
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 88
...•...
...•...
Eun-Kyung bersama Wulan kini sudah sampai di rumah yang besarnya gak karuan itu, Wulan saja sampai tercengang menatap rumah tersebut dan kesulitan menelan saliva nya akibat tak menyangka kalau rumah Eun-Kyung segitu besarnya bahkan hampir mirip seperti istana negara.
Mereka berdua turun dari mobil lalu hendak melangkah menuju pintu depan, namun Wulan sepertinya masih agak ragu untuk masuk kesana bersama Eun-Kyung karena ia merasa malu atau tak pantas lantaran dirinya hanyalah seorang artis biasa tidak seperti Eun-Kyung yang sudah mendunia.
"Tante, aku malu deh..." ucap Wulan sembari menggenggam tangan Eun-Kyung.
"Hah? Malu kenapa, sayang?" tanya Eun-Kyung penasaran terheran-heran.
"Ya malu aja, tante! Pasti di dalam rumah tante banyak orangnya, kan? Aku ngerasa gak pantas aja masuk kesana, apalagi ketemu sama keluarga tante yang hebat-hebat itu!" ucap Wulan.
"Ohh karena itu... ya ampun, sayang! Udah gausah ngomong kayak gitu! Di dalam gak ada siapa-siapa kok, suami tante juga lagi kerja!" ucap Eun-Kyung.
"Tetep aja, tante! Aku kayaknya pulang aja, ya? Mungkin lain kali baru deh aku datang kesini lagi, kalau sekarang rasanya aku belum siap!" ucap Wulan masih dengan kegugupannya.
Eun-Kyung pun tersenyum sembari membelai rambut Wulan yang sikapnya selalu saja merendah, padahal ia tahu kalau Wulan juga bukan orang sembarangan bahkan sudah terkenal ke seluruh penjuru negara ini walau belum sampai level internasional seperti Eun-Kyung sendiri.
"Kamu ini terlalu merendah, sayang! Tante tahu kok kamu kan artis berbakat dan terkenal, udah gapapa ayo masuk!" ucap Eun-Kyung.
Akhirnya Wulan pun mau menurut pada Eun-Kyung karena tak ada pilihan lain selain itu, ia sudah terlanjur datang kesana dan mau pulang pun tak diperbolehkan oleh Eun-Kyung dengan alasan mereka harus masuk lebih dulu ke dalam.
"Iya deh, tan! Tapi, beneran di dalam rumah tante gak ada siapa-siapa?" ucap Wulan masih ragu.
"Iya, sayang! Kita makan malamnya cuma bertiga kok, kamu, tante, sama anak tante!" ucap Eun-Kyung.
"Anak tante?" ujar Wulan terkejut.
__ADS_1
"Iya, yang waktu itu datang ke lokasi terus kan ketemu sama kamu disana! Masa kamu lupa sih sama anak tante yang ganteng itu?" ucap Eun-Kyung.
"Ohh, iya iya aku inget kok tan!" ucap Wulan.
"Nah, bagus deh! Kalo gitu yuk sekarang kita masuk, sekalian tunggu dia pulang! Kayaknya sih dia masih di jalan, soalnya mobilnya belum kelihatan nih disini!" ucap Eun-Kyung tersenyum sembari merangkul Wulan.
Wulan mengangguk mengikuti kemauan Eun-Kyung, perlahan mereka pun melangkahkan kaki menuju pintu depan walau hingga sekarang Wulan masih saja ragu untuk masuk kesana apalagi makan malam bersama anak dari Eun-Kyung.
"Duh, aku kenapa semakin gugup gini ya?" batin Wulan yang jantungnya dag dig dug ser.
Mereka pun memasuki ruangan tamu rumah yang luasnya hampir seperti lapangan itu, Wulan semakin terperangah melihat isi di dalam rumah Eun-Kyung yang semuanya benar-benar mewah dan rapih bagaikan istana kerajaan.
"Bik, bibik....!!" teriak Eun-Kyung memanggil pelayan yang bekerja di rumahnya.
"Iya, nyonya! Ada apa?" ucap bik Leni yang langsung muncul saat dipanggil.
"Tolong siapkan makan malam, ya! Malam ini saya mau adain dinner spesial untuk anak saya, dan wanita cantik ini!" ucap Eun-Kyung.
