Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 125. Pertemuan terakhir


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 124


...•...


...•...


Keesokan harinya, Hendra tidak mengizinkan Cahaya pergi ke sekolah dengan motornya dan meminta gadis itu berangkat bersama sang supir yang biasa mengantar Calissa ke lokasi syuting.


Awalnya Cahaya menolak. Tapi, paksaan dari papanya membuat Cahaya mau tidak mau ya harus mau karena tak bisa berbuat apa-apa.


Cahaya pun pamit pada papanya serta Calissa, kini ia jadi lebih sopan dan bahkan mau mencium tangan Calissa. Hendra yang melihatnya tampak senang karena kini putrinya sudah mau dan bisa menerima Calissa sebagai pengganti mamanya.


"Cih! Kalo bukan karena papa, gak sudi gue cium tangan cewek penggoda ini!" batin Cahaya.


Cahaya bergegas keluar setelah pamitan dengan papa dan mama tirinya, ia menemui pak Hadi yang tengah membersihkan mobil milik papanya di depan sana dengan sebuah kanebo.


"Pak, anterin aku ya!" ucap Cahaya.


"Oh siap non, sebentar saya mau taruh kanebo dulu disana sekalian ambil kunci mobil!" ucap pak Hadi.


"Iya, pak!"


Pak Hadi pergi ke garasi meletakkan kanebo sembari mengambil kunci mobil yang tergantung disana, tampak jelas motor milik Cahaya terlihat dari tempat ia tengah berdiri saat ini, sungguh rasanya Cahaya tak bisa jika pergi tanpa motornya.


"Aduh motor gue...." gumamnya dalam hati dengan bibir mengerucut.


Pak Hadi kembali menemui nona nya yang sudah menunggu di dekat mobil, ia pun bergegas masuk ke dalam mobil untuk mengantar Cahaya berangkat sekolah di pagi hari yang cerah ini.


Memang sekarang ini cuaca sedang cerah dan bersahabat, namun suasana hati Cahaya justru tengah dilanda badai akibat masalah yang terus datang menimpanya saat ini, bahkan sampai ia harus menjauh dari Topan karena papanya.


Sepanjang perjalanan Cahaya hanya diam melamun sembari menatap keluar jendela, satu tangannya ia gunakan untuk menopang dagu dan yang satunya memegang kursi. Kendaraan yang seliweran membuat Cahaya semakin menggalau disana.

__ADS_1


"Kapan ya gue bisa bebas? Papa udah terlalu bucin sama Calissa, hampir gak bisa diobatin lagi! Gue juga heran obat apa sih yang dipake Calissa?" batinnya.


Tak lama kemudian, Cahaya sudah sampai di sekolah lebih awal dari biasanya. Terlihat ramai para siswa yang juga berdatangan kesana memasuki sekolah mereka, sepertinya mereka tampak ceria dan gembira mengobrol bersama teman mereka.


Cahaya turun dari mobil dengan wajah murung serta hati yang masih terasa sakit, ia menghirup udara disana mengambil nafas dalam-dalam sembari memejamkan mata untuk menenangkan diri.


"Aya!"


Tiba-tiba suara seorang pria yang tak asing di telinganya muncul, suara itu adalah suara yang selalu ia nantikan sejak kemarin. Senyum tersimpul di wajahnya begitu melihat sosok Topan ada di dekatnya saat ini dan tengah menatapnya.


"Topan?" ucap Cahaya tersenyum lebar.


"Iya ini aku, aku pikir kamu gak dateng lagi ke sekolah karena mau dipindahin ke luar negeri." ucap Topan juga tersenyum gembira.


"Aku masih sekolah disini, papa janji gak akan pindahin gue kalau gue jauh dari lu!" ucap Cahaya.


"Maaf ya, aku temuin kamu cuma mau kasih ini aja kok! Aku buat sendiri loh gelangnya, ada inisal nama kita disitu. Jadi, kamu bisa inget aku terus setiap kali ngeliat gelang itu!" ucap Topan menyerahkan sebuah gelang karet pada Cahaya.


"Rajin banget lu pake bikin beginian segala, udah kayak mau pisah selamanya aja!" ucap Cahaya.


