
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Neng, hari resepsi pernikahan yang dulu hampir di kuburnya bersama depresinya setelah tidak pernah bisa muve on dari masa lalu. Setelah kejadian bertemu dengan Reza saat kuliah, Neng sudah bertekat tidak ingin lagi mewujudkan impiannya melakukan resepsi pernikahan garden party dengan konsep impian ibunya. Impian ibu yang ingin putrinya menikah dengan adat Sunda saat temu manten dan saat party mengenakan pakaian pengantin India.
Kali ini Neng hanya mempersiapkan dua pakaian pengantin khas adat Sunda dan gaun modern saja. Neng tidak mempersiapkan resepsi sesuai impian ibunya. Baginya bisa mengalami atau merasakan yang namanya resepsi saja rasanya seperti mimpi. MUA sudah datang mulai pikul lima pagi untuk merias pengantin saat ini.
Sambil di rias oleh MUA Neng masih saja melamun dan termenung, Neng memang sekarang lebih terbuka tetapi belum semua di ungkapkan masih ada yang di pendamnya dalam hati. Dia tersenyum tipis saat teringat tiga minggu yang lalu Lilis datang dan mengajaknya bernostalgia seperti saat masih di bangku SMK, sering berjoget lagu India saat dia sedang merindukan ibunya. Sering bernyanyi di hajatan lagu India lama kesukaan ibu, walaupun Neng sekarang jarang melakukan itu tetapi masih hafal lagu dan gerakannya.
Siang itu Neng dan Lilis benar-benar kembali ke masa SMK, dengan lagu India yang menghentak mereka berdua berjoget persis seperti syahru Khan dan Kajol berjoget di lagu "LADKI BADI ANJANI HAI" bahkan Neng sampai naik kursi rias karena sangat antusias berjoget mengikuti hentakan musik dan lagu yang ceria. Saat itu Neng benar-benar menikmati dirinya menjadi pribadi yang ceria saat SMK, tetapi kenangan itu hanya di simpannya dalam hati.
Sebenarnya kemarin ingin mengungkapkan cita-citanya kepada suaminya tentang ingin membuat resepsi konsep gabungan Sunda dan India. Di urungkan karena ternyata Umi Anna yang mempersiapkan resepsi pernikahan itu. Dia hanya tidak ingin melihat ibu mertuanya kecewa karena Neng harus ikut campur.
Berkali-kali Neng mengambil napas panjang, meyakinkan hatinya untuk ikhlas dan tidak banyak menuntut. Bergumam dalam hati ini sudah lebih dari cukup sudah pernah melakukan resepsi pernikahan sekali dalam seumur hidup. Yang sebenarnya pernah di kuburnya dalam-dalam, karena mengingat dulu yang tak pernah bisa move on dengan orang lain.
Neng tersentak kaget setelah salah satu MUA itu menepuk pundaknya, "Sudah selesai Kakak, silahkan berdiri dan berganti baju pengantin!"
"Terima kasih."
__ADS_1
Neng memakai baju rancangannya sendiri baju adat sunda dengan warna putih tulang, senada dengan baju pengantin pria. Di bantu dengan sabar oleh wakil MUA sampai selesai di kenakan dengan sempurna. Acara akan di lakukan pukul sepuluh pagi, perjalanan dari rumah sekitar satu jam. Neng sengaja berdandan di rumah saja, padahal sudah di persiapkan kamar hotel untuknya dengan alasan tidak mau meninggalkan keluarga yang datang dari desa.
"Ini sudah waktunya berangkat apakah sudah selesai?" tanya Umi Anna yang datang bersama Ibu Ani yang sudah rapi memakai baju kebaya.
'"Sudah selesai Umi, ini tinggal memakai sepatu saja." jawab Neng sambil tersenyum.
"Waaaah putri Ibu cantik sekali." Ibu Ani kagum melihat Neng berbalut baju pengantin adat Sunda.
"Terima kasih Bu."
