Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 170. Titipin Cahaya


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 169


...β€’...


...β€’...


Topan baru bisa melepaskan tangannya dari bahu Cahaya setelah ia merasa puas memandangi wajah cantik gadisnya itu, Cahaya pun tampak tersenyum dan mulai sedikit berani untuk menatap Topan walau ia belum bisa mengurangi rasa canggungnya. Terlebih Topan memang terus saja menggodanya dan tak mau mengalihkan pandangan dari wajah Cahaya, tampaknya Topan sangat senang karena Cahaya sudah mulai mencintainya.


"Sayang, berarti mulai sekarang kamu gak terpaksa lagi kan pacaran sama aku?" tanya Topan menatap Cahaya penuh harap.


Gadis itu tampak gugup menjawabnya, entah mengapa ia masih belum bisa tenang walau sudah mengatakan apa yang ingin ia katakan sebelumnya. Tatapan Topan memang membuatnya grogi sehingga tak dapat berkata-kata, bahkan untuk sekedar bernafas saja ia kesulitan akibat rasa gugup yang ia rasakan saat ini.


Sementara Topan justru tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepala melihat ekspresi Cahaya yang masih saja canggung padanya, padahal ia berharap Cahaya mau bersikap seperti biasa dan tidak perlu canggung begini, karena yang ia mau adalah bisa bercanda tawa dengan Cahaya dan bahkan bermesraan dengannya.


"Gimana Cahaya? Kok malah diem?" tanya Topan kembali mencecar Cahaya.


Cahaya menghembuskan nafas kasar sembari memejamkan mata sejenak sebelum dapat menjawab pertanyaan Topan.


"Huft, iya gue gak kepaksa lagi." jawab Cahaya.


Senyum kembali terukir di bibir Topan dan wajahnya tampak sangat cerah kali ini, rasa emosi serta kecewa yang ia rasakan sebelumnya sekarang telah hilang karena mendengar kata-kata Cahaya. Topan pun kembali maju mendekat dan mencengkeram bahu Cahaya, lalu ia juga mengecup dahi gadisnya dan bertatapan dengan Cahaya disana.


"I love you..." ucap Topan sambil tersenyum.


"Too..." Cahaya membalas ucapan Topan dengan senyum tipis serta kepala yang manggut-manggut.


Tiba-tiba saja, ponsel milik Topan berbunyi dan membuat momen romantis keduanya harus terhenti lantaran Topan terpaksa mengangkat telpon itu dahulu. Ya yang menelponnya adalah Arvio alias teman Topan yang sering membantunya, Topan pun mengangkatnya lebih dulu karena khawatir ada info penting yang ingin disampaikan Arvio padanya.


"Cahaya, aku angkat telpon dulu ya?" ucap Topan meminta izin pada gadisnya.


"Iya.." jawab Cahaya sambil mengangguk pelan.

__ADS_1


Topan pun berbalik badan lalu mengangkat telepon sembari melangkah menjauh dari Cahaya, ia tak mau Cahaya mendengar apa yang ia bicarakan dengan Arvio di telpon tersebut. Tentu saja Cahaya pun merasa heran mengapa Topan harus menjauh darinya hanya karena ingin mengangkat telepon, ia penasaran dan ingin tau siapa yang menelpon Cahaya. Namun, ia tak berani melakukannya karena takut membuat Topan marah.


πŸ“ž"Halo, Vio! Gimana, ada info apa tentang Calissa yang lu dapat?" ucap Topan langsung bertanya pada Arvio begitu mengangkat telponnya, ia juga terus celingak-celinguk khawatir Cahaya mendengarnya.


πŸ“ž"Halo, Topan! Iya nih gue dapat informasi penting yang pastinya lu bakal terkejut pas tau, mending lu datang kesini deh ketemu sama gue di cafe krakers!" ucap Arvio.


πŸ“ž"Gak bisa sekarang aja lu kasih tau gue?" tanya Topan sangat penasaran.


πŸ“ž"Susah bro! Jelasinnya harus ketemu langsung, udah lu sempetin lah sebentar buat ketemu gue disini!" ucap Arvio.


πŸ“ž"Yaudah oke, gue kesana sekarang!" ujar Topan.


πŸ“ž"Mantap! Gue tunggu bro!" ucap Arvio.


Tuuutttt...


Topan langsung memutus telponnya, ia pun kembali ke arah Cahaya dan mendekati gadis itu. Topan tersenyum sembari mengelus wajah Cahaya, tentu agar Cahaya tidak curiga padanya.


"Aku pergi dulu, ya? Ada urusan penting." ucap Topan sambil tersenyum.


