sana, Cahaya pun tampak bingung siapa kiranya orang yang dimaksud Topan itu dan tengah menunggunya.
"Pacar, maksud kamu tuh siapa?" tanya Cahaya.
"Nanti juga kamu tau!" jawab Topan tersenyum.
Mereka pun pergi menuju parkiran sekolah dan Topan segera memasukkan gadisnya ke dalam mobil.
•
•
"Pacar, kamu tuh sebenarnya mau bawa aku kemana sih? Terus siapa orang yang udah tunggu aku? Jangan bikin aku penasaran dong pacar, kasih tau aja udah siapa orangnya?!" ucap Cahaya.
Topan menoleh ke arah gadisnya sambil tersenyum, lalu ia mengusap wajah cantik Cahaya dengan lembut dan juga membelai bibir gadis tersebut yang selalu membuatnya tergoda. Namun, Topan masih belum ingin memberi tahu pada Cahaya kalau ia hendak membawa gadis itu ke rumahnya dan menemui Eun-Kyung agar mereka lebih dekat.
"Kamu gausah kepo pacar! Nanti juga kamu tahu sendiri kok, udah ya jangan nanya lagi!" ujar Topan.
"Ish, kamu nyebelin deh! Apa susahnya sih tinggal kasih tahu aja gitu? Jadinya kan aku gak penasaran kayak gini pacar, dasar jahat!" ucap Cahaya.
Melihat Cahaya tengah mengerucutkan bibirnya, membuat Topan justru merasa gemas.
"Kamu jangan begitu lah! Nanti kalau aku khilaf terus cium bibir kamu gimana? Emang kamu mau sesuatu terjadi di dalam mobil ini?" ujar Topan tersenyum sembari menoleh ke arah Cahaya.
"Hah? Kamu apaan sih?" ujar Cahaya terkejut.
__ADS_1
"Ahaha, makanya jangan begitu bibirnya! Kamu kan tahu kalau aku ini gampang kegoda, jangan salahin aku loh kalau nanti aku tergoda terus cium bibir kamu yang mungil itu!" ucap Topan.
"Haish, yaudah aku cemberutnya sambil lihat ke arah lain aja! Biar kamu gak tergoda terus cium bibir aku," ucap Cahaya lalu memalingkan wajahnya.
"Nah lebih baik!" ujar Topan nyengir.
Cahaya pun bingung sekali harus bagaimana bertanya pada Topan, ia sudah sangat penasaran dan ingin tahu siapa yang hendak ditemukan oleh Topan kepadanya.
"Ini sebenarnya Topan mau bawa gue kemana sih? Nyebelin banget deh si Topan!" batin Cahaya.
Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di depan rumah Topan dan seketika Cahaya terkejut karena ia tak menyangka kalau Topan mengajaknya datang ke rumah kekasihnya itu.
"Nah kita udah sampe pacar!" ucap Topan tersenyum.
"Hah? Kok kita kesini? Jadi, kamu tuh mau bawa aku ke rumah kamu? Te-terus siapa yang kamu bilang udah nungguin aku?" tanya Cahaya penasaran.
"Mama aku," jawab Topan santai.
"Hah? Ma-maksud kamu, aku bakal ketemu sama mama kamu di dalam?" tanya Cahaya.
Topan mengangguk tanda iya.
"Iya sayang, pacar aku yang cantik dan imut! Kamu nanti ketemu sama calon mertua kamu, gak ada yang salah kan pacar?" ucap Topan sembari mencolek pipi Cahaya.
"E-enggak sih, a-aku cuma gugup aja. Aku takut mama kamu gak setuju sama hubungan kita, terus aku malah dimarahin!" ucap Cahaya.
Topan tersenyum sambil geleng-geleng kepala, lalu ia mendekat ke arah Cahaya dan memberikan kecupan lembut pada area kening gadis itu sembari mengusap rambutnya perlahan.
"Tenang aja, mama gak begitu kok!" ucap Topan.
Cahaya pun tersenyum dan merasa sedikit lega, kini ia telah siap untuk menemui Eun-Kyung disana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1