Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 307. Maaf-maafan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 306


...•...


...•...


Setelah sesi maaf-maafan selesai, kini Lyodra bersama kedua temannya pun berbincang dengan Topan dan Cahaya masih di restoran tersebut untuk membahas mengenai permasalahan mereka.


Terlihat raut penyesalan di wajah Lyodra dan kedua temannya itu, mereka memang sudah menyesali apa yang mereka lakukan pada Cahaya karena itu adalah sebuah perbuatan yang sangat buruk.


"Cahaya, makasih banyak ya kamu udah mau berbesar hati memaafkan kita! Aku bener-bener nyesel banget udah ngelakuin itu sama kamu, sekali lagi kita bertiga minta maaf ya sama kamu Aya!" ucap Lyodra benar-benar menyesal.


Cahaya tersenyum merasa senang dengan penyesalan dari Lyodra.


"Iya, aku maafin kalian kok! Tapi, kalian juga harus janji buat mau berubah dan gak kayak gitu lagi ke aku atau siapapun itu!" ucap Cahaya.


"Pasti Aya, kita janji!" ucap Lyodra.


"Baguslah kalau kalian sudah mau baikan, jadi gak perlu ada keributan lagi diantara kita! Emang perdamaian itu lebih baik dibanding permusuhan, jadikan ini sebagai pelajaran buat kalian bertiga untuk saling menghargai sesama manusia dan tidak boleh merasa iri atau dengki!" ucap Topan.


"Iya kak Topan, dari semua kejadian ini kita udah belajar banyak kok. Apalagi gara-gara ini juga hidup kita jadi sengsara dan gak jelas, kita jauh dari keluarga dan gak bisa bertemu mereka!" ucap Lyodra.


"Benar! Aku kangen banget sama keluargaku, udah hampir setahun lebih aku gak ketemu mereka sejak dikeluarkan dari sekolah!" sahut Ziva.


"Pantes aja saya cariin kalian di rumah gak ketemu juga, emang selama ini kalian tinggal dimana? Terus kenapa kalian gak kasih kabar keluarga kalian?" ucap Topan penasaran.


"Eee..."


Ketiga gadis itu tampak kebingungan hendak menjawab apa, mereka saling pandang dan bingung.


"Ada apa?" tanya Cahaya heran.

__ADS_1


"Eee kita selama ini dibantu sama seorang wanita, dia masih muda tapi lebih tua dari kita. Dia yang kasih tempat tinggal buat kita dan bikin kita bisa kuliah sekarang ini, tapi sisi buruknya dia juga maksa kita buat ikutin rencananya yang gila!" jelas Lyodra.


"Rencana gila? Rencana apa maksud kamu?" tanya Cahaya sangat penasaran.


"Iya Cahaya, wanita itu punya rencana buruk buat kamu. Dia sangat ambisius ingin memisahkan kamu dari kak Topan, karena dia punya ketertarikan sama kak Topan!" jawab Lyodra.


"Benar! Malahan sekarang ini dia dan orang-orang kepercayaannya sedang merencanakan ingin mencelakakan kamu, Cahaya!" sahut Mahalini.


"Apa??" Cahaya terkejut bukan main mendengarnya.


"Siapa nama wanita itu?" tanya Topan penasaran.


"Eee nama dia Calissa, kak. Dia juga mengaku kalau dia cinta sejatinya kak Topan dulu, makanya dia sampai sekarang masih pengen deketin kak Topan buat jadi miliknya!" jawab Lyodra.


"Sesuai dugaan, emang wanita itu gak pernah kapok cari gara-gara dengan saya!" geram Topan.


"Sebenarnya dia itu kenapa sih? Kok demen banget cari masalah sama aku? Padahal aku kira dengan papa cerai sama dia, hidup aku bakal lebih aman. Tapi nyatanya, dia malah semakin menggila buat rebut kamu!" ucap Cahaya heran.


"Sabar Aya! Kamu gak perlu takut sama Calissa, ada aku disini yang bakal jagain kamu dan lindungin kamu dari Calissa!" ucap Topan.


"Iya Aya, kita juga bakal bantu kamu kok! Kebetulan kita bertiga udah tau rencana apa yang dibuat sama Calissa dan yang lainnya, jadi kamu bisa waspada!" ucap Lyodra.