"Mau ketemu cewek yang tadi, ya? Nanya aja, bukan cemburu kok." ucap Cahaya.


"Hahaha, enggak kok. Aku mau ketemu temen, kamu gapapa kan kalau aku tinggal? Atau kamu mau aku anterin pulang dulu?" ucap Topan.


"Yaudah, hati-hati ya kamu! Eh mending kamu ikut aku balik ke restoran tadi, biar aku titipin kamu sama Ardan dan Guntur! Aku cemas kalau kamu pulang sendiri, ya mau ya!" paksa Topan.


Cahaya hanya manggut-manggut sambil tersenyum, ia setuju saja dengan permintaan Topan itu.


"Yaudah, yuk kesana!" ucap Topan.


Topan pun menggandeng tangan Cahaya, lalu membawa gadis itu kembali ke restoran tadi tempat teman-temannya berada.


β€’


β€’


Saat sampai di restoran, kebetulan sekali Ardan serta Guntur sudah keluar dari restoran dan baru hendak pulang setelah menemani Wulan di dalam. Topan pun langsung menghampiri mereka dengan raut kebingungan, ia mencari-cari keberadaan Wulan yang tak terlihat sama sekali disana.


Sementara Cahaya tampak tak senang ketika Topan celingak-celinguk, ia tau betul kalau Topan pasti sedang mencari wanita yang tadi ditemuinya di dalam restoran. Sepertinya Cahaya memang cemburu pada wanita itu, ia tak mau jika Topan terus mencari-cari keberadaan Wulan.

__ADS_1


"Bro, Wulan mana?" tanya Topan sedikit pelan.


"Ohh, udah pulang tadi. Dia katanya mau lanjut syuting, nungguin lu kelamaan sih!" jawab Ardan.


"Ya bagus lah, jadi cewek gue gak cemburu lagi." ujar Topan tersenyum sembari menoleh ke arah Cahaya yang berdiri tepat di sampingnya, Topan juga mencolek pipi Cahaya bermaksud menggodanya.


"Apaan sih?" Cahaya langsung salah tingkah dibuatnya.


"Hahaha, cie yang udah baikan! Nempel terus udah kayak tikus sama perangkapnya!" ujar Guntur menggoda Topan dan Cahaya.


"Ya iya dong," ujar Topan tersenyum.


"Bagus deh! Jadi lu gak sedih-sedih terus kayak tadi, kita kan sebagai sohib lu ngerasa sedih juga." ucap Ardan tersenyum bahagia.


"Hehe, iya. Thanks ya, udah bantu gue! Gak nyangka gue kalian sampe ngelakuin ini buat gue, tau darimana kalian muka Cahaya? Perasaan gue belum pernah kasih lihat fotonya," ucap Topan heran.


"Kita nanya anak-anak di sekolahnya, mereka semua pada kenal sama si Cahaya." jawab Ardan.


"Ya iyalah. Secara dia kan pacar gue, semua murid bahkan guru-guru disana juga kenal sama Cahaya!" ucap Topan sambil merangkul pundak gadisnya.


"Lebay ah!" cibir Cahaya.


Topan justru tersenyum dan mengelus-elus wajah Cahaya sembari mengeratkan rangkulannya, gadis itu tampak berusaha melepaskan diri tetapi gagal karena tenaga Topan cukup kuat.


"Yaudah, gue sekarang mau titipin Cahaya ke kalian. Tolong antar dia pulang ke rumah! Soalnya gue ada urusan sebentar sama temen gue, bisa kan?" ucap Topan meminta bantuan dua temannya itu.


"Ohh, bisa bisa. Tenang aja, kita jagain kok Cahaya dan anterin dia sampe rumahnya!" ucap Ardan.


"Oke, bagus! Gue pegang kata-kata lu itu! Kalau sampe Cahaya kenapa-napa, gue cari dan gue habisin lu berdua!" ancam Topan.


"Santai aja!" ucap Ardan.


Topan pun memegang wajah Cahaya dengan dua tangannya sembari menatapnya serius. Sepertinya Topan ingin mengucapkan kata-kata pamitan kepada kekasihnya itu, sedangkan Cahaya hanya diam menatap wajah Topan penasaran.


"Sayang, kamu bareng mereka ya? Nanti kalau urusan aku udah selesai, aku pasti hubungin kamu!" ucap Topan.


"Iya iya... biasa aja kali, gausah lebay gitu!" ucap Cahaya.


Topan pun memeluk gadisnya untuk yang kesekian kalinya di hadapan Ardan dan Guntur, ya kedua pria tersebut hanya bisa senyum-senyum saja melihat keromantisan dua pasangan yang baru baikan itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2