"Kan emang begitu, aku gak mau kamu kenapa-napa dan ada masalah sama papa kamu! Jadi, lebih baik aku ngalah aja dan lepasin kamu demi kebaikan kamu juga! Jangan pernah kabur dari rumah lagi ya!" ucap Topan mengusap puncak kepala Cahaya.


"Maksudnya, lu mau...."


"Iya, lu juga. Sekalian gue mau minta maaf sama lu, kalau sejak ketemu gue selalu gak sopan dan bikin sial lu terus, malah sampe bikin mobil lu rusak." ucap Cahaya.


"Gapapa, yang lalu biarlah berlalu...."


Topan tersenyum. Cahaya mulai merasa sedih dan air mata nampak ingin keluar dari sana, namun Cahaya berusaha menahannya dengan menghela nafas sembari tersenyum manis.


"Oke, aku pergi ya? Bye, Cahaya!" ucap Topan.


"Hati-hati...!!" ucap Cahaya tersenyum sembari melambaikan tangan ke arah Topan.


Perlahan Topan melangkahkan kaki menuju mobilnya, ia pun masuk ke dalam sana. Namun, Topan masih terus memandangi wajah Cahaya dari dalam mobil dan tampak bersedih karena harus terpaksa menjauh dari gadis yang dicintainya.


Sementara Cahaya juga tak kalah sedih sebenarnya, mungkin jika tak ada siapapun disana pasti ia akan langsung menangis sesenggukan.


__ADS_1



Setelah Topan pergi dari sana, Cahaya pun memandangi gelang pemberian Topan yang lumayan indah dengan inisal namanya serta Topan terdapat pada gelang itu. Cahaya tersenyum lalu memakai gelangnya di tangan kanannya.


"Bagus juga, si Topan ternyata bisa bikin beginian." batin Cahaya.


Cahaya pun masuk ke dalam sekolahnya dengan perasaan sedih, hari ini ia tak akan bisa lagi bertemu dengan Topan pria yang selalu jahil padanya dan membuat ia rindu bila tidak ada di samping pria tersebut.


Cahaya berpapasan dengan Sa'id saat tengah berjalan di lorong sekolah, ia tampak malas meladeni pria tersebut yang terus saja memaksanya untuk mau mengikuti ajang abang-none.


"Pas banget ketemu kamu disini. Cahaya, gimana persiapan kamu di ajang nanti?" ucap Sa'id.


"Maaf kak, gue mau ngundurin diri aja! Gue gak bisa ikut ajang begituan, lu cari cewek lain aja ya yang bisa wakilin sekolah kita!" ucap Cahaya.


"Lah kenapa?" tanya Sa'id terheran-heran.


Tak ada jawaban dari mulut Cahaya, ia melewati Sa'id begitu saja dengan dingin sembari mengamati gelang di tangannya. Said masih berdiri disana memandangi Cahaya yang perlahan menjauh, ia tak mengerti mengapa gadis itu tiba-tiba mengundurkan diri dari ajang abang-none sekolah.


Lepas dari Sa'id, Cahaya langsung disapa oleh kedua sahabatnya yakni Mawar dan Melani. Mereka senang karena Cahaya telah kembali bersekolah dan tidak ada masalah lagi yang menimpanya, mereka bertiga pun berpelukan disana melepas rindu.


"Aya, semuanya udah beres kan?" tanya Mawar.


"Iya, gue lihat-lihat di sosmed juga udah jarang yang hujat lu kok!" sahut Melani.


"Begitu deh, cuma sekarang ada yang lebih buruk daripada itu!" ucap Cahaya lemas.


"Hah? Apa lagi, Aya?" tanya Mawar kaget.


Cahaya menunjukkan gelang di tangannya kepada kedua temannya itu, sontak mereka malah tersenyum melihat Cahaya yang sekarang memakai gelang dan terus memegangi gelangnya.


"Bagus banget, ini mah bukan buruk, Aya!" ucap Mawar.


"Ish, bukan masalah bentuk gelangnya! Tapi, inisial yang ada di gelang ini." ucap Cahaya.


"Hah? T dan C, maksudnya apa?" tanya Mawar.


"Iya, T itu untuk Topan dan C ya nama gue! Topan sengaja kasih gelang ini sebagai kenang-kenangan, gue sama dia gak bakal ketemu lagi selamanya!" jawab Cahaya menjelaskan.


Seketika Mawar dan Melani tampak menganga lebar terkejut dengan perkataan Cahaya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2