Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Pengumuman


__ADS_3

Hai Shobat


jangan lupa give away untuk novel APA SALAHKU TUAN? dan GADIS JENIUS MILIK CEO DEPRESI ya ...


Di akhir novel ke duanya nanti tas cantik ini akan menjadi give away dari top fans sampai komen yang menarik



ini cuplikan burb novel "Gadis jenius milik CEO depresi"


Indi Fatmawati adalah gadis jenius yang baru berusia dua puluh tahun tetapi telah mengerjakan tesis S2-nya. hidupnya dihabiskan hanya untuk belajar, menjadi ahli IT, kegiatan sosial membantu siapa saja yang membutuhkan. Dia bekerja untuk membiayai ayah As'ari dan adik laki-lakinya bernama Shodiq yang memiliki penyakit kelainan jantung bawaan.


Indi sudah sejak kecil bekerja sebagai juragan beras dan palawija bersama ibunya Ibu Bandiyati jungkir balik membiayai hidup dan pengobatan ayah dan adiknya sampai bertemu laki-laki berumur tiga puluh tahun bernama King Arjuna Waseda yang mengubah seluruh jalan hidupnya. King Juna yang pernah mengalami trauma dan depresi saat SMA menyaksikan kekasihnya berselingkuh dengan ayah kandungnya.


Karena pertemuan tidak sengaja saat setengah mabuk ketika mobilnya ditabrak dari belakang. Dan pulang diantar oleh Indi menggunakan motor tidak sengaja memeluk dari belakang serasa memeluk Mommy kandungnya membuat King Juna jatuh cinta.


Pernikahan yang terlalu cepat dan belum mengenal pribadi masing-masing membuat keduanya banyak diwarnai liku kehidupan yang tidak mudah. Ditambah lagi kehadiran adik tiri King Yudistira Waseda dan papi kandungnya Haris Pramana Waseda menambah konflik keluarga semakin besar.


cuplikan bab 1


Di salah satu jalan raya kota Surakarta hampir tengah malam ada laki-laki setengah mabuk berjalan gontai keluar dari sebuah klub malam. Dia berjalan sambil merancau dan mengacungkan tangan memasuki mobil mewahnya. Ada sebuah truk besar bermuatan beras yang tiba-tiba bergerak maju sendiri tanpa ada supirnya.


"Lo ... lo ... itu truknya kok jalan sendiri!" teriak Tukang Parkir.


"Hooi ... awas truknya jalan sendiri menjauh lah!" teriak Tukang Becak yang berada di seberang jalan.


"Itu kemana sopirnya?" tanya Pegawai Kebersihan.


Seorang gadis yang sedang konsentrasi melihat laptop di sebuah kedai kopi di pinggir jalan berlari melesat kilat naik membuka pintu truk yang sedang berjalan maju masuk di kemudi truk dan menginjak serta menarik tuas rem dengan sekuat tenaga. Karena jarak antara truk yang bermuatan beras dengan mobil mewah itu tidak terlalu jauh. Truk berhenti setelah bodi belakang mobil mewah itu masuk dibawah bamper truk dan terlindas ban depan truk.


"Bruaaak ... Krrrakkkk!"


Teriakkan dan jeritan orang yang berada di sekitar kejadian terdengar bersautan. Setelah truk berhenti sempurna gadis itu turun diikuti oleh beberapa orang mendekati mobil mewah. Mobil itu ringsek di bodi mobil bagian belakang.


"India kamu tidak apa-apa?" tanya Tukang Parkir.


"Kenapa kamu nekat India?" Tukang Becak mendekati gadis itu.


Gadis itu hanya tersenyum dan melambaikan tangannya saja. Dia berlari mendekati mobil dan membuka pintu bagian kemudi, menarik laki-laki yang setengah mabuk. Membantunya berdiri dengan melingkarkan tangannya di pundak.


"Mengapa cuma separuh badan mobil yang tertabrak ha ha ha?" Dia merancau sambil tersenyum devil.

__ADS_1


"Apakah anda ingin bunuh diri haa, dasar bodoh!" teriak gadis itu sambil memapapahnya berjalan ke kedai kopi.


"Kamu siapa, dasar bodoh, aku mau dibawa kemana, aku mau didalam mobil saja ha ha?"


"Duduklah, dan diam disitu!" perintah gadis itu lagi.


"Mengapa aku tidak mati saja, kamu yang bodoh!" Kembali laki-laki itu merancau.


"Bu, tolong buatkan minum perasan jeruk limau hangat untuk mengurangi mabuk orang ini!" perintah gadis yang di panggil India.


"Baik India, tunggu sebentar."


Ibu Kedai menyodorkan satu gelas minuman perasan jeruk limau hangat kepada India, "India ini minumannya."


"Terima kasih Bu."


Di minumkan kepada laki-laki yang setengah mabuk itu dengan perlahan, "Pelan-pelan minumnya Tuan!"


Datang beberapa polisi yang memeriksa kecelakaan yang baru terjadi. Polisi datang karena laporan salah satu saksi yang berada di TKP. Mereka langsung datang hanya dalam waktu sepuluh menit karena jarak kantor polisi tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.


"India kamu sudah selesai setor beras?" tanya salah satu laki-laki yang berseragam polisi yang berpangkat Komandan.


"Belum Ndan, masih tunggu giliran."


