
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 38
...•...
...•...
Topan baru hendak pergi dari markas spider, ia bahkan sudah berada di samping mobilnya dan menyentuh badan mobil mewahnya itu. Namun, secara mendadak ponselnya berbunyi sekejap membuat Topan tidak jadi membuka pintu mobil karena penasaran siapa yang mengiriminya pesan.
Tliingg...
Begitu dilihat dari layar notifikasi, rupanya itu adalah pesan dari aplikasi penjemput jodoh yang tak lain adalah Senja. Raut wajah Topan langsung berubah senang saat melihat nama Senja terpampang di layar ponselnya, ia pun tak mau berlama-lama lagi dan kemudian membuka aplikasi tersebut.
Hatinya semakin dibuat berbunga-bunga setelah membaca isi pesan dari Senja, bukan saja ia tahu kalau Senja tidak ilfeel apalagi marah padanya. Tetapi juga ia sangat senang karena Senja mengajak dirinya bertemu malam ini, ya tentu perasaan Topan saat ini tak bisa dikatakan lagi karena ia sangat bahagia dan senang sampai ingin berteriak.
💌Senja : Eee maaf ya Badai, aku tadi gak balas chat kamu karena ada urusan sebentar! Tapi, sekarang aku udah gak sibuk kok! Kira-kira kamu mau gak ketemuan sama aku malam ini???"
Ya itulah isi pesan yang dikirim Senja ke ponsel Topan, hanya karena beberapa kata itu sampai berhasil membuat Topan berhenti galau dan malah berubah jadi jingkrak-jingkrak seperti orang gila.
Dengan cekatan Topan langsung memikirkan kata-kata yang tepat untuk membalas pesan Senja, saking senangnya ia sampai bingung harus menjawab apa dan terus saja garuk-garuk kepala.
Akhirnya Topan pun membalas pesan Senja sesuai dengan apa yang ada di pikirannya, ia tak mau susah berpikir lagi karena sudah tak sabar untuk bertemu dengan Senja seorang wanita yang merebut hatinya.
💌Badai : Iya, aku mau kok! Malahan aku seneng banget bisa ketemu sama calon jodoh aku, kita mau ketemuan dimana nih?
__ADS_1
Begitulah isi pesan yang diketik Badai untuk Senja alias Cahaya, ia tidak sabar menantikan balasan dari Senja bahkan sampai menempelkan ponselnya ke dagunya sembari menatap langit gelap yang banyak bintang-bintang berkilauan.
Tliingg...
Tak lama pesan balasan dari Senja pun muncul dan Topan langsung saja membukanya karena sudah sangat tidak sabar untuk bertemu wanita itu.
💌Senja : Oke, kalo gitu kita ketemuan di permata cafe Jakarta ya! Kamu tau kan tempat itu dimana? Kalau gak tau bisa cek Google kok, aku tunggu ya!
Topan tersenyum menatap layar ponselnya, ia membayangkan wajah Senja dan nantinya ketika mereka sudah bertemu di cafe tersebut. Namun, sebelum itu tentu ia harus membalas dulu pesan dari Senja agar wanita itu tidak khawatir.
💌Badai : Iya, aku tau kok tempatnya! Kebetulan aku juga tinggal di Jakarta jadi tau banyak lah tentang tempat-tempat disini, yaudah aku langsung on the way kesana! Sampai ketemu, maniezz!!
Cupp..
Entah mengapa Topan sampai mengecup ponselnya yang tertera nama Senja, sepertinya ia sudah dibuat mabuk asmara oleh wanita itu makanya tindakannya jadi diluar kendali.
Topan pun masuk ke mobilnya dengan perasaan gembira dan terukir senyum manis di wajahnya, ia memasang seat belt pada tubuhnya lalu bersiap menyalakan mesin mobilnya.
Tanpa basa-basi lagi, Topan langsung menggas mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah tidak sabar bertemu dengan Senja wanita yang membuatnya jadi gembira seperti ini.
...•••...