Pesta pernikahan di adakan di sebuah hotel bintang lima, acara di adakan dua versi yaitu out door dan in door, ball room terletak di samping hotel bersambung dengan taman hotel yang luas. Taman hotel di sulap menjadi garden party yang sangat mewah dan megah. Impian Neng semua terwujud dalam konsep garden party walaupun Neng tidak pernah meminta ini kepada suami ataupun ibu mertuanya.
Acara pertama di lakukan di ruang out door setelah Neng sudah sampai di taman. Acara di awali dari pihak mempelai wanita menjemput calon mempelai pria yang di sebut dengan Ngabageakeun. calon mempelai pria disambut dengan ibu dari calon mempelai wanita dengan mengalungkan bunga melati. Kemudian, calon mempelai wanita berjalan menuju pelaminan diapit oleh Ibu Ani dan Dokter Harry sebagai pengganti Ayah Asep.
Setelah ini seharusnya acaranaya adalah akad nikah, tetapi karena sudah di lakukan dua bulan lalu, langsung di lakukan Sungkeman kepada orang tua baik orang tua dari pengantin wanita dan pengantin pria untuk meminta maaf akan kesalahan-kesalahan. Dalam kesempatan ini Neng tidak hentinya menangis teringat ibu dan ayahnya. Ibu yang sudah lama meninggalannya dan ayah yang sekarang tidak tahu di mana tempat tinggalnya, ayah yang paling tidak ingin di temuinya saat ini.
__ADS_1
Di lanjutkan dengan Saweran yaitu dengan posisi duduk di kursi sambil dipayungi, upacara penyaweran pun dilakukan pada pengantin. Orang tua memberikan nasehat diiringi kidung. Pemberian nasehat diiringi pelemparan uang logam, beras, kunyit yang diiris tipis-tipis, dan permen. Uang logam dan beras melambangkan kemakmuran, kunyit sebagai simbol kejayaan, sedangkan permen melambangkan manisnya kehidupan berumah tangga.
Prosesi pernikahan adat Sunda dilanjutkan dengan upacara Meuleum Harupat. Mempelai wanita membakar batang harupat yang dipegang mempelai pria dengan lilin sampai menyala, batang harupat dimasukkan ke dalam kendi berisi air yang dipegang mempelai wanita, batang harupat diangkat kembali dan dipatahkan lalu dibuang. Prosesi ini memiliki makna bahwa kedua mempelai diharapkan senantiasa memecahkan persoalan rumah tangga bersama-sama. Istri yang memegang kendi berisi air menggambarkan peran istri yang berperan mendinginkan setiap persoalan yang membebani hati dan pikiran suami.
Dengan berakhirnya upacara Meuleum Harupat rangakain acara pernikahan adat Sunda selesai. Kedua mempelai duduk di pelaminan di apit oleh kedua orang tua dari pengantin wanita dan pengantin pria di sebelah kanan dan kiri. Alfian ikut duduk di tengah antara mempelai wantita
Para tamu mulai berdatangan satu persatu baik dari teman, sahabat, karyawan rekan bisnis atau kolega. Semua di sambut dengan ramah dan bahagia. Dugaan dari awal ternyata benar, Doni datang dengan pakaian lusuhnya berdiri di pintu hotel dari prosesi awal pengantin datang sampai tamu itu mulai berdatangan satu persatu. Dia hampir dua jam berdiri di depan pintu hotel tanpa berpindah sedikitpun.
Karena meraa iba, salah satu security hotel mendekatinya dan menanyakan keperluan dari Doni. Setelah Doni berterus terang kepada security, langsung di teruskan oleh pihak keamanan pribadi pengantin yang di pimpin oleh Junaidi, "Lapor Pak, laki-laki ini ingin bertemu dengan kedua pengantin atau orang tua pengantin wanita."
"Laporan di terima, terima kasih akan kami tindak lanjuti," jawab Junaidi sambil mempalas security yang memberikan hormat.
ini rekomen author hari ini
__ADS_1
jangan lupa mampir, trims
I love you all