Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 136. Bahaya juga


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 135


...•...


...•...


Bella terjebak macet saat hendak menuju ke rumahnya di jalan yang sama dengan tempat Cahaya serta Topan berada, ya tentunya penyebab macet ini juga sama akibat banyaknya pengendara yang memilih berhenti untuk mengambil gambar dan video baliho selamat ulang tahun Cahaya.


Saat Bella mengetahui dan melihat sendiri bentuk baliho tersebut, ia pun terkejut seketika karena ia tau betul kalau yang terpampang di baliho tersebut adalah foto Cahaya alias gadis yang sedang dekat dengan Topan, bahkan disana juga tampak jelas nama Cahaya melekat membuat Bella makin emosi.


"Hah? Selamat ulang tahun Cahaya? Ya ampun, norak banget sih ini! Siapa coba yang pasang begituan di tengah jalan begini? Itu juga orang-orang kenapa pada norak semua dah?" ujarnya geram.


Tiiinnnn... tiiinnnn... tiiinnnn....


Bella yang kesal membunyikan klakson cukup kencang berkali-kali agar mobil di hadapannya bisa bergerak lalu ia pun dapat pulang ke rumah, akan tetapi tetap saja Bella masih belum dapat melajukan mobilnya karena semua disana diam begitu saja.


"Haish, ini kapan gue bisa pulang coba?? Bener-bener dah ini orang kenapa pada norak semua sih?" ujar Bella makin geram sendiri.


Disaat Bella sedang melirik ke kanan dan kiri, tatapan matanya tiba-tiba menangkap sosok pria yang tengah berdiri di pinggir jalan dan tampak seperti Topan yang selama ini selalu berusaha ia dekati.


"Itu kan Topan? Ah iya bener itu Topan, gue harus samperin dia!" ujarnya.


Bella pun kembali memencet klakson agar bisa meminggirkan mobilnya lalu turun dan menghampiri Topan di depan sana.


Setelahnya, Bella langsung turun kemudian berjalan cepat mendekati Topan dengan wajah senyum sembari merapihkan rambutnya yang agak berantakan karena sangking kencangnya angin berhembus di malam hari ini.


"Topan!" ucap Bella langsung menyebut nama pria itu sembari memegang lengan Topan.


Sontak Topan terkejut lalu menoleh ke belakang dan makin terkejut saat melihat Bella ada disana tengah menatapnya sembari memegangi dua lengannya sambil senyum-senyum genit.

__ADS_1


"Loh kok lu disini?" tanya Topan heran.


"Iya, kan dimana ada kamu disitu ada aku." jawab Bella singkat sembari membenamkan wajahnya pada lengan atas Topan.


Topan yang tidak tahan langsung memperlihatkan ekspresi mual tanda jijik atau tak suka.


"Najis banget gue kalo gitu mah, mending gue seharian di rumah aja biar gak ketemu sama lu terus!" ucap Topan.


"Ish, jahat banget sih kamu!" ujar Bella sok manja.


"Haish, udah deh gausah kek gitu! Bukannya suka, gue malah jijik tau gak? Lepasin ah tangan gue, nanti yang ada gue rabies lagi!" ujar Topan sembari menghentakkan tangannya.


Akhirnya Topan berhasil lepas dari genggaman Bella yang meresahkan itu.


"Kamu tuh kenapa sih? Aku kan cuma mau dimanja sama kamu, lagian apa salahnya kalau aku pegangan di tangan kamu?" ucap Bella.


"Hadeh, malam indah berubah jadi buruk dalam sekejap karena kedatangan lu!" ujar Topan.


"Kok gitu sih? Padahal aku kan selalu hadir menemani mimpi indah kamu, aku juga yakin kalau kamu pasti sebenarnya senang kan lihat aku disini?" ucap Bella tersenyum menggoda.