Disisi lain, Cahaya masih tiduran di atas ranjangnya sembari mengangkat satu kakinya ke atas kaki lainnya dan goyang-goyang tidak jelas. Ia juga sama seperti Topan tadi, ya tampak gembira karena akan bertemu dengan Badai walau ia belum terlalu yakin untuk menemui pria itu malam ini.
Cahaya terpaksa mengajak Badai ketemuan malam ini juga karena tidak mau memiliki masalah yang berlarut-larut dengan pria itu, ia takut Badai pasti marah padanya karena tak membalas pesan pria tersebut sebelumnya.
Tliingg...
Ponselnya berdering pelan membuat Cahaya langsung sigap mengambil benda pipih itu dari sampingnya, ia reflek tersenyum saat melihat nama Badai terpampang di layar ponselnya.
💌Badai : Iya, aku tau kok tempatnya! Kebetulan aku juga tinggal di Jakarta jadi tau banyak lah tentang tempat-tempat disini, yaudah aku langsung on the way kesana! Sampai ketemu, maniezz!!
__ADS_1
Entah mengapa Cahaya tiba-tiba sangat gembira dan ingin berteriak sekencang mungkin atau bahkan jingkrak-jingkrak di atas kasurnya, tapi itu tak mungkin ia lakukan karena takut kedengeran orang di rumahnya.
Cahaya langsung bangkit bergerak turun dari kasurnya lalu menuju lemari pakaian untuk mengambil jaketnya yang lain, ya jaket kesayangannya saat ini tengah dicuci oleh bibinya sehingga ia tak bisa memakai jaket itu.
"Ini aja kali ya? Yaudah deh, lagian juga cuma mau ketemuan sama temen online doang!" gumam Cahaya memandang jaket miliknya yang jarang digunakan itu.
Ia pun kembali duduk di pinggir ranjang lalu mengambil ponselnya, ya ia hendak membalas pesan Badai agar pria itu bisa tenang.
💌Senja : Bagus deh, yaudah aku juga mau otw sekarang!
Setelahnya, Cahaya pun memakai jaketnya lalu menyemprotkan parfum beberapa kali ke tubuhnya sebagai penambah wangi.
Cahaya langsung keluar dari kamarnya begitu dirasa kalau tampilannya saat ini sudah cukup, ya gadis itu memang tidak pernah berdandan terlalu lama layaknya seorang perempuan biasa. Cahaya lebih suka tampil apa adanya dan memakai pakaian yang sesuai seleranya, namanya juga gadis tomboy.
"Kira-kira gue harus bilang dulu ke Calissa gak ya kalo gue mau pergi keluar? Gausah kali ya, ngapain juga gue mesti pamit sama cewek kayak dia? Tapi, kalo gak pamit nanti dia bakal lapor ke papa lagi terus gue bakal dimarahin habis-habisan!" gumam Cahaya kebingungan sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu, ia terus berdiri di belakang pintu kamarnya sembari memikirkan hal itu.
Ya pada akhirnya Cahaya memutuskan untuk masa bodo dan akan pergi tanpa perlu pamit pada mama mudanya, sampai sekarang memang Cahaya belum bisa menerima Calissa hadir di dalam keluarganya karena wanita itu sudah membuat mamanya meninggal karena serangan jantung.
Cahaya menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa karena takut terlambat datang, namun naasnya ia malah melihat papanya yang baru pulang dari kantor dan saat ini tengah jalan bergandengan tangan bersama Calissa menuju ruang tamu.
"Aduh, gimana dong ini? Papa kenapa pake pulang segala sih, padahal baru jam segini??" batin Cahaya merasa bingung sambil menarik jaketnya.
Papanya tentu melihat Cahaya tengah berdiri di dekat tangga, ia pun bersama Calissa terus maju menghampiri Cahaya yang terlihat seperti orang kebingungan.
"Cahaya!" panggil sang papa.
Sontak Cahaya menoleh terkejut lalu tampak gugup karena papanya tiba-tiba ada di depannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1