"Robi? Dia bilang apa sama kamu?" tanya Topan.


"Iya pacar, tadi pagi tuh Robi sempat temuin aku dan dia bilang kalau ada seseorang yang merencanakan pembunuhan buat aku!" jawab Cahaya.


"Hah? Kok kamu gak cerita ke aku?" tanya Topan.


"Ya aku pikir dia cuma bohong, makanya aku gak terlalu perduliin. Eh ternyata beneran, pasti orang yang dimaksud sama Robi tuh Calissa!" ucap Cahaya dengan wajah cemberut.


"Itu benar Cahaya! Karena kebetulan kita juga ketemu sama Robi di markas Calissa, awalnya dia emang jahat kayak si Calissa itu dan dia banyak bantu Calissa jalanin rencananya. Tapi, sejak Calissa punya rencana jahat buat bunuh kamu Robi jadi orang pertama yang menentang Calissa dan dia gak setuju sama rencana itu!" ucap Lyodra.


"Iya tuh, malahan Robi juga yang udah bantu kita bisa kabur dari markas Calissa!" sahut Ziva.


"Kenapa Robi ngelakuin itu ya? Atau jangan-jangan dia beneran suka sama kamu pacar, makanya dia gak setuju sama rencana Calissa!" ujar Topan.


"Aku juga gak tahu, tapi..."


"Tapi apa?" tanya Topan.

__ADS_1


"Dia tadi juga sempat nembak aku sih, ya aku gak tahu itu serius atau enggak. Bisa jadi cuma bercanda, kamu jangan marah dulu!" jelas Cahaya merasa cemas.


"Ya ampun, berani banget tuh cowok! Yaudah lah, untuk sekarang ini aku gak akan marah karena kita butuh bantuan si Robi itu juga!" ucap Topan.


Cahaya mengangguk merasa lega, namun tetap saja ia masih cemas karena Topan selalu tidak bisa ditebak kelakuannya.


...•••...


Disisi lain, Calissa merasa curiga pada Robi mengenai kepergian Lyodra serta dua temannya dari markas itu. Calissa meyakini bahwa pria itu yang sudah membawa kabur tiga gadis tersebut dari sana ketika ia tengah berada di luar.


Kini Calissa dan Andre pun mengintrogasi Robi di dalam markas untuk bertanya langsung pada pria tersebut, tampak raut kekhawatiran di wajah Robi mengingat ia memang sudah sengaja mengajak Lyodra dan teman-temannya kabur dari sana.


"Ini ada apa ya? Kenapa kalian pada kayak serius gitu sih, mau bicara apa emang?" tanya Robi santai.


"Lu jangan pura-pura bodoh deh! Disini gue sama Andre pengen tanya langsung sama lu, tolong lu jawab dengan jujur pertanyaan kita! Supaya ini semua bisa cepat selesai!" tegas Calissa.


"Iya, mau tanya apa?" ujar Robi.


"Masalah Lyodra, Ziva dan Mahalini yang kabur dari sini kemarin. Gue yakin banget gak mungkin mereka bisa kabur tanpa bantuan orang dalam," ucap Calissa.


"Terus, maksud lu ajak gue kesini biar apa? Lu nuduh gue yang bawa kabur mereka gitu?" tanya Robi.


"Ya itu lu tau, sekarang kita mau lu jujur aja sama kita! Apa maksud lu lakuin itu, ha? Lu mau berkhianat dari kita, iya? Kenapa sih Rob?" ujar Calissa kesal.


"Apaan sih? Bukan gue yang bawa kabur mereka! Kenapa lu jadi nuduh gue kayak gitu sih, atas dasar apa lu nuduh gue ha?" ucap Robi kesal.


"Yaelah pake ngelak segala!" cibir Calissa.


"Heh Robi! Lu mending jujur aja ke kita, daripada gue bakal habisin lu!" ancam Andre.


"Cih! Lu pikir gue takut sama lu, ha?" tantang Robi.


Andre yang emosi langsung berdiri menatap tajam ke arah Robi, namun tentu saja Robi tak gentar dengan gertakan dari Andre. Justru pria itu ikut berdiri dengan santainya.


"Apa?" ujar Robi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2