Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 232. Terjadi masalah


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 231


...•...


...•...


Topan turun dari mobilnya, lalu berjalan memutari mobilnya untuk membukakan pintu bagi Cahaya sang kekasih yang masih duduk di dalam. Ya Topan ingin membuat Cahaya terkesan dengan sikap dan perhatian yang diberikannya kepada Cahaya, ia juga mau Cahaya memberi izin padanya untuk bisa mencium bibir mungil gadis itu yang bikin nagih.


Cahaya pun tersenyum manis saat Topan membuka pintu mobil untuknya, lalu ia turun dari mobil itu dengan bantuan tangan dari Topan dan tentunya Cahaya merasa amat senang. Mereka berdua kini berjalan menuju ke dalam sekolah Cahaya, sampai pada akhirnya mereka berhenti ketika Robi ada di depan sekolah itu dan menatap ke arah Cahaya.


"Hai Cahaya, hai Topan!" ucap Robi menyapa kedua orang itu sambil tersenyum.


"Hai juga, Rob! Lu lagi ngapain disini? Pake bawa bunga sama surat segala, mau buat siapa tuh?" ujar Cahaya bertanya penasaran.


"Eee ini buat lu, Cahaya!" jawab Robi.


Sontak Cahaya terkejut mendengar jawaban dari Robi barusan, ia menganga lebar kemudian menoleh ke arah Topan yang juga langsung emosi begitu Robi menjawab seperti itu. Topan dengan sigap bergerak maju dan berdiri di depan Cahaya agar bisa lebih leluasa menatap wajah Robi, ya Topan sepertinya sangat marah pada perkataan Robi yang seperti itu.


"Heh! Maksudnya apa lu mau kasih bunga ke cewek gue, ha?! Emang lu pikir gue ini gak mampus buat kasih bunga ke Cahaya sendiri? Pake acara beliin bunga begitu, paling juga murah kan?!" ujar Topan.


"Yeh si Topan bawaannya emosi aja nih! Biarpun bunga ini harganya murah, yang terpenting itu ketulusan hati gue buat kasih ini bunga ke Cahaya! Daripada mahal, tapi kalo gak ikhlas buat apa kan?" ucap Robi tersenyum.


"Lu gak usah ngada-ngada mulu deh! Ngapain lu kasih bunga ke cewek yang udah punya pacar, di depan pacarnya lagi?! Lu mau cari ribut sama gue apa gimana sih, ha?" bentak Topan emosi.

__ADS_1


"Pacar, sabar dong!" ucap Cahaya cemas.


Cahaya berusaha mencegah Topan agar tidak terjadi keributan di depan sekolah itu dengan cara mencekal lengan Topan dari samping.


"Nah tuh, lu dengar sendiri kan? Cahaya aja manggil gue dengan sebutan pacar, begitu lu masih gak bisa paham kalau dia udah jadi pacar gue? Ngapain lu pake kasih bunga ke dia, ha?" ujar Topan emosi.


"Pacar, kamu jangan emosi gitu dong! Kita dengerin dulu kata-kata Robi, sabar ya!" ucap Cahaya.


"Dengerin apa sih pacar? Dia ini udah jelas-jelas loh mau cari ribut sama aku, bisa-bisanya dia ngasih bunga ke kamu di depan aku!" ujar Topan.


"Ohh, berarti kalau di belakang lu gapapa ya Topan?" tanya Robi sambil tersenyum.


"Heh! Ya sama aja lah gak boleh, ngerti gak sih lu bahasa Indonesia? Apa gue perlu pake bahasa Korea atau Brazil buat bicara sama lu? Ah jangan, cowok kayak lu mana mungkin ngerti? Bahasa Inggrisnya apa aja lu gak tahu kan?" ujar Topan.


"Lah gue tahu kok, jangan asal bicara jadi orang!" ucap Robi penuh percaya diri.


"Oh gitu, coba apa bahasa Inggrisnya apa?" tanya Topan coba mengetes Robi.


"Wah hebat! Kalo gitu sekarang lu minggir dan jangan pernah deketin pacar gue!" ujar Topan.