Yang di tanya hanya diam saja, dia hanya melihat dengan acuh. Terkadang dia menggelengkan kepalanya dan memegangi keningnya.


"Anda kenal Tuan ini Ndan, masih setengah mabuk dia?"


"Ya sangat kenal, tetapi titip kamu aja India, kami urus mobil dan truknya terlebih dahulu."


"Siap Ndan."


Setelah beberapa saat laki-laki itu mulai pulih dan menyadari apa yang dialaminya. Memandang sekelilingnya, ada seorang gadis yang duduk di sebelahnya fokus kepada laptop tanpa menyadari di tatap wajahnya dengan tajam. Setelah menyadari India di perhatikan olehnya langsung bertanya, "Anda sudah baikan Tuan?"


"Mengapa jam segini kamu ada disini?"


"Eee Tuan, ditanya malah ganti tanya, jangan pikirkan saya, bagaimana dengan Anda, apa yang Anda lakukan di tengah malam begini?"


"Mencari jodoh," jawab laki-laki yang belum pulih betul kesadarannya.


India tersenyum dan sedikit menyeringai dengan bergumam sendiri. Mencari jodoh di klub malam gadis seperti apa sebenarnya yang di inginkannya, "Anda mencari jodoh di klub malam yang benar saja!"

__ADS_1


"Memangnya salah mencari jodoh di sana, toh di sana juga ada wanita yang berkunjung?"


India semakin tersenyum tetapi menyeringai karena orang yang di ajak bicara tidak mau kalah dan seperti mengajak berdebat, "Tidak salah memang Tuan, tetapi menurut saya tergantung jodoh seperti apa dulu yang anda inginkan?"


"Wanita baik baiklah."


"Tuan ... Tuan, Anda lucu atau naif sih, Anda mencari wanita baik-baik di klub malam, itu suatu hal yang menggelikan menurut saya, jika Anda ingin mencari jodoh wanita baik-baik carilah di tempat semestinya?"


"Maksud kamu apa?"


"Sekarang Anda pikir saja dengan logika dan akal sehat, jika Anda ingin mencari jodoh wanita yang baik paling tidak carilah di tempat ibadah, jika Anda ingin mencari jodoh wanita pekerja keras carilah di tempat kantor atau semacamnya, tetapi Anda mencari jodoh di klub malam Anda bisa bayangkan sendiri seperti apa mayoritas mereka."


Laki-laki itu mengerutkan keningnya berpikir, menundukkan kepalanya. Antara sadar dan masih dalam pengaruh alkohol melamun setelah mendengar ucapan India. Suasana menjadi hening saat keduanya dalam pikirannya masing-masing.


Ada teriakan suara laki-laki pegawai Tacik Lim Yen, "Nomor 39, India giliran beras kamu cepat kesini!" teriaknya dari dalam bangunan besar dan berjajar truk besar yang berisi beras.


"Siap bos, Bu titip dia jangan biarkan dia pergi dulu bahaya." pesan India berlari mendekati orang yang memanggilnya tadi.


India mulai mengeluarkan buku catatan kecil, mengikuti proses penimbangan beras miliknya, mencocokkan timbangan dengan catatan yang ada di buku kecilnya. Dia sedang bekerja menggantikan ibunya menyetorkan beras yang di belinya di desa dimana India dan orang tuanya tinggal. Setelah setengah jam penimbangan dan transaksi pembayaran selesai, India kembali mendekati seorang laki-laki yang di panggil King Juna oleh komandan polisi.


"India kamu antar King Juna ke rumahnya, alamatnya jl XX nomor 101, kompleks perumahan Green City" teriak Komandan Polisi dari jalan raya.


"Baik Ndan laksanakan!"


King Juna yang dari tadi terdiam, melamun dengan wajah datar tanpa ekspresi hanya memperhatikan India yang sedang merapikan laptopnya, memasukkan kedalam tas ranselnya, "Mari Tuan, aku antar Anda pulang!"


Kembali di papah oleh India, king Juna berjalan masih sempoyongan dengan tangan melingkar di pundaknya. Tangan India melingkar sempurna di pinggang King Juna. Mereka berjalan menuju parkiran motor.


"Awas India, hati-hati jangan sampai terjatuh," pesan Bapak Tua tukang becak.


"Injih Pak."


"Hati hati India nanti jatuh ... cinta ha ha ha," celoteh Tukang Parkir.


"Ora usah macam-macam Kang!" teriak India sambil tersenyum simpul.


Mendekati motor gede yang terparkir rapi, India memerintahkan King Juna untuk naik setelah terlebih dahulu India menaiki motor gedenya dan menggunakan helm, "Silahkan naik Tuan!"


Tetapi King Juna hanya berdiri terpaku tanpa bergerak hanya mengerutkan keningnya. Tidak sesuai dengan ekspektasi dalam pikiran dan otaknya. Dikiranya gadis yang menolongnya akan menggunakan motor metik sesuai dengan penampilan India yang terlihat sederhana dan feminim.


Akhirnya India menarik tangannya, "Menunduklah aku pakaikan helm".

__ADS_1


King Juna menunduk tanpa berkata sepatah katapun. Setelah helm terpakai, duduk di jok belakang dan India berada di posisi depan memegang kemudi, "Anda sudah siap Tuan, jangan lupa pegangan!" India mengendarai motor gedenya dengan kecepatan tinggi membuat King Juna tanpa sadar memeluk pinggangnya dengan erat dari belakang.


__ADS_2