"Idih kepedean banget jadi cewek! Gue emang seneng sih, tapi tadi sebelum lu dateng!" ucap Topan sudah sangat tidak tahan dengan tingkah Bella.


"Gausah ge'er! Gue itu disini karena gue lagi lihat keindahan baliho itu, lu lihat aja sendiri! Cewek yang ada disana, cantik kan?" ucap Topan.


"Pret!"


Bella merasa jengkel dan langsung terdiam tak berbicara apapun lagi pada Topan, ia hanya berbalik badan sembari melipat kedua tangannya di depan.


...•••...


Disisi lain, Cahaya sudah kembali ke rumahnya dengan membawa alat-alat untuk kerja kelompok serta perasaan yang senang karena habis diberi kejutan oleh Topan, ia masih tak bisa melupakan semua itu lantaran Topan memang benar-benar romantis dan tau cara memperlakukan dirinya.


Cahaya memasuki rumah dengan senyum sumringah terpampang di wajahnya, bayangan tentang baliho tersebut serta ucapan Topan selalu saja muncul di dalam kepalanya, sampai Cahaya tak sadar jika sedari tadi ia sedang diperhatikan oleh papanya serta Calissa disana.


"Wah wah ada yang lagi happy nih di hari ulang tahunnya, ya kan mas?" ucap Calissa.


"Iya sayang, mas aja sampe heran loh karena belum pernah Cahaya itu senyum-senyum begini pas masuk ke dalam rumah." sahut Hendra.

__ADS_1


Sontak Cahaya tersadar dari lamunannya karena ucapan papa serta mama mudanya itu, ia pun langsung tersipu malu karena tau kalau sedari tadi kedua orang itu memperhatikan dirinya yang sedang senyum-senyum sendiri disana.


"Maaf pah, mah. Tadi aku gak lihat kalau ada papa sama mama disini," ucap Cahaya.


"Ya jelas lah gak lihat, orang kamunya asyik senyum-senyum sendiri." ujar Calissa.


"Hehe, maaf mah." ucap Cahaya nyengir.


"Cahaya, memangnya kamu kenapa sih? Masa cuma abis beli barang buat kerja kelompok aja sampe seneng banget begitu, sayang?" tanya Hendra heran.


"Eee...." Cahaya nampak bingung menjawabnya.


"Ya alasannya udah pasti dong, mas! Apa lagi kalau bukan karena ketemu sama Topan diem-diem di luar sana, iya kan Cahaya?" potong Calissa.


"Apa benar begitu, Aya?" tanya Hendra lagi.


"Ya enggak dong, pah! Mana mungkin aku berani ketemu sama Topan diem-diem? Secara kan papa udah larang aku buat ketemu Topan, aku gak mungkin ngelakuin itu!" jawab Cahaya.


"Ohh, ya bagus deh. Terus kenapa dong kamu bisa sampe seneng kayak gitu?" ujar Hendra.


"Eee aku tadi nemu papan iklan di jalan yang isinya tentang ucapan selamat ulang tahun buatku, malah ada foto akunya juga disana loh, pah!" ucap Cahaya.


"Oh ya? Kok bisa sih?" tanya Hendra heran.


"Aku juga gak tau, pah. Papa mau lihat bentuk papan iklan itu?" ucap Cahaya.


"Boleh boleh, mana coba?" ucap Hendra.


"Bentar ya, pah...."


Cahaya pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana miliknya, lalu menunjukkan sebuah foto serta video tentang papan iklan yang dibuat oleh Topan itu kepada papanya disana.


"Nah, ini pah." ucap Cahaya.


Hendra yang melihatnya langsung terpukau seketika, ia terkesan karena memang benar wajah putrinya terpampang di sebuah baliho. Dengan cepat ia juga menunjukkan itu pada istrinya yakni Calissa dan tampang wanita itu langsung berubah seketika.


"Calissa ini bahaya juga, gue gak bisa percaya seratus persen sama dia!" batin Cahaya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2