"Ohh, iya siap nyonya! Ada lagi?" ucap bik Leni.
"Sekalian tolong buatkan minuman juga, ya? Kasihan pasti gadis ini haus!" ucap Eun-Kyung tersenyum.
Bik Leni pun berbalik badan lalu kembali ke dapur untuk membuatkan minuman, sedangkan Eun-Kyung kini bersama Wulan menuju sofa disana untuk menunggu kehadiran Topan.
•
•
Topan memberhentikan mobilnya begitu sampai di halaman rumahnya, ia terkejut melihat dua mobil berhenti berdampingan disana dan salah satunya adalah mobil milik mamanya yang memang tadi sudah mengatakan akan pulang lebih cepat.
"Mama udah sampe? Terus itu mobil siapa ya, apa mama bawa temennya kesini?" gumam Topan.
Topan yang penasaran akhirnya turun dari mobil lalu bertanya pada pak Tedy yang kebetulan tengah berada disana juga, ya walau hari sudah malam bapak itu memang masih bertugas memberi makan burung barulah setelahnya ia boleh pulang.
"Permisi, pak!" ucap Topan.
"Eh, iya den..." ucap pak Tedy.
"Saya mau tanya dong, kira-kira pak Tedy tahu gak itu mobil yang parkir di sebelah mobil mama saya punya siapa?" ucap Topan bertanya pada bapak itu.
__ADS_1
"Ohh, tadi saya ngeliatnya ada satu cewek cantik yang turun dari sana bareng nyonya besar! Terus mereka langsung masuk ke dalam, den!" jawab pak Tedy sesuai kenyataan.
"Oke, terimakasih pak!" ucap Topan.
"Sama-sama, den!"
Setelah mendapat jawaban yang ia cari, Topan pun melangkah ke arah pintu depan rumahnya untuk langsung masuk kesana menemui mamanya walau ia masih penasaran siapa kiranya wanita yang dimaksud pak Tedy itu.
"Kira-kira siapa ya cewek itu?" gumam Topan.
Ceklek...
Topan membuka pintu lalu menapakkan kaki ke dalam rumahnya, ia berjalan perlahan menuju ruang tamu sembari celingak-celinguk mencari mamanya karena barangkali ia bertemu dengan Eun-Kyung disana walau tidak ada.
Dan akhirnya Topan bertemu dengan sosok gadis cantik yang tengah duduk sendirian di sofa bersama secangkir minuman, ia penasaran siapa gadis itu dan ia juga merasa tak asing dengan bentuk tubuh serta penampilan wanita tersebut.
"Siapa ya dia...??"
Topan pun maju ke depan menghampiri gadis itu untuk bertanya langsung sekaligus memastikan siapakah dia dan mau apa disana, ya baru setengah perjalanan ia sudah bisa mengenali siapa gadis yang tengah duduk disana sembari memegang ponsel itu.
"Wulan...??"
Disaat Topan hendak maju lebih dekat ke arah Wulan, tiba-tiba lengannya ditarik oleh seseorang dari belakang yang tak lain adalah mamanya.
"Eh Topan, kamu udah pulang sayang?" ucap Eun-Kyung membuat Topan terkejut.
Bahkan bukan hanya Topan, tapi Wulan yang sedang serius menatap layar ponselnya pun juga ikut terkejut lantaran suara Eun-Kyung muncul secara mendadak tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Mama, ngagetin aja sih!" ucap Topan mengelus dada.
"Hahaha, maaf! Yaudah yuk kita duduk dulu ngobrol-ngobrol biar lebih akrab!" ucap Eun-Kyung.
Wulan merasa gugup saat ada Topan di dekatnya walau ini bukan kali pertamanya ia bersama pria tersebut, sedangkan Topan sendiri hanya senyum-senyum saja memandangi wajah gadis cantik itu dari samping.
"Nah, kalian ngobrol dulu ya! Mama mau ke kamar lagi, ada yang harus mama urus!" ucap Eun-Kyung.
Eun-Kyung memang sengaja meninggalkan putranya bersama Wulan disana, ia berharap mereka berdua bisa lebih akrab dan akhirnya saling suka lalu menikah seperti yang diinginkannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...