Robi tersenyum sembari menatap wajah Cahaya, melihat itu tentunya Topan semakin emosi dan langsung saja menarik tangan Cahaya untuk dibawa pergi dari sana ke dalam sekolahnya.


"Topan, Topan..." batin Robi.




"Pacar, ish lepasin dong tangan aku pacar! Sakit tau ini, kamu kenapa sih tiba-tiba narik tangan aku kayak gitu?" ucap Cahaya merengek minta dilepaskan.


Akhirnya Topan berhenti ketika mereka sampai di lobi sekolah, ia berbalik lalu menatap wajah Cahaya dengan tatapan tegas seperti orang yang sedang emosi. Topan sepertinya emosi karena Robi tadi hendak memberi bunga pada Cahaya, apalagi Robi memang terlihat sengaja ingin membuat Topan cemburu dengan terus menatap wajah Cahaya.

__ADS_1


Cahaya pun merasa cemas dan khawatir kalau Topan alias pacarnya itu akan marah, ia berusaha membuat Topan tenang dan tidak lagi emosi kepadanya karena kejadian tadi. Ya tentu Cahaya tak ingin hubungannya dengan Topan menjadi retak hanya karena masalah kecil, padahal ia dengan Robi tidak memiliki hubungan apa-apa selama ini.


"Kamu tuh kenapa sih pacar? Kamu masih cemburu sama Robi tadi?" tanya Cahaya penasaran.


"Ya kamu pikir aja dong pacar! Siapa coba yang gak emosi kalau lihat ada lelaki lain yang mau kasih bunga ke pacarnya? Mana dia kasihnya di depan mata aku lagi, gimana aku gak emosi coba pacar?!" ucap Topan dengan nada keras.


Suara Topan itu terdengar di telinga para murid yang berlalu lalang disana, termasuk juga guru-guru yang sedang lewat atau baru sampai ke sekolah.


"Eee pacar, kita bicaranya di tempat lain aja yuk! Aku malu didengar orang-orang, nanti dikiranya kita lagi ada masalah besar! Kamu kan tahu isi kepala orang di sekolah ini tuh gimana," ucap Cahaya.


"Oke, tapi kamu harus janji sama aku buat enggak deketin Robi atau ketemu sama dia!" ujar Topan.


"Iya pacar, lagian hampir tiap jam kan aku itu pergi sama kamu Topan! Jadi, mana mungkin coba aku bisa ketemu sama Robi? Lagian antara aku sama dia tuh gak ada apa-apa, kamu jangan salah paham gitu ya pacar aku yang tampan!" bujuk Cahaya.


Topan hanya geleng-geleng kepala, lalu kembali mencengkeram lengan Cahaya dan membawa gadis itu ke belakang sekolah untuk diajak bicara disana agar tak ada yang mendengar mereka.


Sesampainya disana, Topan langsung meminta Cahaya duduk di kursi yang tersedia dan ditemani olehnya yang juga belum melepas cengkeraman tangan dari Cahaya. Tampaknya Topan memang ingin bicara serius dengan Cahaya mengenai masalah itu, ya Topan sangat emosi dan cemburu karena kelakuan Robi tadi yang kelewatan.


"Pacar, lepasin dong tangan aku! Ini lama-lama bisa merah loh kalo kamu cengkram terus begitu, emang kamu mau aku kesakitan?" ucap Cahaya.


"Ya gak akan dong pacar! Aku kan cengkeramnya pelan gak kenceng, lagian aku gak mau kamu ngeles atau malah pergi pas aku lagi bicara sama kamu! Makanya buat antisipasi itu, aku pegangin aja tangan kamu terus kayak gini!" ucap Topan.


"Aduh pacar, kamu tuh posesif banget ya sama aku?" ucap Cahaya geleng-geleng kepala.


"Ya jelas dong, aku ini kan serius sama kamu dan aku gak mau kamu sampai direbut orang lain! Paham kamu pacar?!" ucap Topan tegas.


Cahaya mengangguk sambil menahan senyumnya saat Topan menatapnya seperti itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2